Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 25. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 241
Link Soal
Di era kemajuan teknologi saat ini, terdapat sikap negatif yang harus dijauhi agar persatuan tetap terjaga, yaitu sikap menutup diri dari kelompok lain atau yang disebut...
A
Adaptif
B
Eksklusivisme
C
Proaktif
D
Kuriositas
E
Profesionalisme
NO. 242
Link Soal
Perhimpunan Indonesia (PI) adalah organisasi mahasiswa di Belanda yang radikal. Di antara nama berikut, siapakah yang TIDAK tercatat sebagai tokoh Perhimpunan Indonesia?
A
Moh. Hatta
B
Ali Sastroamidjojo
C
Gunawan Mangunkusumo
D
Sutardjo Kartohadikusumo
E
Iwa Kusumasumantri
NO. 243
Link Soal
Siapakah di antara tokoh berikut yang TIDAK pernah menjabat sebagai Raja di Kerajaan Singasari?
A
Tohjaya
B
Ken Arok
C
Raden Wijaya
D
Ranggawuni
E
Anusapati
NO. 244
Link Soal
Dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, khususnya pada masa Konstitusi RIS, Presiden memiliki kekuasaan yang 'tidak dapat diganggu gugat'. Konsep ini menunjukkan bahwa pada masa tersebut kedudukan Presiden adalah sebagai...
A
Kepala Pemerintahan yang bertanggung jawab pada parlemen
B
Kepala Negara simbolis, sementara tanggung jawab pemerintahan ada pada menteri
C
Pemimpin partai politik pemenang pemilu
D
Diktator yang memiliki kekuasaan tak terbatas
E
Ketua parlemen merangkap eksekutif
NO. 245
Link Soal
Berdasarkan catatan sejarah politik bangsa, hingga tahun 2023, Indonesia tercatat telah menyelenggarakan pesta demokrasi (Pemilihan Umum) sebanyak ...
A
10 kali
B
11 kali
C
9 kali
D
4 kali
E
6 kali
NO. 246
Link Soal
Organisasi BPUPKI dipimpin oleh seorang tokoh senior yang menjabat sebagai ketua umum. Sosok yang dimaksud adalah...
A
Raden Pandji Soeroso
B
Mohammad Yamin
C
Radjiman Wedyodiningrat
D
Ichibangase Yosio
E
Sultan Hamid II
NO. 247
Link Soal
Pada masa pendudukan Jepang, dibentuk Gerakan Tiga A (3A) untuk menarik simpati rakyat. Manakah di bawah ini yang termasuk semboyan gerakan tersebut?
A
Jepang Pemimpin Asia
B
Jepang Saudara Asia
C
Jepang Teman Asia
D
Jepang Penuntun Asia
E
Jepang Harapan Asia
NO. 248
Link Soal
Indonesia menerapkan politik luar negeri bebas aktif yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Berikut ini yang merupakan contoh konkret pelaksanaan prinsip tersebut adalah...
A
Mengirimkan pasukan perdamaian (Kontingen Garuda) ke wilayah konflik
B
Memihak pada salah satu blok kekuatan dunia demi keamanan
C
Bergabung dalam pakta pertahanan militer negara adidaya
D
Membentuk aliansi ekonomi yang tertutup dan eksklusif
E
Menolak kerja sama dengan negara yang berbeda ideologi
NO. 249
Link Soal
Bagaimana sikap pemerintah Orde Baru dalam menghadapi kelompok kritis atau lawan politik yang berseberangan pendapat?
A
Memberikan ruang dialog terbuka untuk demokrasi
B
Menangkap dan memenjarakan mereka yang dianggap mengganggu stabilitas
C
Menganggap sebagai mitra oposisi untuk kemajuan bangsa
D
Memberikan kebebasan penuh dalam menyampaikan aspirasi
E
Mengajak kerjasama dalam kabinet pemerintahan
NO. 250
Link Soal
Setelah periode perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan, Indonesia memasuki fase pembangunan yang intensif. Nasionalisme yang awalnya diartikan sebagai semangat 'merebut' dan 'membela' negara dari penjajah, kini bergeser menjadi semangat 'membangun' dan 'mengisi' kemerdekaan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Pergeseran ini menuntut adaptasi fundamental dalam pemahaman dan praktik kewarganegaraan. Bagaimana pergeseran interpretasi nasionalisme ini menuntut perubahan paling esensial dalam cara warga negara memandang dan melaksanakan 'bela negara' dalam konteks pasca-kemerdekaan?
A
Dari kesiapan mengangkat senjata menjadi partisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya, serta integritas dalam menjalankan profesi untuk kemajuan bangsa.
B
Dari pengorbanan nyawa untuk mempertahankan wilayah menjadi kepatuhan terhadap hukum dan peraturan pemerintah demi terciptanya ketertiban sosial.
C
Dari semangat anti-asing dan proteksionisme menjadi keterbukaan terhadap inovasi dan investasi global yang membawa manfaat bagi bangsa.
D
Dari identifikasi diri dengan kelompok perjuangan menjadi identifikasi diri yang kuat dengan negara dan ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
E
Dari fokus pada kepemimpinan militer menjadi penguatan peran intelektual dan akademisi dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.