Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 22. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 211
Link Soal
Tragedi Perang Bubat pada masa kejayaan Majapahit bermula dari kesalahpahaman antara Mahapatih Gajah Mada dengan rombongan kerajaan lain. Siapakah raja yang terlibat perselisihan dengan Gajah Mada dalam peristiwa tersebut?
A
Raja Kertanegara (Singasari)
B
Prabu Maharaja Linggabuana (Pajajaran)
C
Raja Jayabaya (Kediri)
D
Sultan Hasanuddin (Gowa)
E
Raden Patah (Demak)
NO. 212
Link Soal
Peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua mengenai...
A
Tempat pelaksanaan proklamasi kemerdekaan
B
Siapa yang akan menandatangani naskah proklamasi
C
Waktu dan cara pelaksanaan proklamasi kemerdekaan
D
Pemilihan lagu kebangsaan Indonesia Raya
E
Susunan kabinet pemerintahan pertama
NO. 213
Link Soal
ASEAN resmi berdiri melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967. Siapakah tokoh yang mewakili Indonesia sebagai diplomat dalam penandatanganan piagam tersebut?
A
Moh. Hatta
B
Adam Malik
C
Soekarno
D
Natsir
E
Moh. Yamin
NO. 214
Link Soal
Meskipun memiliki banyak catatan kritis di bidang politik, pemerintahan Orde Baru mencatat prestasi signifikan di bidang ekonomi pertanian melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi. Program yang berhasil meningkatkan kesejahteraan petani melalui swasembada pangan disebut...
A
Reformasi Agraria
B
Revolusi Hijau
C
Transmigrasi
D
Koperasi Unit Desa
E
Bimas dan Inmas
NO. 215
Link Soal
Tokoh menteri luar negeri dari Indonesia yang ikut memprakarsai berdirinya organisasi kerja sama regional ASEAN pada 1967 adalah...
A
Adam Malik
B
Muchtar Kusumaatmaja
C
Frans Seda
D
Ali Alatas
E
Amir Machmud
NO. 216
Link Soal
Desa Sukamaju di tahun 1960-an dikenal dengan semangat gotong royongnya yang tinggi. Saat itu, masyarakat bahu-membahu membangun dam irigasi mandiri yang vital untuk pertanian mereka, tanpa mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat. Para pemuda mengorbankan waktu dan tenaganya, bahkan menunda studi, demi kepentingan bersama. Nasionalisme mereka terwujud dalam upaya kolektif mewujudkan kemandirian pangan desa dan melestarikan budaya lokal dari pengaruh asing yang mulai masuk. Kini, di Desa Sukamaju yang sama, tantangan berbeda muncul. Alih-alih membangun infrastruktur fisik, masyarakat dihadapkan pada masalah erosi nilai-nilai lokal, penyebaran hoaks yang memecah belah, dan ketergantungan pada produk luar negeri. Para pemuda, meski aktif berinteraksi di media sosial, lebih sering terlibat dalam debat virtual tentang isu nasional ketimbang aksi nyata di desa. Semangat kebersamaan masih ada, namun bentuk dan manifestasinya terasa berbeda, lebih personal dan terkadang kurang terikat pada kepentingan kolektif desa secara langsung. Berdasarkan narasi di atas, bagaimana perbandingan manifestasi nasionalisme di Desa Sukamaju pada masa lalu dan masa kini menggambarkan evolusi konsep tersebut di tengah masyarakat Indonesia?
A
Nasionalisme masa lalu lebih terwujud dalam aksi kolektif fisik dan upaya kemandirian lokal, sementara masa kini cenderung diekspresikan melalui platform digital dan kesadaran isu nasional yang lebih bersifat virtual.
B
Nasionalisme pada kedua periode sama-sama berfokus pada pembangunan infrastruktur, namun dengan skala yang berbeda akibat kemajuan teknologi.
C
Masa lalu menunjukkan nasionalisme yang didasari oleh ketakutan terhadap ancaman fisik, sementara masa kini didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan internasional.
D
Manifestasi nasionalisme di masa lalu cenderung individualistis, sementara masa kini lebih menonjolkan semangat gotong royong dalam bentuk kampanye daring.
E
Pada masa lalu, nasionalisme tidak mengenal konsep kemandirian, berbeda dengan masa kini yang sangat menekankan swasembada pangan.
NO. 217
Link Soal
Pada masa awal pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), posisi Kepala Staf Umum dipercayakan kepada tokoh yang berjasa besar dalam meletakkan dasar struktur organisasi militer Indonesia, yaitu...
A
Jenderal Soedirman
B
Supriyadi
C
Letjen Oerip Soemoharjo
D
Jenderal Ahmad Yani
E
Jenderal A.H. Nasution
NO. 218
Link Soal
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di jalur strategis, Indonesia menghadapi dinamika geopolitik kawasan yang kompleks, termasuk sengketa perbatasan maritim, perebutan pengaruh antar kekuatan besar, dan isu-isu keamanan regional. Dalam menyikapi tantangan ini, pendekatan nasionalisme yang semata-mata defensif (melindungi apa yang sudah ada) tidak lagi memadai. Analisislah bagaimana nasionalisme proaktif yang berlandaskan pada diplomasi multi-jalur, penguatan kapasitas maritim, dan partisipasi konstruktif dalam forum regional, menjadi krusial untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan kepentingan nasional Indonesia?
A
Nasionalisme proaktif memungkinkan Indonesia tidak hanya mempertahankan diri, tetapi juga turut membentuk arsitektur keamanan dan stabilitas kawasan melalui inisiatif diplomasi yang kuat, sehingga mengurangi potensi ancaman di masa depan.
B
Dengan nasionalisme proaktif, Indonesia dapat memperkuat aliansi militer dengan negara-negara adidaya untuk menjamin keamanan dan kedaulatan wilayahnya dari potensi agresi pihak lain.
C
Pendekatan ini akan mendorong Indonesia untuk meningkatkan belanja pertahanan secara drastis guna menunjukkan kekuatan militer yang tidak dapat diremehkan oleh negara-negara lain di kawasan.
D
Nasionalisme proaktif akan fokus pada eksploitasi sumber daya alam di wilayah sengketa secara agresif untuk menegaskan klaim kedaulatan dan keuntungan ekonomi bagi bangsa.
E
Indonesia akan memiliki kemampuan untuk mengisolasi diri dari pengaruh geopolitik negatif regional dan global, sehingga dapat fokus pada pembangunan domestik tanpa gangguan.
NO. 219
Link Soal
Salah satu ciri nasionalisme Indonesia adalah menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti...
A
Persatuan dalam kebersamaan
B
Berbeda-beda tetapi tetap satu jua
C
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
D
Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa
E
Bersama membangun bangsa
NO. 220
Link Soal
Keanggotaan Panitia Sembilan sengaja disusun untuk mencapai mufakat antara dua pandangan besar di Indonesia saat itu, yaitu...
A
Golongan Tua dan Golongan Muda
B
Golongan Militer dan Golongan Sipil
C
Golongan Nasionalis dan Golongan Islam
D
Golongan Federalis dan Golongan Unitaris
E
Golongan Bangsawan dan Golongan Rakyat