Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 27. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 261
Link Soal
Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda. Inti perbedaan tersebut bukan pada pelaksanaan proklamasi, melainkan pada...
A
Siapa yang akan menandatangani naskah proklamasi
B
Tempat pelaksanaan proklamasi kemerdekaan
C
Waktu dan cara pelaksanaan proklamasi (keterlibatan PPKI/Jepang)
D
Penyusunan naskah proklamasi
E
Bentuk negara yang akan diproklamasikan
NO. 262
Link Soal
Berikut ini yang bukan merupakan upaya mempertahankan nasionalisme di era globalisasi adalah…
A
Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
B
Membudayakan sikap dan perilaku cinta tanah air.
C
Mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
D
Mengutamakan produk dalam negeri.
E
Menolak semua pengaruh budaya asing yang masuk.
NO. 263
Link Soal
Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan organisasi yang dipelopori oleh para pemimpin negara berkembang. Dari tokoh-tokoh berikut, siapakah yang BUKAN merupakan inisiator utama berdirinya GNB?
A
Jawaharlal Nehru
B
Gamal Abdul Nasser
C
Tuanku Abdul Razak
D
Yoseph Broz Tito
E
Ir. Soekarno
NO. 264
Link Soal
Dalam menanamkan patriotisme di sekolah, metode pedagogis apa yang paling berdampak bagi siswa untuk menghayati nilai kebangsaan, bukan sekadar menghafal teori?
A
Menghapuskan mata pelajaran sejarah karena dianggap membosankan
B
Melibatkan siswa secara aktif dalam preservasi budaya lokal dan upacara peringatan nasional
C
Mengarahkan minat siswa sepenuhnya pada kultur pop internasional
D
Membatasi kurikulum hanya pada sains dan teknologi tanpa muatan moral
E
Menekankan pada pencapaian materiil pribadi di atas kepentingan bersama
NO. 265
Link Soal
Tokoh perjuangan yang dikenal dengan strategi diplomasi dan merupakan salah satu perumus naskah proklamasi bersama Soekarno dan Ahmad Soebardjo adalah...
A
H.O.S. Cokroaminoto
B
Dr. Sutomo
C
Mohammad Hatta
D
Ki Hajar Dewantara
E
Sutan Sjahrir
NO. 266
Link Soal
Fenomena korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta praktik birokrasi yang lambat dan berbelit-belit masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Praktik-praktik ini secara langsung merugikan negara dan rakyat, menghambat pembangunan, serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Jika nasionalisme diartikan sebagai pengabdian tulus demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat, maka KKN adalah bentuk anti-nasionalisme yang paling merusak. Bagaimana perilaku KKN ini, secara fundamental, merusak fondasi nasionalisme yang seharusnya berlandaskan pada pengabdian dan integritas, serta apa implikasinya terhadap legitimasi negara di mata warganya?
A
Menciptakan jurang kepercayaan yang dalam antara rakyat dan pemerintah, karena perilaku koruptif menunjukkan pengkhianatan terhadap amanah dan kepentingan publik, sehingga melemahkan legitimasi negara.
B
Menyebabkan kerugian finansial negara yang besar, menghambat alokasi dana untuk program-program pembangunan penting yang seharusnya meningkatkan kualitas hidup rakyat.
C
Mendorong budaya permisif di masyarakat di mana individu lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kepentingan bersama, mengikis etos kerja dan gotong royong.
D
Mempersulit masuknya investasi asing karena iklim usaha yang tidak kondusif dan sarat pungli, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
E
Merusak reputasi Indonesia di mata dunia internasional, yang dapat berdampak pada citra negara dan posisi tawar dalam hubungan diplomatik dan perdagangan.
NO. 267
Link Soal
Bapak Surya Negara, seorang tokoh karismatik dari Desa Harmoni di Provinsi Bhinneka Raya, mendedikasikan hidupnya untuk menyatukan berbagai suku dan adat istiadat yang berbeda di wilayahnya. Ia tidak pernah lelah menyuarakan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, menolak tawaran asing yang dapat memecah belah komunitas demi keuntungan pribadi, dan justru mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal demi kemajuan nasional. Di masa sulit, ketika disintegrasi mengancam, Bapak Surya Negara menjadi benteng terakhir yang mengingatkan semua pihak akan identitas kolektif dan cita-cita luhur pendirian negara. Semangatnya menginspirasi banyak pemuda untuk mengabdi kepada negara.
Perjuangan Bapak Surya Negara tersebut secara paling tepat mencerminkan nilai luhur...
A
Nasionalisme yang mengedepankan kepentingan bangsa di atas golongan atau pribadi.
B
Patriotisme yang berani berkorban demi mempertahankan kedaulatan negara.
C
Demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan partisipasi warga.
D
Pluralisme yang menghargai perbedaan budaya dan agama dalam masyarakat.
E
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang merata tanpa diskriminasi.
NO. 268
Link Soal
Pada masa pembangunan Orde Baru, program Pelita (Pembangunan Lima Tahun) dilaksanakan dengan tujuan utama untuk...
A
Mewujudkan keadilan sosial yang merata secara instan
B
Mencapai pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya tanpa mempedulikan pemerataan
C
Menjaga stabilitas politik dengan kekuatan militer
D
Meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan rakyat
E
Menguasai pasar internasional dengan produk dalam negeri
NO. 269
Link Soal
Perubahan bunyi sila pertama pada Piagam Jakarta menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' merupakan hasil kompromi demi persatuan nasional. Tokoh Islam yang memiliki peran besar dalam memberikan pandangan sehingga tercapai kesepakatan tersebut adalah...
A
KH. Hasyim Asy'ari
B
H.O.S. Cokroaminoto
C
Ki Bagus Hadikusumo
D
H. Agus Salim
E
KH. Ahmad Dahlan
NO. 270
Link Soal
Di era globalisasi yang ditandai dengan interkoneksi antarnegara dan munculnya isu-isu transnasional seperti perubahan iklim, pandemi, serta digitalisasi, konsep nasionalisme seringkali dihadapkan pada tantangan baru. Sebagian berpendapat nasionalisme harus lebih inklusif dan adaptif terhadap nilai-nilai universal, sementara yang lain bersikeras pada penguatan identitas dan kepentingan nasional murni. Dalam konteks Indonesia, yang kaya akan keberagaman dan memiliki Pancasila sebagai dasar negara, bagaimana seharusnya nasionalisme diimplementasikan untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus berdaya saing di kancah global?
A
Mengedepankan kepentingan nasional absolut di atas segala-galanya, bahkan jika bertentangan dengan konsensus global, demi kedaulatan penuh dan kemandirian.
B
Membuka diri terhadap pengaruh asing dan nilai-nilai universal secara total, sehingga identitas nasional dapat beradaptasi dan berkembang tanpa batasan demi kemajuan global.
C
Memperkuat nasionalisme berbasis nilai-nilai Pancasila yang inklusif, toleran, dan mengedepankan kerja sama internasional tanpa mengorbankan identitas serta kepentingan strategis bangsa.
D
Mengutamakan pembangunan ekonomi domestik dengan membatasi investasi asing dan menolak perjanjian perdagangan internasional yang dianggap merugikan, agar kemandirian ekonomi terjaga sepenuhnya.
E
Mendorong homogenisasi budaya dan bahasa nasional untuk memastikan kesatuan identitas yang solid di tengah keberagaman, agar bangsa lebih kuat menghadapi tantangan global.