Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 22. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 211
Link Soal
Dalam peristiwa bersejarah Proklamasi 17 Agustus 1945, tokoh yang bertugas sebagai pengibar bendera Sang Saka Merah Putih adalah...
A
Sukarni dan Chaerul Saleh
B
Latief Hendraningrat dan Suhud
C
Ahmad Subarjo dan Sayuti Melik
D
Wikana dan Darwis
E
B.M. Diah dan Yusuf Kunto
NO. 212
Link Soal
Salah satu peristiwa ketatanegaraan krusial pasca-proklamasi yang dilakukan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah...
A
Pembubaran BPUPKI
B
Pembentukan tentara keamanan rakyat
C
Pengesahan UUD 1945
D
Pemilihan anggota legislatif
E
Penetapan ibu kota negara
NO. 213
Link Soal
Gerakan Non-Blok, sebuah organisasi internasional yang didirikan oleh Indonesia bersama beberapa negara Asia dan Afrika, memiliki tujuan utama untuk...
A
Memihak salah satu blok adidaya selama periode Perang Dingin.
B
Membentuk aliansi militer yang kuat untuk melindungi anggotanya.
C
Mewujudkan perdamaian global tanpa terikat oleh blok kekuatan manapun.
D
Menyeragamkan sistem ekonomi negara anggota dengan model Eropa.
E
Mengabaikan partisipasi negara-negara berkembang dalam kancah politik internasional.
NO. 214
Link Soal
Sebagai tindak lanjut sidang PPKI pada Agustus 1945, dibentuklah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) untuk membantu tugas Presiden sebelum terbentuknya MPR/DPR. Tokoh yang dilantik sebagai ketua pertama KNIP adalah...
A
Mr. Johannes Latuharhary
B
Adam Malik
C
Sutarjo Kartohadikusumo
D
H. Agus Salim
E
Mr. Kasman Singodimejo
NO. 215
Link Soal
Siapakah tokoh Patih Kerajaan Majapahit yang sangat melegenda karena komitmennya menyatukan Nusantara melalui Sumpah Palapa?
A
Hayam Wuruk
B
Raden Wijaya
C
Gajah Mada
D
Ken Arok
E
Tunggul Ametung
NO. 216
Link Soal
Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik kian tergerus oleh istilah asing (jakselian). Sebagai tokoh publik, langkah persuasif apa yang tepat untuk mengembalikan kebanggaan berbahasa nasional?
A
Menerapkan sanksi sosial bagi pencampur bahasa
B
Memberikan insentif atau panggung apresiasi bagi kreator yang berbahasa Indonesia dengan baik
C
Menghapus mata pelajaran bahasa Inggris dari sekolah
D
Membatasi akses internet untuk mengurangi paparan bahasa asing
E
Mewajibkan penggunaan bahasa baku kaku dalam pergaulan santai
NO. 217
Link Soal
Momentum bersejarah dimulainya Gerakan Non-Blok secara formal ditandai dengan pelaksanaan KTT I yang diselenggarakan di Beograd, Yugoslavia. Kapan pertemuan tersebut berlangsung?
A
1960
B
1962
C
1964
D
1961
E
1963
NO. 218
Link Soal
Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dipimpin oleh tokoh-tokoh yang dikenal dengan sebutan Empat Serangkai. Manakah tokoh berikut yang BUKAN bagian dari kepemimpinan Putera?
A
Dr. Cipto Mangunkusumo
B
Ir. Soekarno
C
M. Hatta
D
Ki Hajar Dewantoro
E
K.H. Mas Mansyur
NO. 219
Link Soal
Sejarah perkembangan Islam di tanah Jawa mencatat adanya kerajaan yang menjadi pelopor kekuasaan Islam pertama. Kerajaan yang dimaksud adalah...
A
Kerajaan Mataram Islam
B
Kerajaan Demak
C
Kerajaan Cirebon
D
Kerajaan Banten
E
Kerajaan Pajang
NO. 220
Link Soal
Desa Mekarsari, sebuah desa adat di perbatasan negara, menerima tawaran bantuan investasi besar dari sebuah perusahaan multinasional asing untuk pengembangan ekowisata. Tawaran tersebut sangat menjanjikan peningkatan ekonomi dan fasilitas modern, namun perusahaan tersebut juga mensyaratkan perubahan dalam pengelolaan lahan adat dan memperkenalkan konsep kepemilikan individu yang berpotensi mengikis sistem komunal serta nilai gotong royong yang selama ini menjadi fondasi kearifan lokal dan semangat nasionalisme di desa. Sebagai seorang tokoh masyarakat yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika, langkah strategis manakah yang paling tepat Anda ambil untuk menyikapi situasi ini?
A
Menerima sepenuhnya tawaran investasi dengan keyakinan bahwa modernisasi akan membawa kemajuan, dan nilai-nilai luhur akan tetap lestari secara alamiah.
B
Menolak secara tegas tawaran investasi asing karena dianggap sebagai bentuk intervensi yang dapat merusak kedaulatan budaya dan ekonomi lokal.
C
Mengadakan musyawarah dengan seluruh elemen masyarakat untuk merumuskan syarat dan ketentuan yang adaptif, memastikan investasi berjalan selaras dengan pelestarian kearifan lokal dan prinsip ekonomi kerakyatan, serta menegaskan posisi tawar desa.
D
Mengusulkan agar pemerintah daerah mengambil alih seluruh proses negosiasi dan pengelolaan investasi, sehingga tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan pemerintah.
E
Membiarkan masyarakat desa secara individu bernegosiasi dengan perusahaan, dengan keyakinan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk meningkatkan kesejahteraan pribadinya.