Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 29. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 281
Link Soal
Panitia Sembilan yang dibentuk untuk merumuskan dasar negara Indonesia diketuai oleh tokoh pergerakan nasional, yaitu...
A
Mohammad Hatta
B
Dr. Radjiman Wedyodiningrat
C
Mohammad Yamin
D
Soekarno
E
A. A. Maramis
NO. 282
Link Soal
Setelah masa tugas BPUPKI berakhir dan organisasi tersebut dibubarkan, pemerintah pendudukan Jepang membentuk badan baru untuk melanjutkan persiapan kemerdekaan. Badan yang dimaksud adalah...
A
Panitia Sembilan
B
Putera
C
Budi Oetomo
D
PPKI
E
KNIP
NO. 283
Link Soal
Untuk meredam gejolak politik menjelang akhir kekuasaannya, Presiden Soekarno melakukan perombakan kabinet pada 21 Februari 1966. Apa nama kabinet hasil reshuffle yang dikenal juga dengan sebutan kabinet 100 menteri tersebut?
A
Kabinet Ampera
B
Kabinet Kerja
C
Kabinet Gotong Royong
D
Kabinet Pembangunan
E
Kabinet Dwikora yang Disempurnakan
NO. 284
Link Soal
Soekarno pernah mengusulkan konsep Trisila sebagai hasil perasan dari lima sila Pancasila. Adapun isi dari rumusan Trisila tersebut terdiri atas...
A
Socio-nationalisme, Socio-demokratis, dan Ketuhanan
B
Nasionalisme, Demokrasi, dan Ketuhanan yang berkebudayaan
C
Socio-demokratis, Gotong royong, dan Nasionalisme
D
Nasionalisme, Internasionalisme, dan Ketuhanan
E
Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Persatuan
NO. 285
Link Soal
Wujud nasionalisme dalam sektor ekonomi dapat diimplementasikan melalui tindakan...
A
Bergantung sepenuhnya pada produk impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.
B
Menggenjot jumlah investasi dari luar negeri ke sektor-sektor ekonomi vital.
C
Mengembangkan dan memprioritaskan penggunaan produk-produk buatan dalam negeri.
D
Menghapuskan seluruh pungutan pajak bagi perusahaan-perusahaan asing.
E
Terus-menerus mengekspor bahan mentah tanpa melakukan proses pengolahan lebih lanjut.
NO. 286
Link Soal
Pengakuan de facto Belanda atas wilayah Republik Indonesia yang hanya meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura adalah hasil dari kesepakatan dalam perundingan...
A
Roem-Royen
B
Konferensi Meja Bundar
C
Renville
D
Giyanti
E
Linggarjati
NO. 287
Link Soal
Dalam konteks tantangan globalisasi yang mengintensifkan interaksi budaya dan munculnya fragmentasi sosial berdasarkan identitas primordial di Indonesia, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki semangat nasionalisme Pancasila harus mengedepankan pendekatan yang adaptif dan inklusif. Pendekatan yang paling efektif untuk menjaga dan memperkuat persatuan serta keutuhan bangsa adalah...
A
Menegaskan superioritas identitas nasional di atas identitas lokal dan transnasional, serta membatasi pengaruh asing untuk mencegah potensi disintegrasi.
B
Mengutamakan pembangunan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan, dengan keyakinan bahwa peningkatan taraf hidup akan secara otomatis meredam konflik identitas dan menumbuhkan nasionalisme.
C
Mendorong dialog lintas identitas, mempromosikan toleransi, dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan filosofis yang mempersatukan di tengah keberagaman dan dinamika global.
D
Memperkuat institusi keamanan negara dan penegakan hukum secara ketat terhadap setiap gerakan yang dianggap mengancam ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI.
E
Menitikberatkan pada pelestarian kearifan lokal dan budaya daerah sebagai benteng utama identitas nasional, sembari secara selektif menerima inovasi dari luar yang tidak bertentangan.
NO. 288
Link Soal
Berikut ini yang bukan merupakan upaya mempertahankan nasionalisme di era globalisasi adalah…
A
Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
B
Membudayakan sikap dan perilaku cinta tanah air.
C
Mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
D
Mengutamakan produk dalam negeri.
E
Menolak semua pengaruh budaya asing yang masuk.
NO. 289
Link Soal
Pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945, dibentuk beberapa panitia kecil untuk membahas aspek teknis negara. Siapakah tokoh yang ditunjuk sebagai ketua Panitia Pembela Tanah Air (PETA)?
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Moh. Hatta
C
Jenderal Soedirman
D
Abikusno Tjokrosujoso
E
Suparman
NO. 290
Link Soal
Di era otonomi daerah dan globalisasi, sebuah pemerintah kabupaten sedang merancang Peraturan Daerah (Perda) yang secara tegas membatasi masuknya produk dan investasi dari luar wilayah kabupaten, bahkan dari provinsi lain di Indonesia, dengan alasan untuk melindungi perekonomian lokal dan identitas budaya setempat. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai nasionalisme dan persatuan bangsa, bagaimana Anda seharusnya menyikapi rancangan Perda tersebut?
A
Mendukung penuh rancangan Perda tersebut sebagai bentuk konkret implementasi kedaulatan daerah dan keberpihakan terhadap ekonomi lokal.
B
Menolak secara mutlak Perda tersebut karena setiap pembatasan antar-wilayah di Indonesia akan merusak integrasi ekonomi nasional dan mengikis semangat persatuan.
C
Mengusulkan kajian mendalam terhadap Perda tersebut dengan melibatkan pakar hukum tata negara dan ekonomi nasional untuk memastikan bahwa Perda tersebut tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, serta mencari solusi yang harmonis antara kepentingan lokal dan nasional.
D
Membiarkan Perda tersebut karena merupakan kewenangan otonomi daerah, tanpa perlu intervensi dari ASN yang bukan bagian dari pemerintah daerah tersebut.
E
Mengadvokasi agar Perda tersebut dijadikan contoh bagi daerah lain untuk memperkuat identitas dan ekonomi lokal masing-masing, sebagai wujud keberagaman Indonesia.