Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 3. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 21
Link Soal
Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) terjadi di beberapa wilayah Indonesia sebagai bentuk disintegrasi bangsa. Di antara provinsi berikut di Pulau Jawa, manakah yang TIDAK menjadi basis pemberontakan tersebut?
A
Jawa Barat
B
Jawa Tengah
C
Jawa Timur
D
Banten (saat itu bagian Jabar)
E
Aceh (luar Jawa)
NO. 22
Link Soal
Terbentuknya negara melalui adanya kelebihan dan dominasi seseorang atas orang lain, pemahaman itu merupakan intisari dari Teori Kekuasaan. Siapakah tokoh yang menganut ajaran ini?
A
J.J. Rousseau
B
Montesquieu
C
John Locke
D
Aristoteles
E
Machiavelli
NO. 23
Link Soal
Momen penting dalam sejarah diplomasi Indonesia adalah Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Konferensi tersebut diselenggarakan pada...
A
23 Agustus - 2 November 1945
B
23 Agustus - 2 November 1946
C
23 Agustus - 2 November 1947
D
23 Agustus - 2 November 1948
E
23 Agustus - 2 November 1949
NO. 24
Link Soal
Bapak Karto, seorang pejabat publik di Kabupaten Bhinneka, kerap kali dalam berbagai kesempatan resmi dan kebijakan pengadaan di instansinya menganjurkan penggunaan produk-produk impor, dengan alasan kualitas dan harga yang lebih bersaing. Ia cenderung mengabaikan produk-produk lokal yang sebenarnya memiliki kualitas setara dan potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah serta nasional. Sikap Bapak Karto ini menimbulkan kegelisahan di kalangan pelaku UMKM lokal dan masyarakat, yang merasa bahwa kebijakan tersebut tidak sejalan dengan semangat cinta produk dalam negeri. Berdasarkan studi kasus ini, tindakan Bapak Karto dapat diartikan sebagai pelanggaran prinsip nasionalisme Indonesia, khususnya dalam aspek...
A
Mendukung kedaulatan ekonomi dan kemandirian bangsa.
B
Memperkuat persatuan dan kesatuan melalui keberagaman budaya.
C
Mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi dan golongan.
D
Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam setiap kebijakan.
E
Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk daya saing global.
NO. 25
Link Soal
Pemerintah Daerah "Bumi Pertiwi" berencana mengganti nama-nama jalan di wilayahnya dengan nama pahlawan nasional untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Namun, rencana ini menuai protes dari sebagian masyarakat adat yang bersikeras mempertahankan nama jalan tradisional mereka, dengan alasan nama-nama tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas dan warisan budaya lokal mereka. Konflik ini menimbulkan dilema antara penguatan identitas nasional dan pelestarian kearifan lokal.
Sebagai seorang ASN yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika, langkah strategis apa yang paling tepat untuk menangani situasi ini?
A
Memaksakan penggantian nama jalan sesuai rencana awal dan melakukan sosialisasi masif tentang pentingnya nasionalisme di atas identitas lokal demi persatuan bangsa.
B
Membatalkan seluruh rencana penggantian nama jalan untuk menjaga kerukunan dan menghindari konflik dengan masyarakat lokal, serta menghormati sepenuhnya kearifan lokal.
C
Menginisiasi dialog multi-pihak yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat adat, budayawan, dan ahli sejarah untuk merumuskan solusi kompromi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepahlawanan nasional tanpa menghilangkan identitas lokal yang berharga.
D
Mengganti nama jalan hanya di area-area perkotaan yang tidak memiliki resistensi kuat, sementara nama jalan tradisional di perkampungan tetap dipertahankan.
E
Memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah tersebut, dengan harapan masyarakat akan lebih menerima kebijakan penggantian nama jalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan.
NO. 26
Link Soal
Pada masa Demokrasi Terpimpin, Presiden Soekarno memperkenalkan konsep Manipol USDEK sebagai Garis-garis Besar Haluan Negara. Apa kepanjangan dari akronim USDEK tersebut?
A
UUD 45, Sosialisme, Demokrasi, Ekonomi, Kepribadian Indonesia
B
UUD 45, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi, Kepribadian Indonesia
C
UUD 45, Sosialisme Terpimpin, Demokrasi, Ekonomi, Kepribadian Indonesia
D
UUD 45, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, Kepribadian Indonesia
E
UUD 45, Sosialisme, Demokrasi, Ekonomi Terpimpin, Kepribadian Indonesia
NO. 27
Link Soal
Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara resmi didirikan sebagai upaya menjaga eksistensi pemerintahan RI pada tanggal...
A
8 Desember 1947
B
19 Desember 1947
C
22 Desember 1947
D
19 Desember 1948
E
22 Desember 1948
NO. 28
Link Soal
Gen Z cenderung lebih mengonsumsi konten global. Sebagai penggerak pemuda, bagaimana cara Anda melakukan "Nasionalisme Digital" agar relevan dengan selera zaman?
A
Memblokir akses terhadap platform hiburan asing
B
Mengkreasikan konten budaya lokal dengan kemasan modern di platform digital
C
Melakukan kampanye hitam terhadap budaya luar
D
Menjauhkan isu kebudayaan dari ruang digital
E
Melarang penggunaan gawai bagi anggota organisasi pemuda
NO. 29
Link Soal
Di era digital, informasi tentang isu-isu nasional dan kebijakan pemerintah dapat diakses dengan mudah. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya. Sebagai seorang warga negara yang bertanggung jawab, bagaimana cara yang paling bijak untuk menangani informasi yang Anda terima tentang isu-isu nasional?
A
Menyebarkan informasi apa pun yang diperoleh tanpa memeriksa kebenarannya
B
Mengecek fakta dari sumber resmi sebelum menyebarkan informasi dan berhati-hati terhadap hoaks
C
Hanya menerima informasi dari satu sumber saja tanpa mempertimbangkan pandangan lain
D
Mengandalkan informasi dari media sosial tanpa memverifikasi kebenarannya
E
Menghindari semua jenis berita tentang isu-isu nasional
NO. 30
Link Soal
Semangat nasionalisme Indonesia tidak hanya berhenti pada semangat persatuan dan kemerdekaan, tetapi juga mencakup semangat untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Tokoh proklamator yang memiliki konsep mengenai nasionalisme ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil adalah...
A
Mohammad Hatta dengan konsep koperasi.
B
Soekarno dengan konsep Marhaenisme.
C
Sutan Sjahrir dengan konsep sosialisme demokrat.
D
Tan Malaka dengan konsep Madilog.
E
Ki Hajar Dewantara dengan konsep pendidikan nasional.