Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 28. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 271
Link Soal
Dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, khususnya pada masa Konstitusi RIS, Presiden memiliki kekuasaan yang 'tidak dapat diganggu gugat'. Konsep ini menunjukkan bahwa pada masa tersebut kedudukan Presiden adalah sebagai...
A
Kepala Pemerintahan yang bertanggung jawab pada parlemen
B
Kepala Negara simbolis, sementara tanggung jawab pemerintahan ada pada menteri
C
Pemimpin partai politik pemenang pemilu
D
Diktator yang memiliki kekuasaan tak terbatas
E
Ketua parlemen merangkap eksekutif
NO. 272
Link Soal
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam, salah satunya adalah Tari Dana-dana yang berasal dari daerah...
A
Maluku Utara
B
Bengkulu
C
Sulawesi Tengah
D
Gorontalo
E
Nusa Tenggara Timur
NO. 273
Link Soal
Kembalinya pusat pemerintahan ke Yogyakarta serta pembebasan para pemimpin RI yang ditawan Belanda merupakan implementasi dari hasil kesepakatan...
A
Perjanjian Linggarjati
B
Perundingan Roem-Royen
C
Perjanjian Renville
D
Konferensi Meja Bundar (KMB)
E
Serangan Umum 1 Maret 1949
NO. 274
Link Soal
Konflik yang terjadi selama Perang Aceh (1873-1904) menarik perhatian negara-negara besar dunia. Akar konflik yang melibatkan kepentingan asing tersebut terutama berkaitan dengan aspek...
A
Sosial dan Budaya
B
Militer dan Pertahanan
C
Agama dan Kepercayaan
D
Teknologi dan Industri
E
Pendidikan dan Kesehatan
NO. 275
Link Soal
Dalam menghadapi tuntutan globalisasi, sebuah negara A dihadapkan pada tekanan untuk membuka pasar secara penuh demi integrasi ekonomi global. Namun, langkah ini berpotensi mengancam kelangsungan industri-industri lokal yang belum memiliki daya saing yang kuat. Jika negara A menganut prinsip nasionalisme yang berlandaskan Pancasila, pendekatan strategis yang paling tepat untuk diambil dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat adalah...
A
Membuka pasar seluas-luasnya agar produk lokal terpacu untuk bersaing secara global, dengan konsekuensi beberapa industri lemah akan gulung tikar.
B
Menutup rapat-rapat pasar domestik dari produk asing guna melindungi seluruh industri lokal, meskipun dapat memicu retaliasi dagang dan isolasi ekonomi.
C
Mengimplementasikan kebijakan proteksionisme selektif pada sektor-sektor strategis dan rentan, sambil secara aktif meningkatkan kapasitas dan daya saing industri lokal, serta menjalin kerja sama internasional yang berprinsip saling menguntungkan.
D
Fokus pada pengembangan industri padat karya berorientasi ekspor untuk mendapatkan devisa sebanyak-banyaknya, tanpa terlalu memperhatikan pasar domestik.
E
Menyerahkan sepenuhnya dinamika pasar kepada mekanisme global dan swasta, dengan keyakinan bahwa kekuatan ekonomi akan menyeleksi industri yang layak bertahan.
NO. 276
Link Soal
Dalam sejarah perumusan konstitusi, Panitia Kecil memiliki tanggung jawab utama untuk...
A
Menyusun teks proklamasi kemerdekaan
B
Membantu tugas Panitia Sembilan dalam melobi pihak Jepang
C
Merancang draf undang-undang dasar dengan merujuk pada hasil sidang BPUPKI dan Panitia Hukum
D
Mengesahkan UUD 1945 dalam sidang pleno
E
Menunjuk Presiden dan Wakil Presiden sementara
NO. 277
Link Soal
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Wilayah manakah yang dikenal sebagai sentra penghasil tambang Bauksit?
A
Bontang
B
Pulau Buru
C
Lapangan Arun
D
Pulau Tarakan
E
Pulau Bintan
NO. 278
Link Soal
Sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia", secara langsung mencerminkan semangat…
A
Demokrasi.
B
Keadilan Sosial.
C
Nasionalisme.
D
Kedaulatan Rakyat.
E
Toleransi Beragama.
NO. 279
Link Soal
Panitia Sembilan yang dibentuk untuk merumuskan dasar negara Indonesia diketuai oleh tokoh pergerakan nasional, yaitu...
A
Mohammad Hatta
B
Dr. Radjiman Wedyodiningrat
C
Mohammad Yamin
D
Soekarno
E
A. A. Maramis
NO. 280
Link Soal
Teks proklamasi disusun oleh tiga tokoh utama di kediaman Laksamana Maeda. Siapakah ketiga tokoh penyusun tersebut?
A
Sukarno, Hatta, dan Sayuti Melik
B
Sukarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo
C
Sukarno, Hatta, dan Sukarni
D
Sukarno, Hatta, dan Moh. Yamin
E
Sukarno, Hatta, dan B.M. Diah