Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 39. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 381
Link Soal
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" diadopsi sebagai semboyan negara untuk menjaga persatuan. Makna filosofis dari semboyan ini adalah ...
A
berbeda-beda tetapi tetap satu juga
B
persatuan Indonesia adalah hal yang utama
C
seluruh daerah di Indonesia memiliki budaya yang sama
D
hanya satu budaya yang boleh diakui di Indonesia
E
semua wilayah di Indonesia harus mengikuti budaya pusat
NO. 382
Link Soal
Dalam perjalanan sejarah bangsa, Indonesia pernah berbentuk negara serikat dengan menggunakan Konstitusi Republik Indonesia Serikat (UUD RIS). Konstitusi ini berlaku di Indonesia selama kurun waktu...
A
Kurang lebih 1 tahun
B
Kurang lebih 2 tahun
C
Kurang lebih 3 tahun
D
Kurang lebih 4 tahun
E
Kurang lebih 5 tahun
NO. 383
Link Soal
Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi besar di Indonesia. Pusat pemerintahan atau ibu kota dari provinsi ini berada di...
A
Balikpapan
B
Samarinda
C
Bontang
D
Kutai Kartanegara
E
Penajam Paser Utara
NO. 384
Link Soal
Tujuan utama pembangunan nasional Indonesia bukanlah sekadar fisik, melainkan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Apa implikasi dari tujuan tersebut?
A
Agar Indonesia ditakuti oleh negara tetangga secara militer.
B
Menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu bersaing dan tidak diremehkan.
C
Memperluas wilayah kekuasaan negara ke negara lain.
D
Meningkatkan gaya hidup mewah para pejabat negara.
E
Mengisolasi diri dari pergaulan internasional agar mandiri.
NO. 385
Link Soal
Panitia Sembilan memiliki komposisi anggota yang merepresentasikan dua kelompok ideologi besar. Siapakah tokoh berikut yang TIDAK termasuk dalam kelompok Nasionalis?
A
Mohammad Hatta
B
A.A. Maramis
C
Muhammad Yamin
D
Abikusno Tjokrosuyoso
E
Ahmad Soebardjo
NO. 386
Link Soal
Di era digital yang penuh disrupsi, 'Forum Pemuda Merdeka' (FPM) dihadapkan pada tantangan pelik. Anggota FPM, yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah, ingin menjaga semangat kebangsaan tetap menyala. Namun, sebagian dari mereka lebih sering terlibat dalam tren global yang mendominasi media sosial, bahkan terkesan kurang peduli dengan narasi perjuangan kemerdekaan atau kekayaan budaya lokal. Ada pula kelompok minoritas di FPM yang merasa identitas keagamaannya kurang terwadahi dalam diskusi kebangsaan, sementara kelompok mayoritas tanpa sengaja seringkali mengedepankan perspektif agamanya dalam setiap pembahasan isu nasional. Ketua FPM mengingatkan bahwa persatuan yang dirajut Budi Utomo dan Sumpah Pemuda adalah fondasi yang harus terus diadaptasi, bukan hanya dihafal. Ia juga menekankan bahwa nasionalisme bukan berarti menafikan keberagaman, melainkan merangkulnya dalam bingkai NKRI.
Berdasarkan narasi di atas, pendekatan strategis yang paling komprehensif untuk diterapkan oleh 'Forum Pemuda Merdeka' guna memperkuat nasionalisme, menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi, dan mewujudkan moderasi beragama adalah...
A
Menginisiasi program 'Bhinneka Digital' yang memfasilitasi diskusi kritis tentang konten global, mengenalkan kembali kekayaan budaya dan narasi sejarah lokal melalui platform digital interaktif, serta mengadakan forum dialog lintas iman secara berkala untuk memperkuat pemahaman dan toleransi.
B
Meningkatkan kesadaran akan kewajiban membela negara di garda depan, mengadakan pelatihan fisik dan mental untuk menghadapi ancaman asing, serta secara tegas menolak segala bentuk paham transnasional yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.
C
Memperbanyak publikasi kutipan tokoh-tokoh nasional di media sosial, mengadakan lomba mengenakan pakaian adat, dan mendorong anggota untuk lebih aktif menyuarakan pandangan keagamaan masing-masing agar merasa diakui.
D
Membatasi akses anggota terhadap media sosial asing, fokus hanya pada konten-konten kebangsaan murni, dan membentuk satu wadah tunggal bagi semua agama untuk menyamakan persepsi dalam bernegara demi menghindari friksi.
E
Mengintensifkan pembelajaran sejarah perjuangan bangsa melalui seminar dan kunjungan museum, serta menyerahkan urusan moderasi beragama sepenuhnya kepada pemuka agama agar tidak mencampuri urusan negara.
NO. 387
Link Soal
Menjelang kemerdekaan Indonesia, terjadi pergantian kepemimpinan di Jepang. Pada 17 Juli 1944, Perdana Menteri Hideki Tojo digantikan oleh...
A
Letnan Jenderal Kumakichi Harada
B
Jenderal Itagaki
C
Mayor Jenderal Yamamoto
D
Jenderal Kuniaki Koiso
E
Letnan Jenderal Nagano
NO. 388
Link Soal
Pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, wilayah negara dibagi menjadi delapan provinsi. Manakah di antara pilihan berikut yang TIDAK termasuk dalam delapan provinsi pertama tersebut?
A
Sumatera
B
Jawa Tengah
C
Bali
D
Jawa Barat
E
Kalimantan
NO. 389
Link Soal
Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara. Faktor utama yang menyebabkan kemunduran kerajaan ini pada abad ke-15 adalah...
A
Kalah dalam persaingan dagang dengan Malaka
B
Wafatnya raja yang karismatik
C
Konflik internal perebutan takhta
D
Serangan militer dari Kerajaan Aceh
E
Serangan dari bangsa Portugis
NO. 390
Link Soal
Pemerintah daerah "X" mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang menekankan penggunaan bahasa daerah dan promosi budaya lokal secara eksklusif dalam setiap kegiatan resmi serta kurikulum pendidikan. Ranperda ini bahkan mengusulkan pembatasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik tertentu dengan alasan untuk melestarikan identitas lokal yang terancam punah. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat terkait potensi disintegrasi dan melemahnya semangat persatuan bangsa.
Bagaimana seharusnya pemerintah pusat menyikapi inisiatif kebijakan pemerintah daerah "X" tersebut dalam kerangka nilai-nilai Pancasila dan prinsip nasionalisme Indonesia?
A
Mendukung penuh Ranperda tersebut sebagai bentuk otonomi daerah dan keberagaman budaya yang merupakan kekayaan bangsa.
B
Menolak tegas Ranperda tersebut karena dianggap mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta mengabaikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
C
Melakukan dialog dengan pemerintah daerah "X" untuk mencari titik temu yang dapat mengakomodasi pelestarian budaya lokal tanpa mengorbankan persatuan nasional dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
D
Menginstruksikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan kurikulum nasional yang lebih inklusif terhadap budaya lokal di seluruh Indonesia.
E
Membiarkan Ranperda tersebut disahkan, namun meminta masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi Bahasa Indonesia dan simbol negara lainnya secara sukarela.