Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 33. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 321
Link Soal
Sebelum terjadinya peristiwa proklamasi, pihak otoritas Jepang di Tokyo semula merencanakan pengesahan kemerdekaan Indonesia pada tanggal...
A
17 Agustus 1945
B
24 Agustus 1945
C
18 Agustus 1945
D
27 Desember 1949
E
1 Juni 1945
NO. 322
Link Soal
Di bawah ini, tokoh Panitia Sembilan yang bertindak sebagai representasi dari golongan Islam adalah...
A
Soekarno
B
Abdoel Kahar Moezakkir
C
Ahmad Soebardjo
D
A.A. Maramis
E
Mohammad Hatta
NO. 323
Link Soal
Aksi Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) pada tahun 1966 yang berisi pembubaran PKI, perombakan kabinet, dan penurunan harga, diserukan oleh kesatuan aksi mahasiswa yang dikenal dengan ...
A
Indische Partij
B
KAMI
C
Jong Celebes
D
Tiga Serangkai
E
Jong Java
NO. 324
Link Soal
Di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, ideologi transnasional yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila semakin mudah menyebar, berpotensi mengikis rasa nasionalisme terutama di kalangan generasi muda. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkomitmen pada pengamalan Pancasila, langkah strategis apakah yang paling efektif untuk membentengi dan memperkuat nasionalisme Pancasila di era ini?
A
Mengadakan kampanye masif literasi digital dan pendidikan Pancasila berbasis kontekstualisasi masalah kekinian, dengan melibatkan berbagai platform media sosial dan kolaborasi lintas sektoral.
B
Meningkatkan pengawasan dan pemblokiran terhadap situs atau konten yang terindikasi menyebarkan ideologi radikal atau transnasional yang anti-Pancasila.
C
Menekankan pentingnya mempelajari sejarah perjuangan bangsa dan tokoh-tokoh pahlawan kepada generasi muda melalui kurikulum formal dan kegiatan ekstrakurikuler.
D
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam forum-forum dialog kebangsaan yang membahas tantangan nasionalisme di era digital serta mencari solusi bersama.
E
Fokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan adat istiadat sebagai benteng moral utama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh ideologi asing.
NO. 325
Link Soal
Dalam struktur kepengurusan PPKI, siapakah yang mendampingi Ir. Soekarno sebagai wakil ketua?
A
Dr. Radjiman Wideodiningrat
B
Ahmad Soebardjo
C
Mr. Soepomo
D
Mohammad Hatta
E
Moh. Yamin
NO. 326
Link Soal
Dalam sejarah perjuangan diplomasi Indonesia, perundingan yang dilakukan di atas kapal perang Amerika Serikat pada tanggal 8 Desember 1947 melibatkan delegasi dari pihak Indonesia. Siapakah yang bertindak sebagai ketua delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut?
A
R. Abdulkadir Widjojoatmodjo
B
Mr. Amir Syarifudin
C
Drs. Mohammad Hatta
D
Ir. Soekarno
E
Sutan Sjahrir
NO. 327
Link Soal
Siapakah tokoh yang mewakili Indonesia dalam proses berdirinya organisasi regional ASEAN?
A
Adam Malik
B
Soeharto
C
Wiranto
D
Ali Sadikin
E
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
NO. 328
Link Soal
Di era globalisasi ini, paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat dan harus dihindari demi membangun bangsa adalah...
A
Eksklusivisme
B
Proaktif
C
Kuriositas
D
Optimisme
E
Profesionalisme
NO. 329
Link Soal
Gerakan nasionalisme di Indonesia tumbuh karena berbagai faktor. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan nasionalisme di Indonesia adalah ...
A
masuknya ideologi liberalisme dan sosialisme dari negara-negara Barat
B
kehadiran organisasi masyarakat dari negara-negara Eropa di Indonesia
C
pelatihan militer yang diberikan oleh Belanda kepada pemuda Indonesia
D
kebijakan Belanda yang mendukung perdagangan bebas di Indonesia
E
peningkatan peran penjajah dalam bidang kesehatan dan pendidikan
NO. 330
Link Soal
Gerakan Non-Blok, sebuah organisasi internasional yang didirikan oleh Indonesia bersama beberapa negara Asia dan Afrika, memiliki tujuan utama untuk...
A
Memihak salah satu blok adidaya selama periode Perang Dingin.
B
Membentuk aliansi militer yang kuat untuk melindungi anggotanya.
C
Mewujudkan perdamaian global tanpa terikat oleh blok kekuatan manapun.
D
Menyeragamkan sistem ekonomi negara anggota dengan model Eropa.
E
Mengabaikan partisipasi negara-negara berkembang dalam kancah politik internasional.