Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 4. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 31
Link Soal
Momentum bersejarah dimulainya Gerakan Non-Blok secara formal ditandai dengan pelaksanaan KTT I yang diselenggarakan di Beograd, Yugoslavia. Kapan pertemuan tersebut berlangsung?
A
1960
B
1962
C
1964
D
1961
E
1963
NO. 32
Link Soal
Gen Z cenderung lebih mengonsumsi konten global. Sebagai penggerak pemuda, bagaimana cara Anda melakukan "Nasionalisme Digital" agar relevan dengan selera zaman?
A
Memblokir akses terhadap platform hiburan asing
B
Mengkreasikan konten budaya lokal dengan kemasan modern di platform digital
C
Melakukan kampanye hitam terhadap budaya luar
D
Menjauhkan isu kebudayaan dari ruang digital
E
Melarang penggunaan gawai bagi anggota organisasi pemuda
NO. 33
Link Soal
Dalam konsep Wawasan Nusantara, laut bukan dipandang sebagai pemisah daratan, melainkan sebagai penghubung. Konsep kesatuan wilayah perairan ini dikenal dengan istilah...
A
Archipelago State
B
Continental Shelf
C
Zone Ekonomi Eksklusif
D
Mare Liberum
E
Terra Nullius
NO. 34
Link Soal
Pimpinan tertinggi atau ketua dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dijabat oleh tokoh...
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Mohammad Hatta
C
Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat
D
Mr. Soepomo
E
R.P. Soeroso
NO. 35
Link Soal
Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945 terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai...
A
Tokoh yang akan membacakan teks proklamasi
B
Lokasi pembacaan teks proklamasi
C
Waktu pelaksanaan proklamasi kemerdekaan
D
Isi naskah proklamasi
E
Bentuk negara setelah merdeka
NO. 36
Link Soal
Pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah pendudukan Jepang mengumumkan pembentukan badan khusus untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia, yaitu...
A
PPKI (Dokuritsu Junbi Iinkai)
B
BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai)
C
PETA (Pembela Tanah Air)
D
Putera (Pusat Tenaga Rakyat)
E
Chuo Sangi In
NO. 37
Link Soal
Salah satu indikator kuat bahwa seseorang memiliki jiwa nasionalisme adalah sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Contoh nyata dari sikap rela berkorban dalam konteks kehidupan sehari-hari adalah...
A
Membayar pajak tepat waktu dan melaporkan jika ada penyelewengan.
B
Menggunakan produk luar negeri karena kualitasnya lebih baik.
C
Tidak peduli dengan isu-isu sosial politik yang terjadi di negara.
D
Menuntut hak-hak pribadi tanpa memperhatikan kewajiban.
E
Bersikap individualis dan tidak mau terlibat dalam kegiatan masyarakat.
NO. 38
Link Soal
Pada masa pemerintahan Orde Baru, terjadi penyimpangan terhadap pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kritik terhadap kebijakan ekonomi yang merugikan rakyat sering dikaitkan dengan pelanggaran terhadap Pasal...
A
Pasal 33 dan 34
B
Pasal 23 dan 33
C
Pasal 31 dan 32
D
Pasal 27 dan 28
E
Pasal 29 dan 30
NO. 39
Link Soal
Upaya Gerakan Non-Blok dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan damai sering kali menghadapi berbagai hambatan global. Berikut ini yang BUKAN merupakan kendala bagi perjuangan GNB adalah...
A
Dominasi negara-negara besar di kursi Dewan Keamanan PBB
B
Posisi tawar negara-negara berkembang yang relatif masih lemah
C
Kecenderungan PBB yang dianggap lebih berpihak pada kepentingan negara-negara Eropa
D
Sentimen internasional bahwa negara berkembang kurang peduli pada pelestarian alam
E
Adanya pandangan bahwa negara berkembang sering mengabaikan HAM
NO. 40
Link Soal
Di era globalisasi yang ditandai dengan interkoneksi antarnegara dan munculnya isu-isu transnasional seperti perubahan iklim, pandemi, serta digitalisasi, konsep nasionalisme seringkali dihadapkan pada tantangan baru. Sebagian berpendapat nasionalisme harus lebih inklusif dan adaptif terhadap nilai-nilai universal, sementara yang lain bersikeras pada penguatan identitas dan kepentingan nasional murni. Dalam konteks Indonesia, yang kaya akan keberagaman dan memiliki Pancasila sebagai dasar negara, bagaimana seharusnya nasionalisme diimplementasikan untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus berdaya saing di kancah global?
A
Mengedepankan kepentingan nasional absolut di atas segala-galanya, bahkan jika bertentangan dengan konsensus global, demi kedaulatan penuh dan kemandirian.
B
Membuka diri terhadap pengaruh asing dan nilai-nilai universal secara total, sehingga identitas nasional dapat beradaptasi dan berkembang tanpa batasan demi kemajuan global.
C
Memperkuat nasionalisme berbasis nilai-nilai Pancasila yang inklusif, toleran, dan mengedepankan kerja sama internasional tanpa mengorbankan identitas serta kepentingan strategis bangsa.
D
Mengutamakan pembangunan ekonomi domestik dengan membatasi investasi asing dan menolak perjanjian perdagangan internasional yang dianggap merugikan, agar kemandirian ekonomi terjaga sepenuhnya.
E
Mendorong homogenisasi budaya dan bahasa nasional untuk memastikan kesatuan identitas yang solid di tengah keberagaman, agar bangsa lebih kuat menghadapi tantangan global.