Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 22. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 211
Link Soal
Pada masa awal pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), posisi Kepala Staf Umum dipercayakan kepada tokoh yang berjasa besar dalam meletakkan dasar struktur organisasi militer Indonesia, yaitu...
A
Jenderal Soedirman
B
Supriyadi
C
Letjen Oerip Soemoharjo
D
Jenderal Ahmad Yani
E
Jenderal A.H. Nasution
NO. 212
Link Soal
Faktor sejarah utama yang melatarbelakangi pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggantikan pendahulunya adalah...
A
Munculnya konflik multilateral di Asia
B
Ketiadaan institusi mediator internasional
C
Ekspansi militer Jepang yang tak terkendali
D
Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam mencegah Perang Dunia II
E
Keinginan negara-negara pemenang perang untuk menguasai dunia
NO. 213
Link Soal
Pada awalnya, pembacaan teks proklamasi direncanakan di Lapangan Ikada. Namun, lokasi tersebut dipindahkan ke kediaman Ir. Soekarno dengan alasan...
A
Lapangan Ikada sedang digunakan latihan militer Jepang
B
Jarak yang terlalu jauh dari rumah penyusunan naskah
C
Menghindari bentrokan fisik dengan tentara Jepang yang sudah berjaga di Ikada
D
Fasilitas pengeras suara di Lapangan Ikada rusak
E
Permintaan langsung dari Jenderal Jepang
NO. 214
Link Soal
Siapakah tokoh yang memimpin Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai?
A
Mohammad Yamin
B
Ahmad Soebardjo
C
Dr. Radjiman Wideodiningrat
D
Mr. Soepomo
E
Ir. Soekarno
NO. 215
Link Soal
Garuda seringkali digambarkan sebagai kendaraan Dewa Wisnu dalam berbagai peninggalan sejarah di Indonesia. Berikut ini adalah candi atau situs yang memiliki arca atau relief garuda sebagai kendaraan Wisnu, KECUALI...
A
Candi Prambanan
B
Candi Sewu
C
Candi Mendut
D
Candi Penataran
E
Candi Belahan
NO. 216
Link Soal
Dampak politik ekonomi liberal pada akhir abad ke-19 menyebabkan migrasi penduduk ke berbagai sektor industri perkebunan berikut, KECUALI...
A
Industri gula
B
Industri kelapa sawit
C
Industri teh
D
Industri kopi
E
Industri tembakau
NO. 217
Link Soal
Pengakuan de facto Belanda atas wilayah Republik Indonesia yang hanya meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura adalah hasil dari kesepakatan dalam perundingan...
A
Roem-Royen
B
Konferensi Meja Bundar
C
Renville
D
Giyanti
E
Linggarjati
NO. 218
Link Soal
Frasa Bhinneka Tunggal Ika pertama kali ditulis dalam kitab Sutasoma, yang dikarang oleh...
A
Mpu Kanwa
B
Mpu Triguna
C
Mpu Panuluh
D
Mpu Tantular
E
Mpu Prapanca
NO. 219
Link Soal
Manakah di antara pilihan berikut yang paling tepat mencerminkan contoh perilaku nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia?
A
Mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat dan rasa hormat.
B
Senang mengonsumsi produk-produk impor demi gengsi.
C
Bersikap acuh tak acuh terhadap isu-isu politik nasional.
D
Secara membabi buta membenci segala bentuk produk asing.
E
Mengkritik kebijakan pemerintah tanpa dasar dan solusi.
NO. 220
Link Soal
Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat majemuk, dengan keberagaman suku, agama, ras, dan antar-golongan yang merupakan kekayaan tak ternilai. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, seringkali muncul upaya dari kelompok tertentu untuk menyeragamkan identitas bangsa, misalnya dengan mengedepankan satu identitas primordial sebagai representasi 'keindonesiaan' yang sejati, dan menyingkirkan identitas lain. Fenomena ini berpotensi merusak fondasi nasionalisme Indonesia yang telah dibangun di atas prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Apa implikasi paling berbahaya dari upaya penyeragaman identitas tersebut terhadap nasionalisme Indonesia dalam jangka panjang?
A
Munculnya disintegrasi bangsa akibat konflik horizontal dan vertikal yang dipicu oleh perasaan tidak diakui atau termarjinalisasi oleh kelompok minoritas, yang berujung pada pecahnya persatuan.
B
Melemahnya legitimasi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu bangsa, karena prinsip-prinsip inklusivitasnya dikesampingkan oleh pemaksaan identitas tunggal.
C
Terhambatnya pembangunan nasional karena energi bangsa terkuras untuk menyelesaikan konflik internal, alih-alih fokus pada kemajuan dan kesejahteraan bersama.
D
Meningkatnya radikalisme dan ekstremisme berbasis identitas, yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas negara.
E
Hilangnya kekayaan budaya dan kearifan lokal yang beragam, karena adanya tekanan untuk menyesuaikan diri dengan satu identitas dominan, mengurangi daya tarik Indonesia di mata dunia.