Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 25. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 241
Link Soal
Indonesia menghadapi dilema antara menjaga identitas nasional yang kokoh dan mengakomodasi tuntutan otonomi daerah yang semakin kuat, terutama dalam isu pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian budaya lokal. Dalam konteks ini, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dihadapkan pada situasi di mana aspirasi masyarakat lokal terhadap pemanfaatan sumber daya alam tertentu bertentangan dengan kebijakan nasional yang dianggap lebih mengutamakan kepentingan industri besar.
Sebagai ASN yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme Pancasila, tindakan paling tepat yang seharusnya diambil adalah:
A
Mengutamakan pemenuhan aspirasi masyarakat lokal sepenuhnya karena ASN bertugas melayani rakyat di daerah tersebut.
B
Mematuhi kebijakan nasional secara mutlak dan mengabaikan tuntutan masyarakat lokal demi menjaga stabilitas dan kesatuan bangsa.
C
Menganalisis kebijakan nasional dan aspirasi lokal secara komprehensif, kemudian mengusulkan formulasi kebijakan yang mengintegrasikan kedua kepentingan dengan tetap berpegang pada prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan.
D
Menjadi mediator pasif antara pemerintah pusat dan masyarakat lokal, tanpa memberikan rekomendasi konkrit, agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.
E
Mendorong masyarakat lokal untuk menolak kebijakan pusat secara damai, jika kebijakan tersebut dinilai merugikan kearifan lokal.
NO. 242
Link Soal
Siapakah tokoh Patih Kerajaan Majapahit yang sangat melegenda karena komitmennya menyatukan Nusantara melalui Sumpah Palapa?
A
Hayam Wuruk
B
Raden Wijaya
C
Gajah Mada
D
Ken Arok
E
Tunggul Ametung
NO. 243
Link Soal
Siapakah tokoh pahlawan nasional yang memimpin perlawanan rakyat dalam Perang Tapanuli di Sumatera Utara?
A
Panglima Polim
B
Thomas Matulessi
C
Mohammad Shahab
D
Sisingamangaraja XII
E
Peto Syarif
NO. 244
Link Soal
Desa Sukamaju di tahun 1960-an dikenal dengan semangat gotong royongnya yang tinggi. Saat itu, masyarakat bahu-membahu membangun dam irigasi mandiri yang vital untuk pertanian mereka, tanpa mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat. Para pemuda mengorbankan waktu dan tenaganya, bahkan menunda studi, demi kepentingan bersama. Nasionalisme mereka terwujud dalam upaya kolektif mewujudkan kemandirian pangan desa dan melestarikan budaya lokal dari pengaruh asing yang mulai masuk. Kini, di Desa Sukamaju yang sama, tantangan berbeda muncul. Alih-alih membangun infrastruktur fisik, masyarakat dihadapkan pada masalah erosi nilai-nilai lokal, penyebaran hoaks yang memecah belah, dan ketergantungan pada produk luar negeri. Para pemuda, meski aktif berinteraksi di media sosial, lebih sering terlibat dalam debat virtual tentang isu nasional ketimbang aksi nyata di desa. Semangat kebersamaan masih ada, namun bentuk dan manifestasinya terasa berbeda, lebih personal dan terkadang kurang terikat pada kepentingan kolektif desa secara langsung. Berdasarkan narasi di atas, bagaimana perbandingan manifestasi nasionalisme di Desa Sukamaju pada masa lalu dan masa kini menggambarkan evolusi konsep tersebut di tengah masyarakat Indonesia?
A
Nasionalisme masa lalu lebih terwujud dalam aksi kolektif fisik dan upaya kemandirian lokal, sementara masa kini cenderung diekspresikan melalui platform digital dan kesadaran isu nasional yang lebih bersifat virtual.
B
Nasionalisme pada kedua periode sama-sama berfokus pada pembangunan infrastruktur, namun dengan skala yang berbeda akibat kemajuan teknologi.
C
Masa lalu menunjukkan nasionalisme yang didasari oleh ketakutan terhadap ancaman fisik, sementara masa kini didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan internasional.
D
Manifestasi nasionalisme di masa lalu cenderung individualistis, sementara masa kini lebih menonjolkan semangat gotong royong dalam bentuk kampanye daring.
E
Pada masa lalu, nasionalisme tidak mengenal konsep kemandirian, berbeda dengan masa kini yang sangat menekankan swasembada pangan.
NO. 245
Link Soal
Keanggotaan PPKI pada mulanya berjumlah 21 orang, namun kemudian bertambah tanpa sepengetahuan pihak Jepang. Berapakah jumlah penambahan anggota tersebut?
A
4 orang
B
5 orang
C
6 orang
D
7 orang
E
8 orang
NO. 246
Link Soal
Berdasarkan sejarah pasca Proklamasi, salah satu bentuk perjuangan nasionalisme yang dilakukan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan adalah ...
A
menyerah kepada Belanda demi tercapainya perdamaian
B
mengandalkan bantuan negara-negara Asia Tenggara untuk perlawanan
C
melakukan perlawanan militer melalui perang fisik dan perjuangan diplomasi
D
menyerahkan sebagian wilayah Indonesia untuk mendapatkan pengakuan internasional
E
membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin oleh perwakilan Belanda
NO. 247
Link Soal
Salah satu tonggak sejarah persatuan Indonesia adalah Kongres Pemuda II pada tahun 1928. Keputusan paling monumental yang dihasilkan dari kongres tersebut adalah...
A
Diikrarkannya Sumpah Pemuda
B
Pembentukan organisasi Budi Utomo
C
Penetapan lagu kebangsaan Indonesia Raya
D
Perumusan naskah Proklamasi
E
Penyusunan dasar negara Pancasila
NO. 248
Link Soal
Pada tanggal berapakah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) secara resmi dibentuk untuk mempersiapkan pemindahan kekuasaan?
A
1 Agustus 1945
B
22 Agustus 1945
C
7 Agustus 1945
D
18 Agustus 1945
E
6 Agustus 1945
NO. 249
Link Soal
Dalam peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada 19 September 1945, Presiden Soekarno memilih untuk hanya menyampaikan pidato singkat dan meminta massa segera membubarkan diri dengan tertib. Alasan utama tindakan ini adalah...
A
Presiden Soekarno memiliki agenda pertemuan diplomatik mendesak
B
Mencegah terjadinya bentrokan fisik dengan tentara Jepang yang bersiaga penuh
C
Kondisi kesehatan Presiden Soekarno yang sedang menurun
D
Massa yang hadir melebihi kapasitas lapangan sehingga tidak kondusif
E
Menghormati kesepakatan gencatan senjata dengan Sekutu
NO. 250
Link Soal
Kabinet Ali Sastroamidjojo II memiliki beberapa program kerja utama. Dari daftar berikut, manakah yang BUKAN merupakan program kerja kabinet tersebut?
A
Pembatalan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB)
B
Penyelesaian masalah Irian Barat
C
Pembentukan Provinsi Irian Barat
D
Pembentukan Dewan Nasional
E
Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif