Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 24. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 231
Link Soal
BPUPKI yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 dipimpin oleh seorang tokoh senior pergerakan nasional, yaitu...
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Moh. Hatta
C
Mr. Muhammad Yamin
D
Dr. Radjiman Wedyodiningrat
E
Sutan Syahrir
NO. 232
Link Soal
Ketergantungan Indonesia pada energi fosil yang tidak terbarukan mengancam kedaulatan energi masa depan. Sebagai wujud nasionalisme visioner (berorientasi masa depan), kebijakan apa yang harus diprioritaskan pemerintah?
A
Meningkatkan eksploitasi batu bara secara masif selagi harga pasar dunia tinggi.
B
Melakukan transisi energi dengan mempercepat investasi pada Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti surya dan panas bumi.
C
Melarang masyarakat menggunakan teknologi alternatif yang dapat mengganggu industri migas.
D
Mempertahankan subsidi BBM fosil sebesar-besarnya demi popularitas politik semata.
E
Menyerahkan seluruh aset energi negara kepada perusahaan multinasional yang lebih canggih.
NO. 233
Link Soal
Era globalisasi dan keterbukaan informasi telah membawa berbagai dampak, termasuk masuknya ideologi transnasional, penyebaran hoaks yang memecah belah, serta arus budaya asing yang masif. Dalam konteks ini, nasionalisme Indonesia diuji relevansi dan ketahanannya. Sikap nasionalisme yang paling tepat untuk diimplementasikan oleh warga negara Indonesia guna menjaga persatuan, integritas, dan identitas bangsa di tengah dinamika global tersebut adalah...
A
Membatasi diri dari segala bentuk interaksi global dan menolak masuknya informasi atau budaya asing secara total untuk mempertahankan kemurnian identitas nasional.
B
Mengembangkan nasionalisme yang adaptif dan inklusif, dengan kritis menyaring informasi serta menginternalisasi nilai-nilai universal yang selaras dengan Pancasila, sambil memperkuat jati diri bangsa.
C
Menitikberatkan pada penguatan sentimen kedaerahan dan identitas primordial sebagai benteng utama pertahanan terhadap pengaruh globalisasi.
D
Mengutamakan kepentingan ekonomi global dan keterbukaan pasar di atas segalanya, dengan keyakinan bahwa kesejahteraan akan secara otomatis memperkuat nasionalisme.
E
Bersikap acuh tak acuh terhadap isu-isu global dan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, karena nasionalisme akan terbangun dengan sendirinya melalui kemajuan material.
NO. 234
Link Soal
Ir. Soekarno menyampaikan pidato monumental mengenai dasar negara yang kini diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Kapan peristiwa tersebut terjadi?
A
1 Juni 1945
B
22 Juni 1945
C
1 Oktober 1945
D
10 Oktober 1945
E
20 Mei 1945
NO. 235
Link Soal
Semangat nasionalisme Indonesia tidak hanya berhenti pada semangat persatuan dan kemerdekaan, tetapi juga mencakup semangat untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Tokoh proklamator yang memiliki konsep mengenai nasionalisme ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil adalah...
A
Mohammad Hatta dengan konsep koperasi.
B
Soekarno dengan konsep Marhaenisme.
C
Sutan Sjahrir dengan konsep sosialisme demokrat.
D
Tan Malaka dengan konsep Madilog.
E
Ki Hajar Dewantara dengan konsep pendidikan nasional.
NO. 236
Link Soal
Dalam sejarah maritim Indonesia, Kerajaan Sriwijaya dianggap sebagai Kerajaan Nusantara pertama karena armada lautnya yang sangat kuat. Faktor utama yang mendorong Sriwijaya membangun kekuatan maritim tersebut adalah...
A
Keinginan untuk menguasai jalur perdagangan dan memperluas wilayah kekuasaan
B
Ancaman serangan dari Kerajaan Majapahit
C
Kebutuhan untuk mencari rempah-rempah di pulau lain
D
Persaingan dengan kerajaan maritim di India
E
Perintah dari Kekaisaran Tiongkok
NO. 237
Link Soal
Generasi muda Indonesia saat ini, yang sering disebut Gen Z atau Gen Alpha, tumbuh dalam era digital yang sangat terkoneksi dengan dunia. Mereka terpapar berbagai budaya, ideologi, dan isu transnasional melalui media sosial. Manifestasi nasionalisme pada kelompok ini tidak selalu tampak dalam bentuk tradisional seperti upacara bendera atau lagu kebangsaan, melainkan lebih sering dalam bentuk aktivisme digital untuk isu-isu sosial, lingkungan, atau kemanusiaan di tingkat lokal maupun global, namun tetap dengan perspektif keindonesiaan. Bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mengintegrasikan bentuk nasionalisme baru ini agar tetap relevan dan berkontribusi pada penguatan identitas bangsa yang kokoh, tanpa terjebak pada puritanisme atau antipati terhadap globalisasi?
A
Mendorong pengembangan platform digital yang memfasilitasi partisipasi aktif generasi muda dalam diskusi isu-isu kebangsaan dan proyek-proyek sosial-kewargaan, dengan tetap memberikan ruang bagi ekspresi identitas global mereka.
B
Merevitalisasi nilai-nilai tradisional nasionalisme melalui kurikulum pendidikan formal yang lebih modern dan interaktif, agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya dan sejarahnya.
C
Mengadakan kampanye masif di media sosial untuk mempromosikan kebudayaan dan capaian bangsa Indonesia, sehingga menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan pada tanah air yang lebih besar.
D
Meningkatkan sanksi hukum bagi penyebar hoaks atau konten yang merusak persatuan bangsa, guna menciptakan lingkungan digital yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan nasionalisme yang positif.
E
Membatasi akses generasi muda terhadap konten asing yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa, untuk membendung arus pengaruh negatif globalisasi.
NO. 238
Link Soal
Gedung bersejarah 'Chuo Sangi In' (sekarang Gedung Pancasila) di Jakarta merupakan lokasi dilaksanakannya...
A
Proklamasi Kemerdekaan
B
Perumusan Teks Proklamasi
C
Kongres Pemuda II
D
Sidang PPKI pertama
E
Upacara peresmian dan pembukaan sidang BPUPKI
NO. 239
Link Soal
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Siapakah tokoh pemuda yang mengusulkan agar mereka berdualah yang menandatangani naskah tersebut?
A
Sayuti Melik
B
Sukarni
C
B.M. Diah
D
Chairul Saleh
E
Wikana
NO. 240
Link Soal
Prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia (Persatuan Indonesia) tersusun dalam kesatuan majemuk tunggal yaitu, kecuali ...
A
Kesatuan sejarah
B
Kesatuan cita-cita
C
Kesatuan nasib
D
Kesatuan kebudayaan
E
Kesatuan asas kerohanian