Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 37. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 361
Link Soal
Tokoh Presiden Indonesia yang pada masa pemerintahannya mengambil kebijakan untuk mengembalikan nama Irian Jaya menjadi Papua adalah...
A
B.J. Habibie
B
Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
C
Megawati Soekarnoputri
D
Susilo Bambang Yudhoyono
E
Joko Widodo
NO. 362
Link Soal
Dalam filosofi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara, seorang pemimpin harus mampu memberikan dorongan moral dan semangat kepada bawahannya dari belakang. Asas ini dikenal dengan istilah...
A
Ing Ngarso Sung Tulodo
B
Ing Madya Mangun Karso
C
Tut Wuri Handayani
D
Demokrasi Pancasila
E
Bhinneka Tunggal Ika
NO. 363
Link Soal
Dalam peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada 19 September 1945, Presiden Soekarno memilih untuk hanya menyampaikan pidato singkat dan meminta massa segera membubarkan diri dengan tertib. Alasan utama tindakan ini adalah...
A
Presiden Soekarno memiliki agenda pertemuan diplomatik mendesak
B
Mencegah terjadinya bentrokan fisik dengan tentara Jepang yang bersiaga penuh
C
Kondisi kesehatan Presiden Soekarno yang sedang menurun
D
Massa yang hadir melebihi kapasitas lapangan sehingga tidak kondusif
E
Menghormati kesepakatan gencatan senjata dengan Sekutu
NO. 364
Link Soal
Wilayah perbatasan masih menghadapi masalah penyelundupan. Solusi yang paling efektif untuk memperkuat nasionalisme dan kedaulatan di wilayah perbatasan ini adalah ...
A
Membangun lebih banyak pos penjagaan militer
B
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan melalui pendidikan dan akses kesehatan
C
Membatasi akses keluar-masuk wilayah perbatasan bagi masyarakat setempat
D
Meningkatkan kerjasama militer dengan negara tetangga
E
Memindahkan masyarakat di perbatasan ke wilayah yang lebih aman
NO. 365
Link Soal
Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) terjadi di beberapa wilayah Indonesia sebagai bentuk disintegrasi bangsa. Di antara provinsi berikut di Pulau Jawa, manakah yang TIDAK menjadi basis pemberontakan tersebut?
A
Jawa Barat
B
Jawa Tengah
C
Jawa Timur
D
Banten (saat itu bagian Jabar)
E
Aceh (luar Jawa)
NO. 366
Link Soal
Sejarah reformasi 1998 mencatat berbagai peristiwa kelam, salah satunya bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan yang mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi di area Jembatan Semanggi dikenal dengan sebutan...
A
Tragedi Trisakti
B
Tragedi Semanggi I
C
Peristiwa Malari
D
Peristiwa Tanjung Priok
E
Tragedi Gejayan
NO. 367
Link Soal
Setelah Proklamasi, Indonesia terus melengkapi struktur negaranya. Pembentukan Badan Penolong Korban Perang (BPKP) atau yang dikenal dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) merupakan hasil dari keputusan sidang lembaga apa?
A
Sidang BPUPKI pertama
B
Sidang PPKI pertama
C
Sidang BPUPKI kedua
D
Sidang PPKI kedua
E
Sidang PPKI ketiga
NO. 368
Link Soal
Pada masa Orde Baru, pemerintah menerapkan kebijakan politik untuk mengurangi pengaruh ideologis dan ketokohan Presiden pertama RI, Soekarno, demi menjaga stabilitas kekuasaan saat itu. Fenomena sejarah politik ini dikenal dengan istilah...
A
Nasakomisasi
B
De-Soekarnosasi
C
Revolusi Mental
D
Demokrasi Terpimpin
E
Supersemar
NO. 369
Link Soal
Belanda sempat tidak mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 karena beranggapan bahwa kedaulatan Indonesia baru terjadi pada tanggal ...
A
16 Agustus 1945
B
18 Agustus 1945
C
27 September 1949
D
27 Desember 1949
E
16 Agustus 2005
NO. 370
Link Soal
Nasionalisme Indonesia yang berlandaskan Pancasila dikenal dengan coraknya yang inklusif, menghargai keberagaman, dan mengedepankan persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Di tengah arus globalisasi dan dinamika sosial politik modern, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan tantangan fundamental bagi kelangsungan nasionalisme Pancasila dalam menjaga keutuhan bangsa?
A
Menguatnya pengaruh budaya pop asing yang mengikis identitas lokal generasi muda.
B
Adanya intervensi ekonomi negara-negara maju yang berpotensi mengancam kedaulatan finansial Indonesia.
C
Munculnya sentimen primordialisme dan eksklusivitas identitas kelompok yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
D
Perbedaan pandangan politik antar-elit nasional yang menghambat konsensus pembangunan jangka panjang.
E
Terbatasnya kemampuan Indonesia bersaing di pasar global yang dapat menurunkan kepercayaan diri bangsa.