Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 3. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 21
Link Soal
Isu perbatasan seringkali menjadi dilema antara kedaulatan dan hubungan tetangga. Strategi "Jalan Tengah" yang paling tepat dalam diplomasi perbatasan adalah ...
A
Operasi militer ofensif ke wilayah sengketa
B
Kombinasi patroli keamanan rutin dan negosiasi diplomatik intensif
C
Menerapkan pengelolaan bersama (joint management) tanpa batas waktu
D
Isolasi total wilayah perbatasan dari interaksi luar
E
Mengalah demi menjaga perasaan negara tetangga
NO. 22
Link Soal
Pada tanggal berapakah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) secara resmi dibentuk untuk mempersiapkan pemindahan kekuasaan?
A
1 Agustus 1945
B
22 Agustus 1945
C
7 Agustus 1945
D
18 Agustus 1945
E
6 Agustus 1945
NO. 23
Link Soal
Kusumo Wijoyo, seorang pemuda dari Desa Puncak Harapan di wilayah Nusantara Jaya, menyaksikan bagaimana bangsanya terpecah belah oleh adu domba penjajah. Ia meninggalkan cita-cita pribadi untuk mengabdi penuh pada perjuangan kemerdekaan. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah lain, menyatukan suku-suku yang berbeda pandangan, meyakinkan mereka bahwa kekuatan sejati terletak pada persatuan. Ia selalu menekankan bahwa identitas 'Nusantara Jaya' jauh lebih penting daripada identitas kesukuan atau kedaerahan. Semangatnya yang tak pernah padam berhasil membangkitkan kesadaran kolektif untuk berjuang demi satu tujuan: kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Setelah kemerdekaan diraih pun, ia terus berjuang untuk menanamkan rasa bangga akan budaya lokal dan persatuan di tengah ancaman disintegrasi. Sikap dan perjuangan Kusumo Wijoyo paling tepat mencerminkan nilai luhur yang dikenal sebagai...
A
Nasionalisme
B
Patriotisme
C
Solidaritas Sosial
D
Demokrasi
E
Humanisme
NO. 24
Link Soal
Sumpah Pemuda 1928 bukan hanya tentang ikrar satu nusa, bangsa, dan bahasa, tetapi juga tonggak perubahan strategi perjuangan. Perubahan strategi seperti apa yang paling menonjol pasca Sumpah Pemuda?
A
Dari perjuangan fisik bersenjata menjadi perjuangan diplomasi.
B
Dari perjuangan bersifat kedaerahan (lokal) menjadi perjuangan bersifat nasional (persatuan).
C
Dari perjuangan radikal menjadi kooperatif dengan Belanda.
D
Dari perjuangan kaum tua menjadi perjuangan kaum muda saja.
E
Dari perjuangan politik menjadi perjuangan ekonomi.
NO. 25
Link Soal
Di era digital yang penuh disrupsi, 'Forum Pemuda Merdeka' (FPM) dihadapkan pada tantangan pelik. Anggota FPM, yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah, ingin menjaga semangat kebangsaan tetap menyala. Namun, sebagian dari mereka lebih sering terlibat dalam tren global yang mendominasi media sosial, bahkan terkesan kurang peduli dengan narasi perjuangan kemerdekaan atau kekayaan budaya lokal. Ada pula kelompok minoritas di FPM yang merasa identitas keagamaannya kurang terwadahi dalam diskusi kebangsaan, sementara kelompok mayoritas tanpa sengaja seringkali mengedepankan perspektif agamanya dalam setiap pembahasan isu nasional. Ketua FPM mengingatkan bahwa persatuan yang dirajut Budi Utomo dan Sumpah Pemuda adalah fondasi yang harus terus diadaptasi, bukan hanya dihafal. Ia juga menekankan bahwa nasionalisme bukan berarti menafikan keberagaman, melainkan merangkulnya dalam bingkai NKRI.
Berdasarkan narasi di atas, pendekatan strategis yang paling komprehensif untuk diterapkan oleh 'Forum Pemuda Merdeka' guna memperkuat nasionalisme, menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi, dan mewujudkan moderasi beragama adalah...
A
Menginisiasi program 'Bhinneka Digital' yang memfasilitasi diskusi kritis tentang konten global, mengenalkan kembali kekayaan budaya dan narasi sejarah lokal melalui platform digital interaktif, serta mengadakan forum dialog lintas iman secara berkala untuk memperkuat pemahaman dan toleransi.
B
Meningkatkan kesadaran akan kewajiban membela negara di garda depan, mengadakan pelatihan fisik dan mental untuk menghadapi ancaman asing, serta secara tegas menolak segala bentuk paham transnasional yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.
C
Memperbanyak publikasi kutipan tokoh-tokoh nasional di media sosial, mengadakan lomba mengenakan pakaian adat, dan mendorong anggota untuk lebih aktif menyuarakan pandangan keagamaan masing-masing agar merasa diakui.
D
Membatasi akses anggota terhadap media sosial asing, fokus hanya pada konten-konten kebangsaan murni, dan membentuk satu wadah tunggal bagi semua agama untuk menyamakan persepsi dalam bernegara demi menghindari friksi.
E
Mengintensifkan pembelajaran sejarah perjuangan bangsa melalui seminar dan kunjungan museum, serta menyerahkan urusan moderasi beragama sepenuhnya kepada pemuka agama agar tidak mencampuri urusan negara.
NO. 26
Link Soal
Keragaman bahasa adalah kekayaan bangsa. Bahasa daerah yang menjadi bahasa ibu dan digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh mayoritas masyarakat asli Jawa Barat adalah...
A
Bahasa Jawa
B
Bahasa Melayu
C
Bahasa Betawi
D
Bahasa Sunda
E
Bahasa Madura
NO. 27
Link Soal
Pada masa awal pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), posisi Kepala Staf Umum dipercayakan kepada tokoh yang berjasa besar dalam meletakkan dasar struktur organisasi militer Indonesia, yaitu...
A
Jenderal Soedirman
B
Supriyadi
C
Letjen Oerip Soemoharjo
D
Jenderal Ahmad Yani
E
Jenderal A.H. Nasution
NO. 28
Link Soal
Hasil kerja Panitia Kecil dalam rangkaian sidang BPUPKI menghasilkan dokumen rumusan dasar negara yang kemudian dikenal dengan sebutan 'Piagam Jakarta'. Siapakah tokoh yang memberikan usulan nama dokumen tersebut?
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Mohammad Hatta
C
KH. Wahid Hasyim
D
Mr. Ahmad Subardjo
E
Mr. Muhammad Yamin
NO. 29
Link Soal
Di tengah derasnya arus globalisasi dan gempuran informasi dari berbagai arah, BEM Universitas Merdeka berencana memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Beberapa anggota BEM mengusulkan acara festival budaya lokal secara besar-besaran dan seminar tentang Pancasila. Namun, ada juga usulan untuk fokus pada isu-isu internasional dan bagaimana Indonesia bisa bersaing di kancah global, serta ajakan untuk lebih intensif menggunakan media sosial untuk menyuarakan identitas kelompok tertentu. Ketua BEM, Anya, menyadari pentingnya menjaga semangat nasionalisme yang inklusif dan relevan di era kini, seraya mengingat semangat Sumpah Pemuda dan Moderasi Beragama. Anya ingin agar peringatan ini tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar memupuk karakter kebangsaan yang kuat dan adaptif.
Berdasarkan narasi tersebut, sikap yang paling tepat untuk menunjukkan nasionalisme yang matang, adaptif, dan sejalan dengan semangat kebangsaan serta tantangan masa kini adalah...
A
Mengadakan festival budaya lokal secara besar-besaran untuk menolak semua pengaruh budaya asing yang dianggap merusak identitas nasional.
B
Menyelenggarakan seminar tentang peran pemuda dalam pembangunan ekonomi global serta mendorong adaptasi nilai-nilai universal tanpa harus terikat pada tradisi lama.
C
Mengintegrasikan festival budaya lokal dengan diskusi interaktif mengenai kontribusi Indonesia di forum internasional, serta kampanye digital tentang moderasi beragama dan toleransi untuk menghadapi polarisasi.
D
Mengutamakan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan patriotisme dengan menonjolkan keunggulan bangsa Indonesia di atas bangsa lain, serta menolak keras ideologi yang berbeda.
E
Memfokuskan pada penguatan nilai-nilai agama tertentu sebagai dasar persatuan bangsa, serta mengadakan bakti sosial sebagai wujud pengorbanan nyata bagi masyarakat sekitar.
NO. 30
Link Soal
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditempatkan di wilayah perbatasan Indonesia yang memiliki keragaman budaya tinggi dan rentan terhadap pengaruh eksternal serta isu-isu disintergrasi, Anda dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat nasionalisme di kalangan masyarakat setempat. Tindakan paling efektif yang mencerminkan penerapan nilai-nilai nasionalisme Pancasila dalam situasi tersebut adalah...
A
Menggalakkan secara masif perayaan adat dan tradisi lokal untuk memperkuat identitas kultural masyarakat, dengan asumsi hal itu akan secara otomatis menumbuhkan cinta tanah air.
B
Melakukan indoktrinasi langsung mengenai bahaya separatisme dan kewajiban membela negara melalui seminar dan ceramah resmi secara berkala di setiap desa.
C
Mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus mengintegrasikan pendidikan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap program pemberdayaan masyarakat.
D
Memperketat pengawasan terhadap masuknya informasi dan ideologi asing serta membatasi interaksi masyarakat dengan pihak luar untuk mencegah pengaruh negatif.
E
Mengusulkan percepatan pembangunan infrastruktur fisik secara besar-besaran agar masyarakat merasa lebih terhubung dengan pusat pemerintahan dan mendapatkan fasilitas yang setara.