Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 33. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 321
Link Soal
Di sebuah negeri bernama Amarta, yang dulunya terkenal dengan semboyan persatuan dan gotong royong, kini sedang menghadapi tantangan berat. Masyarakatnya mulai menunjukkan sikap individualisme yang tinggi, lebih mengutamakan kepentingan kelompok atau daerah masing-masing, bahkan cenderung apatis terhadap isu-isu nasional. Berita-berita palsu dan ujaran kebencian mudah menyebar, memicu ketegangan antarkelompok etnis dan agama. Para pemuda lebih gandrung pada budaya dan produk asing tanpa filter, sementara produk dan nilai-nilai lokal kurang dihargai. Investor asing dengan mudah menguasai sektor-sektor strategis tanpa pengawasan ketat, sementara regulasi yang ada seringkali diabaikan demi keuntungan sesaat. Kondisi ini membuat Amarta rentan terhadap intervensi asing dan internal. Berdasarkan narasi tersebut, dampak negatif paling krusial yang muncul akibat pengabaian nilai nasionalisme adalah...
A
Meningkatnya potensi perpecahan bangsa dan dominasi ekonomi oleh pihak asing.
B
Terjadi peningkatan angka urbanisasi dan menurunnya kualitas lingkungan hidup di perkotaan.
C
Berkembangnya berbagai paham ideologi baru yang menuntut perubahan sistem pemerintahan secara radikal.
D
Menurunnya kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat akibat kurangnya anggaran pemerintah.
E
Pergeseran preferensi masyarakat dari budaya tradisional menuju budaya populer global.
NO. 322
Link Soal
Berdasarkan Perjanjian Tordesillas yang disepakati antara Spanyol dan Portugis, pembagian wilayah kekuasaan dunia diatur dengan ketentuan...
A
Portugis mendapatkan hak penuh atas wilayah jajahan Spanyol di Eropa
B
Spanyol berhak atas wilayah di sisi barat, sedangkan Portugis di sisi timur
C
Spanyol berhak atas wilayah di sisi timur, sedangkan Portugis di sisi barat
D
Portugis harus mengakui kedaulatan Spanyol di seluruh Kepulauan Hindia
E
Spanyol mendapatkan seluruh wilayah jajahan yang sebelumnya dikuasai Portugis
NO. 323
Link Soal
Pemanggilan tiga tokoh nasional (Soekarno, Hatta, Radjiman) ke Dalat, Vietnam pada 9 Agustus 1945 oleh Jenderal Terauchi bertujuan untuk meresmikan PPKI. Dari kacamata strategi perjuangan, bagaimana para tokoh bangsa menyikapi pembentukan badan buatan Jepang ini?
A
Menolaknya mentah-mentah karena dianggap sebagai jebakan sekutu.
B
Menerimanya sebagai satu-satunya cara legal untuk mendapatkan kemerdekaan tanpa pertumpahan darah.
C
Memanfaatkannya sebagai wadah legalitas untuk mempersiapkan kelengkapan negara meskipun tujuan Jepang adalah memberi 'hadiah'.
D
Menggunakannya untuk menyusun kekuatan militer guna menyerang balik tentara Jepang.
E
Membubarkannya segera setelah kembali ke Indonesia untuk menghindari cap boneka Jepang.
NO. 324
Link Soal
Sejarah pembangunan Jakarta mencatat upaya Gubernur Ali Sadikin mengganti moda transportasi becak yang dianggap kurang manusiawi dengan kendaraan bermotor roda tiga. Kendaraan yang diluncurkan pertama kali pada 24 Maret 1971 tersebut adalah...
A
Bajaj
B
Bemo
C
Helicak
D
Oplet
E
TransJakarta
NO. 325
Link Soal
ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok. Negara manakah di bawah ini yang TIDAK termasuk dalam lima negara pendiri yang menandatangani deklarasi tersebut?
A
Filipina
B
Indonesia
C
Myanmar
D
Singapura
E
Thailand
NO. 326
Link Soal
Pemerintah Daerah "Bumi Makmur" menerapkan kebijakan "Gerakan Bangga Produk Lokal" yang mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan instansi di lingkungannya untuk membeli dan menggunakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli daerah tersebut. Kebijakan ini, yang juga mencakup pengadaan barang dan jasa, dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat identitas daerah. Namun, beberapa kalangan berpendapat bahwa kebijakan ini berpotensi menciptakan praktik proteksionisme internal dan menghambat persaingan sehat antar-produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia, yang pada akhirnya dapat melemahkan semangat persatuan ekonomi nasional.
Bagaimana seharusnya kebijakan "Gerakan Bangga Produk Lokal" diinterpretasikan dan diimplementasikan agar selaras dengan esensi Nasionalisme Indonesia yang berlandaskan Pancasila dalam konteks pembangunan ekonomi?
A
Kebijakan ini sudah tepat sebagai manifestasi kedaulatan ekonomi daerah dan bentuk konkrit dukungan terhadap UMKM lokal, sehingga tidak perlu diubah substansinya.
B
Kebijakan harus dibatalkan sepenuhnya karena secara langsung bertentangan dengan prinsip pasar bebas dan dapat memicu fragmentasi ekonomi, mengancam persatuan nasional.
C
Kebijakan perlu direvisi agar lebih fokus pada peningkatan kualitas, inovasi, dan daya saing produk UMKM lokal sehingga mampu bersaing di pasar nasional, tanpa membatasi peluang produk dari daerah lain.
D
Kebijakan ini adalah hak otonomi daerah yang mutlak dan tidak bisa diintervensi oleh pemerintah pusat selama bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
E
Pemerintah daerah harus tetap memprioritaskan produk lokal namun dengan memberikan porsi atau kuota tertentu bagi produk UMKM dari provinsi lain sebagai bentuk toleransi ekonomi.
NO. 327
Link Soal
Desa Mekarsari, sebuah desa adat di perbatasan negara, menerima tawaran bantuan investasi besar dari sebuah perusahaan multinasional asing untuk pengembangan ekowisata. Tawaran tersebut sangat menjanjikan peningkatan ekonomi dan fasilitas modern, namun perusahaan tersebut juga mensyaratkan perubahan dalam pengelolaan lahan adat dan memperkenalkan konsep kepemilikan individu yang berpotensi mengikis sistem komunal serta nilai gotong royong yang selama ini menjadi fondasi kearifan lokal dan semangat nasionalisme di desa. Sebagai seorang tokoh masyarakat yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika, langkah strategis manakah yang paling tepat Anda ambil untuk menyikapi situasi ini?
A
Menerima sepenuhnya tawaran investasi dengan keyakinan bahwa modernisasi akan membawa kemajuan, dan nilai-nilai luhur akan tetap lestari secara alamiah.
B
Menolak secara tegas tawaran investasi asing karena dianggap sebagai bentuk intervensi yang dapat merusak kedaulatan budaya dan ekonomi lokal.
C
Mengadakan musyawarah dengan seluruh elemen masyarakat untuk merumuskan syarat dan ketentuan yang adaptif, memastikan investasi berjalan selaras dengan pelestarian kearifan lokal dan prinsip ekonomi kerakyatan, serta menegaskan posisi tawar desa.
D
Mengusulkan agar pemerintah daerah mengambil alih seluruh proses negosiasi dan pengelolaan investasi, sehingga tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan pemerintah.
E
Membiarkan masyarakat desa secara individu bernegosiasi dengan perusahaan, dengan keyakinan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk meningkatkan kesejahteraan pribadinya.
NO. 328
Link Soal
Pada 14 November 1945, terjadi perubahan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. Siapakah tokoh yang menggantikan posisi Ir. Soekarno sebagai kepala pemerintahan (Perdana Menteri) saat itu?
A
Moh. Hatta
B
Amir Syarifudin
C
Sutan Syahrir
D
Mr. Ahmad Subardjo
E
Tan Malaka
NO. 329
Link Soal
Dalam aksi 'pengamanan' Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok agar terhindar dari pengaruh Jepang, kelompok pemuda tersebut bergerak di bawah pimpinan...
A
Sutan Sjahrir
B
Sukarni
C
Cudanco Subeno
D
Yusuf Kunto
E
Sayuti Melik
NO. 330
Link Soal
Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat majemuk, dengan keberagaman suku, agama, ras, dan antar-golongan yang merupakan kekayaan tak ternilai. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, seringkali muncul upaya dari kelompok tertentu untuk menyeragamkan identitas bangsa, misalnya dengan mengedepankan satu identitas primordial sebagai representasi 'keindonesiaan' yang sejati, dan menyingkirkan identitas lain. Fenomena ini berpotensi merusak fondasi nasionalisme Indonesia yang telah dibangun di atas prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Apa implikasi paling berbahaya dari upaya penyeragaman identitas tersebut terhadap nasionalisme Indonesia dalam jangka panjang?
A
Munculnya disintegrasi bangsa akibat konflik horizontal dan vertikal yang dipicu oleh perasaan tidak diakui atau termarjinalisasi oleh kelompok minoritas, yang berujung pada pecahnya persatuan.
B
Melemahnya legitimasi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu bangsa, karena prinsip-prinsip inklusivitasnya dikesampingkan oleh pemaksaan identitas tunggal.
C
Terhambatnya pembangunan nasional karena energi bangsa terkuras untuk menyelesaikan konflik internal, alih-alih fokus pada kemajuan dan kesejahteraan bersama.
D
Meningkatnya radikalisme dan ekstremisme berbasis identitas, yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas negara.
E
Hilangnya kekayaan budaya dan kearifan lokal yang beragam, karena adanya tekanan untuk menyesuaikan diri dengan satu identitas dominan, mengurangi daya tarik Indonesia di mata dunia.