Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 26. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 251
Link Soal
Peristiwa diplomasi manakah yang secara resmi mengakhiri konfrontasi fisik Indonesia-Belanda melalui penyerahan dan pengakuan kedaulatan pada akhir tahun 1949?
A
Perjanjian Linggarjati
B
Perundingan Roem-Royen
C
Perjanjian Renville
D
Konferensi Meja Bundar (KMB)
E
Diplomasi Beras ke India
NO. 252
Link Soal
Provinsi Megah Lestari, yang dulunya dikenal dengan semangat persatuan dan kebanggaannya terhadap warisan budaya lokal, kini menghadapi tantangan serius. Mayoritas penduduknya, terutama kaum muda, lebih memilih produk impor, mengidolakan figur asing, dan bahkan cenderung skeptis terhadap upaya pemerintah dalam melestarikan budaya dan bahasa daerah. Media sosial dipenuhi dengan konten yang mengolok-olok tradisi dan pencapaian bangsa sendiri, sementara nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial semakin terkikis. Para pemimpin daerah pun seringkali lebih mengedepankan kepentingan kelompok atau golongan daripada kepentingan bersama Provinsi. Jika kondisi pengabaian nilai-nilai nasionalisme ini terus berlanjut tanpa tindakan serius, dampak negatif paling fundamental yang akan terjadi adalah...
A
Melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa, berpotensi memicu disintegrasi sosial dan politik di tingkat lokal hingga nasional.
B
Peningkatan pendapatan per kapita akibat masuknya investasi asing dalam jumlah besar.
C
Terciptanya masyarakat yang lebih terbuka dan adaptif terhadap budaya global, sehingga meningkatkan daya saing.
D
Bergesernya fokus pembangunan dari sektor primer ke sektor tersier yang lebih menguntungkan.
E
Meningkatnya partisipasi politik warga dalam pemilihan umum daerah karena semangat individualisme.
NO. 253
Link Soal
Nasionalisme ekonomi diwujudkan salah satunya melalui penggunaan produk dalam negeri. Keuntungan utama dari mengedepankan produk lokal bagi masyarakat Indonesia adalah...
A
Meningkatkan ketergantungan negara terhadap impor barang.
B
Menciptakan peluang kerja dan memperkuat perekonomian nasional.
C
Membatasi kemampuan inovasi dalam produksi barang lokal.
D
Menurunkan penerimaan pajak bagi pemerintah dari sektor tersebut.
E
Memperkuat posisi produk asing di pasar domestik.
NO. 254
Link Soal
Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari pernah melancarkan 'Ekspedisi Pamalayu'. Tujuan strategis dari pengiriman pasukan ke wilayah Melayu ini adalah...
A
Membebaskan tawanan perang yang ditahan Sriwijaya
B
Membendung pengaruh Kubilai Khan dan memperluas wilayah kekuasaan
C
Mencari bantuan militer untuk melawan Kediri
D
Menjalin hubungan dagang rempah-rempah semata
E
Menghancurkan sisa-sisa kekuatan Kerajaan Sriwijaya
NO. 255
Link Soal
Di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, muncul berbagai ideologi transnasional yang berpotensi mengikis rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. Suatu daerah di Indonesia mengalami peningkatan penggunaan produk impor dan budaya asing secara signifikan, bahkan hingga menggeser kebanggaan terhadap produk dan budaya lokal. Menanggapi fenomena ini, langkah konkret yang paling tepat dan berkelanjutan untuk memperkuat nasionalisme Pancasila di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, adalah...
A
Mengadakan acara promosi besar-besaran produk lokal dan festival budaya tradisional secara rutin di setiap tingkatan pemerintahan.
B
Mendorong pemerintah untuk memblokir akses terhadap situs web dan konten digital asing yang dianggap merusak moral dan budaya bangsa.
C
Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal secara holistik dalam kurikulum pendidikan formal maupun informal, serta memfasilitasi ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan identitas nasional.
D
Mewajibkan penggunaan produk dalam negeri dan menerapkan kebijakan proteksionisme ketat terhadap masuknya produk serta investasi asing.
E
Melaksanakan program wajib militer atau pelatihan bela negara secara massal bagi seluruh pemuda untuk menanamkan disiplin dan cinta tanah air.
NO. 256
Link Soal
Pada tanggal 14-15 November 2009, para pemimpin ekonomi APEC mengadakan pertemuan di Singapura. Agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam forum internasional tersebut adalah terkait isu...
A
Perjanjian ekstradisi antar negara
B
Kesepakatan ekspor impor
C
Isu perubahan iklim dunia
D
Kerjasama ekonomi global
E
Penanganan krisis ekonomi global
NO. 257
Link Soal
Setelah periode Republik Indonesia Serikat (RIS), bangsa Indonesia secara resmi kembali ke bentuk negara kesatuan (NKRI) pada tanggal...
A
17 Agustus 1945
B
18 Agustus 1945
C
27 Desember 1949
D
17 Agustus 1950
E
5 Juli 1959
NO. 258
Link Soal
Setelah tugas BPUPKI dianggap selesai, Jepang membubarkannya dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal...
A
1 Juni 1945
B
22 Juni 1945
C
7 Agustus 1945
D
17 Agustus 1945
E
18 Agustus 1945
NO. 259
Link Soal
Dalam sejarah diplomasi mempertahankan kemerdekaan, Indonesia pernah terikat dalam perjanjian yang menyebabkan wilayah Republik Indonesia menjadi sangat sempit dan terkepung oleh wilayah pendudukan Belanda. Perjanjian yang dimaksud adalah...
A
Perjanjian Linggarjati
B
Konferensi Meja Bundar
C
Perjanjian Roem-Royen
D
Perjanjian Renville
E
Konferensi Malino
NO. 260
Link Soal
Di tengah arus globalisasi dan tantangan disinformasi, sentimen kedaerahan atau identitas sub-nasional seringkali mengemuka dan berpotensi mengikis kohesi bangsa. Dalam konteks Indonesia, penerapan nilai-nilai nasionalisme Pancasila yang paling efektif untuk menjaga keutuhan dan keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah dengan cara...
A
Menguatkan doktrin persatuan dan kesatuan melalui penyeragaman budaya serta penekanan pada sejarah perjuangan bangsa.
B
Menekankan superioritas budaya nasional di atas budaya asing, serta membatasi interaksi dengan pihak luar yang dianggap dapat melemahkan identitas bangsa.
C
Mendorong setiap warga negara untuk lebih berfokus pada pembangunan daerah masing-masing, dengan keyakinan bahwa kemajuan daerah akan otomatis memperkuat nasionalisme.
D
Membangun dan memelihara kesadaran kolektif akan Bhinneka Tunggal Ika, memupuk toleransi, serta secara proaktif mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam bingkai kebangsaan Pancasila.
E
Mengandalkan peran aktif aparat keamanan dan intelijen dalam menindak setiap gerakan yang berpotensi memecah belah bangsa tanpa toleransi.