Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 28. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 271
Link Soal
Di era disrupsi informasi, media sosial telah menjadi medan pertempuran ideologi yang baru. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda yang bertujuan mendiskreditkan pemerintah, memecah belah bangsa, atau bahkan meragukan ideologi negara, menjadi ancaman serius bagi nasionalisme dan persatuan Indonesia. Ancaman ini bersifat non-fisik, namun dampaknya bisa sangat masif dan destruktif. Bagaimana konsep 'bela negara' perlu direinterpretasikan dan diinternalisasikan oleh warga negara, khususnya generasi digital, agar mampu membentengi diri dari ancaman disintegrasi yang bersifat non-fisik di dunia maya?
A
Melalui literasi digital yang kuat untuk memverifikasi informasi, berpikir kritis terhadap konten, dan aktif menyebarkan narasi positif yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
B
Dengan membentuk satuan tugas siber yang kuat dari unsur pemerintah dan masyarakat untuk memblokir dan menindak akun-akun penyebar hoaks secara tegas.
C
Mengurangi penggunaan media sosial dan beralih ke sumber informasi tradisional yang lebih terverifikasi untuk menghindari paparan berita palsu.
D
Mewajibkan kursus pendidikan kewarganegaraan secara daring yang menekankan bahaya hoaks dan pentingnya loyalitas terhadap negara di dunia maya.
E
Mendorong setiap individu untuk melaporkan setiap konten yang dianggap provokatif atau berpotensi merusak persatuan kepada pihak berwenang.
NO. 272
Link Soal
Sebagai negara yang besar dan memiliki banyak pulau, Indonesia memiliki tantangan dalam menyebarkan informasi yang merata ke seluruh wilayah. Hal ini penting agar seluruh masyarakat mendapatkan pemahaman yang sama tentang isu-isu nasional. Apa langkah yang paling efektif yang bisa dilakukan pemerintah untuk memastikan bahwa informasi mengenai nasionalisme dan isu-isu kebangsaan bisa menjangkau seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil?
A
Membangun pusat informasi di kota-kota besar saja
B
Menggunakan teknologi digital seperti radio, televisi, dan internet untuk menjangkau daerah-daerah terpencil
C
Mengirimkan surat kepada setiap rumah tangga mengenai isu-isu kebangsaan
D
Mengadakan seminar kebangsaan hanya di kota besar
E
Menyebarkan informasi hanya melalui media cetak
NO. 273
Link Soal
Sikap chauvinisme adalah bentuk ekstrem dari nasionalisme yang berbahaya karena…
A
Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.
B
Menganggap bangsa sendiri paling unggul dan merendahkan bangsa lain.
C
Menutup diri dari pengaruh budaya asing.
D
Menolak kerja sama dengan negara lain.
E
Mendorong konflik antarwarga negara.
NO. 274
Link Soal
Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Perjuangan beliau dalam mengembangkan pendidikan bertujuan untuk ...
A
meningkatkan status sosial masyarakat pribumi di mata Belanda
B
memberikan pendidikan yang hanya fokus pada keterampilan militer
C
mendidik masyarakat Indonesia agar mampu berpikir kritis dan mandiri
D
menghilangkan budaya asli dan menggantinya dengan budaya Eropa
E
menyiapkan masyarakat Indonesia untuk menjadi pekerja bagi perusahaan asing
NO. 275
Link Soal
Tujuan utama pembangunan nasional Indonesia bukanlah sekadar fisik, melainkan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Apa implikasi dari tujuan tersebut?
A
Agar Indonesia ditakuti oleh negara tetangga secara militer.
B
Menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu bersaing dan tidak diremehkan.
C
Memperluas wilayah kekuasaan negara ke negara lain.
D
Meningkatkan gaya hidup mewah para pejabat negara.
E
Mengisolasi diri dari pergaulan internasional agar mandiri.
NO. 276
Link Soal
Secara etimologis, nama 'Indonesia' berasal dari bahasa Latin yaitu 'Indus' dan 'Nesos'. Kata 'Nesos' dalam gabungan kata tersebut memiliki arti...
A
Samudra
B
Pulau-pulau
C
Hindia
D
Khatulistiwa
E
Merdeka
NO. 277
Link Soal
Partai Nasional Indonesia (PNI) merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional yang paling berpengaruh. Siapakah tokoh utama yang mendirikan organisasi ini?
A
Drs. Mohammad Hatta
B
Ir. Soekarno
C
Mr. Ahmad Subardjo
D
Sukiman
E
Ali Sastroamijoyo
NO. 278
Link Soal
Dalam proses perumusan naskah proklamasi, terdapat tiga tokoh utama yang berperan langsung dalam menyusun kalimat-kalimatnya. Siapakah ketiga tokoh tersebut?
A
Soekarno, Moh. Hatta, dan Sutan Sjahrir
B
Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo
C
Soekarno, Ahmad Soebardjo, dan Sukarni
D
Moh. Hatta, Ahmad Soebardjo, dan Sayuti Melik
E
Soekarno, Moh. Yamin, dan Moh. Hatta
NO. 279
Link Soal
Setelah periode perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan, Indonesia memasuki fase pembangunan yang intensif. Nasionalisme yang awalnya diartikan sebagai semangat 'merebut' dan 'membela' negara dari penjajah, kini bergeser menjadi semangat 'membangun' dan 'mengisi' kemerdekaan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Pergeseran ini menuntut adaptasi fundamental dalam pemahaman dan praktik kewarganegaraan. Bagaimana pergeseran interpretasi nasionalisme ini menuntut perubahan paling esensial dalam cara warga negara memandang dan melaksanakan 'bela negara' dalam konteks pasca-kemerdekaan?
A
Dari kesiapan mengangkat senjata menjadi partisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya, serta integritas dalam menjalankan profesi untuk kemajuan bangsa.
B
Dari pengorbanan nyawa untuk mempertahankan wilayah menjadi kepatuhan terhadap hukum dan peraturan pemerintah demi terciptanya ketertiban sosial.
C
Dari semangat anti-asing dan proteksionisme menjadi keterbukaan terhadap inovasi dan investasi global yang membawa manfaat bagi bangsa.
D
Dari identifikasi diri dengan kelompok perjuangan menjadi identifikasi diri yang kuat dengan negara dan ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
E
Dari fokus pada kepemimpinan militer menjadi penguatan peran intelektual dan akademisi dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.
NO. 280
Link Soal
Momentum bersejarah dimulainya Gerakan Non-Blok secara formal ditandai dengan pelaksanaan KTT I yang diselenggarakan di Beograd, Yugoslavia. Kapan pertemuan tersebut berlangsung?
A
1960
B
1962
C
1964
D
1961
E
1963