Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 26. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 251
Link Soal
Pemerintah Daerah "Bumi Makmur" menerapkan kebijakan "Gerakan Bangga Produk Lokal" yang mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan instansi di lingkungannya untuk membeli dan menggunakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli daerah tersebut. Kebijakan ini, yang juga mencakup pengadaan barang dan jasa, dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat identitas daerah. Namun, beberapa kalangan berpendapat bahwa kebijakan ini berpotensi menciptakan praktik proteksionisme internal dan menghambat persaingan sehat antar-produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia, yang pada akhirnya dapat melemahkan semangat persatuan ekonomi nasional.
Bagaimana seharusnya kebijakan "Gerakan Bangga Produk Lokal" diinterpretasikan dan diimplementasikan agar selaras dengan esensi Nasionalisme Indonesia yang berlandaskan Pancasila dalam konteks pembangunan ekonomi?
A
Kebijakan ini sudah tepat sebagai manifestasi kedaulatan ekonomi daerah dan bentuk konkrit dukungan terhadap UMKM lokal, sehingga tidak perlu diubah substansinya.
B
Kebijakan harus dibatalkan sepenuhnya karena secara langsung bertentangan dengan prinsip pasar bebas dan dapat memicu fragmentasi ekonomi, mengancam persatuan nasional.
C
Kebijakan perlu direvisi agar lebih fokus pada peningkatan kualitas, inovasi, dan daya saing produk UMKM lokal sehingga mampu bersaing di pasar nasional, tanpa membatasi peluang produk dari daerah lain.
D
Kebijakan ini adalah hak otonomi daerah yang mutlak dan tidak bisa diintervensi oleh pemerintah pusat selama bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
E
Pemerintah daerah harus tetap memprioritaskan produk lokal namun dengan memberikan porsi atau kuota tertentu bagi produk UMKM dari provinsi lain sebagai bentuk toleransi ekonomi.
NO. 252
Link Soal
Di tengah arus deras globalisasi dan informasi digital, Komunitas 'Pemuda Mandiri' di sebuah kota besar berupaya keras menjaga nilai-nilai kebangsaan. Mereka sering berdiskusi tentang relevansi Sumpah Pemuda di era kini, ketika media sosial dibanjiri konten asing dan polarisasi pandangan semakin kentara, bahkan hingga menyentuh isu keagamaan. Beberapa anggota bersemangat untuk 'membela mati-matian' budaya lokal, sementara yang lain fokus pada bagaimana cara 'mencintai dan memelihara' keberagaman yang ada. Suatu hari, muncul ide untuk mengadakan festival budaya lokal yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang suku atau agama, namun ada resistensi dari kelompok tertentu yang merasa tradisi mereka lebih unggul dan tidak ingin berbaur. Ketua komunitas, Rizal, mengingatkan bahwa semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda adalah tentang persatuan di atas perbedaan, bukan tentang dominasi satu kelompok.
Mencermati narasi di atas, tantangan utama yang dihadapi Komunitas 'Pemuda Mandiri' dalam konteks menjaga identitas nasional di era globalisasi, serta esensi semangat nasionalisme yang perlu dipegang teguh, adalah...
A
Menyeimbangkan adaptasi terhadap budaya global dengan penguatan identitas lokal melalui moderasi beragama dan persatuan, sebagaimana dicontohkan Budi Utomo dan Sumpah Pemuda dalam merangkul perbedaan demi tujuan bersama.
B
Mengobarkan semangat patriotisme untuk membela mati-matian tradisi lokal dari gempuran asing, sebagaimana para pahlawan dahulu berkorban melawan penjajah.
C
Memastikan dominasi satu budaya daerah yang paling unggul untuk menjadi representasi identitas nasional, mengikuti semangat pergerakan nasional yang berjuang demi pengakuan.
D
Mengatasi polarisasi pandangan dan resistensi kelompok yang enggan berbaur dalam kegiatan kebudayaan, sebagai cerminan kegagalan mengelola keberagaman di era digital.
E
Menggalakkan penggunaan media sosial untuk mempromosikan budaya Indonesia secara masif agar dapat bersaing dengan konten asing dan menarik minat generasi muda.
NO. 253
Link Soal
Naskah proklamasi yang asli (tulisan tangan Soekarno) sempat terbuang namun kemudian diselamatkan dan disimpan oleh seorang tokoh pers. Siapakah tokoh tersebut?
A
Adam Malik
B
B.M. Diah
C
Rosihan Anwar
D
S.K. Trimurti
E
Frans Mendur
NO. 254
Link Soal
Siapakah tokoh yang menyempurnakan desain lambang Garuda Pancasila pada tanggal 20 Maret 1950 dengan menambahkan skala ukuran dan tata warna?
A
Ida Ayu Soemantri
B
Iwa Koesoemasumantri
C
Sultan Hamid II
D
Moh. Yamin
E
Ahmad Soebardjo
NO. 255
Link Soal
Di sebuah kepulauan bernama "Bumipura," selama berabad-abad, rakyat hidup di bawah dominasi imperium asing yang memecah belah mereka berdasarkan suku dan wilayah. Pada awal abad ke-20, setelah bertahun-tahun penindasan dan eksploitasi, sekelompok intelektual muda yang terdidik di luar negeri, seperti Pangeran Arsa dan Putri Sani, mulai menyadari adanya persamaan nasib dan identitas budaya yang kuat di antara seluruh penduduk Bumipura. Mereka menginisiasi pertemuan-pertemuan rahasia, menyebarkan pamflet, dan mengorganisir forum diskusi yang menekankan bahwa "Kita adalah satu bangsa, Bumipura, bukan sekadar kumpulan suku-suku yang terpisah." Gerakan ini perlahan namun pasti membangkitkan kesadaran kolektif untuk bersatu melawan penjajah demi kemerdekaan penuh.
Peristiwa di Bumipura ini paling tepat menggambarkan latar belakang terbentuknya konsep nasionalisme, yaitu...
A
Kesadaran akan identitas bersama dan keinginan untuk menentukan nasib sendiri setelah mengalami penindasan kolonial.
B
Dorongan untuk memperluas wilayah kekuasaan dan pengaruh budaya ke negeri tetangga.
C
Munculnya ideologi komunisme yang menuntut persamaan hak bagi seluruh warga negara.
D
Kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian negara melalui perdagangan bebas internasional.
E
Pembentukan aliansi militer untuk mempertahankan diri dari ancaman invasi luar.
NO. 256
Link Soal
Perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil diskusi tokoh-tokoh bangsa di rumah Laksamana Maeda. Siapakah tokoh yang menyusun naskah tersebut?
A
Laksamana Maeda, Moh. Hatta, dan Suwardi Suryaningrat
B
Soekarno, Ki Hajar Dewantara, dan Moh. Hatta
C
Laksamana Maeda, Achmad Soebardjo, dan HOS Tjokroaminoto
D
Soekarno, Moh. Hatta, dan HOS Tjokroaminoto
E
Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo
NO. 257
Link Soal
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diumumkan pembentukannya oleh Jenderal Kumakichi Harada. Tanggal berapakah pengumuman resmi pembentukan badan tersebut?
A
1 Maret 1945
B
29 April 1945
C
1 Juni 1945
D
7 Agustus 1945
E
17 Agustus 1945
NO. 258
Link Soal
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" diadopsi sebagai semboyan negara untuk menjaga persatuan. Makna filosofis dari semboyan ini adalah ...
A
berbeda-beda tetapi tetap satu juga
B
persatuan Indonesia adalah hal yang utama
C
seluruh daerah di Indonesia memiliki budaya yang sama
D
hanya satu budaya yang boleh diakui di Indonesia
E
semua wilayah di Indonesia harus mengikuti budaya pusat
NO. 259
Link Soal
Komisi Tiga Negara (KTN) yang beranggotakan Australia, Belgia, dan Amerika Serikat dibentuk dengan tujuan utama untuk...
A
Membantu Belanda menjajah kembali Indonesia
B
Menjadi penengah dalam penyelesaian konflik Indonesia-Belanda
C
Mewakili kepentingan sekutu di Asia Tenggara
D
Mencegah terjadinya Agresi Militer Belanda I
E
Membentuk negara boneka di wilayah Indonesia
NO. 260
Link Soal
Indonesia menghadapi dilema antara menjaga identitas nasional yang kokoh dan mengakomodasi tuntutan otonomi daerah yang semakin kuat, terutama dalam isu pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian budaya lokal. Dalam konteks ini, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dihadapkan pada situasi di mana aspirasi masyarakat lokal terhadap pemanfaatan sumber daya alam tertentu bertentangan dengan kebijakan nasional yang dianggap lebih mengutamakan kepentingan industri besar.
Sebagai ASN yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme Pancasila, tindakan paling tepat yang seharusnya diambil adalah:
A
Mengutamakan pemenuhan aspirasi masyarakat lokal sepenuhnya karena ASN bertugas melayani rakyat di daerah tersebut.
B
Mematuhi kebijakan nasional secara mutlak dan mengabaikan tuntutan masyarakat lokal demi menjaga stabilitas dan kesatuan bangsa.
C
Menganalisis kebijakan nasional dan aspirasi lokal secara komprehensif, kemudian mengusulkan formulasi kebijakan yang mengintegrasikan kedua kepentingan dengan tetap berpegang pada prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan.
D
Menjadi mediator pasif antara pemerintah pusat dan masyarakat lokal, tanpa memberikan rekomendasi konkrit, agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.
E
Mendorong masyarakat lokal untuk menolak kebijakan pusat secara damai, jika kebijakan tersebut dinilai merugikan kearifan lokal.