Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 40. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 391
Link Soal
Salah satu cara paling efektif bagi generasi muda untuk menjaga nasionalisme di era digital adalah ...
A
menghindari semua konten digital yang berbau internasional
B
aktif mempromosikan keindahan dan budaya Indonesia melalui media sosial
C
memfokuskan diri hanya pada budaya populer dari negara lain
D
mengikuti tren global tanpa mempertimbangkan budaya lokal
E
menghapus konten lokal dari platform media sosial
NO. 392
Link Soal
Tragedi Perang Bubat pada masa kejayaan Majapahit bermula dari kesalahpahaman antara Mahapatih Gajah Mada dengan rombongan kerajaan lain. Siapakah raja yang terlibat perselisihan dengan Gajah Mada dalam peristiwa tersebut?
A
Raja Kertanegara (Singasari)
B
Prabu Maharaja Linggabuana (Pajajaran)
C
Raja Jayabaya (Kediri)
D
Sultan Hasanuddin (Gowa)
E
Raden Patah (Demak)
NO. 393
Link Soal
KTT Gerakan Non-Blok (GNB) ke-10 yang diselenggarakan di Jakarta menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang dikenal sebagai 'Pesan Jakarta'. Manakah di antara pernyataan berikut yang BUKAN merupakan hasil dari KTT tersebut?
A
Penolakan terhadap konsep HAM yang didiktekan oleh negara tertentu
B
Keprihatinan mendalam atas beban utang negara-negara berkembang
C
Penyerahan jabatan ketua GNB sebelumnya dari Presiden Soeharto kepada Presiden Kolombia
D
Desakan untuk reformasi ekonomi dunia guna memperkuat peran PBB
E
Seruan pengalihan anggaran militer untuk pembangunan ekonomi dan sosial
NO. 394
Link Soal
Runtuhnya negara Yugoslavia sebagai akibat adanya ....
A
Terlepasnya negara-negara yang merupakan bagian dari negara Yugoslavia
B
Adanya keinginan Serbia untuk mendirikan negara sendiri
C
Kekuatan militer negara tersebut sudah lemah
D
Runtuhnya negara komunis Uni Sovyet
E
Terjadinya pertentangan antar etnis
NO. 395
Link Soal
Kapan tepatnya sidang ketiga PPKI dilaksanakan untuk membahas pembentukan Komite Nasional, PNI, dan BKR?
A
18 Agustus 1945
B
19 Agustus 1945
C
21 Agustus 1945
D
22 Agustus 1945
E
23 Agustus 1945
NO. 396
Link Soal
Pemerintah daerah "X" mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang menekankan penggunaan bahasa daerah dan promosi budaya lokal secara eksklusif dalam setiap kegiatan resmi serta kurikulum pendidikan. Ranperda ini bahkan mengusulkan pembatasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik tertentu dengan alasan untuk melestarikan identitas lokal yang terancam punah. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat terkait potensi disintegrasi dan melemahnya semangat persatuan bangsa.
Bagaimana seharusnya pemerintah pusat menyikapi inisiatif kebijakan pemerintah daerah "X" tersebut dalam kerangka nilai-nilai Pancasila dan prinsip nasionalisme Indonesia?
A
Mendukung penuh Ranperda tersebut sebagai bentuk otonomi daerah dan keberagaman budaya yang merupakan kekayaan bangsa.
B
Menolak tegas Ranperda tersebut karena dianggap mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta mengabaikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
C
Melakukan dialog dengan pemerintah daerah "X" untuk mencari titik temu yang dapat mengakomodasi pelestarian budaya lokal tanpa mengorbankan persatuan nasional dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
D
Menginstruksikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan kurikulum nasional yang lebih inklusif terhadap budaya lokal di seluruh Indonesia.
E
Membiarkan Ranperda tersebut disahkan, namun meminta masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi Bahasa Indonesia dan simbol negara lainnya secara sukarela.
NO. 397
Link Soal
Dalam era globalisasi yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat dunia, semangat nasionalisme seringkali menghadapi tantangan kompleks antara mempertahankan identitas lokal dan keterbukaan terhadap pengaruh eksternal. Bagi Indonesia, Pancasila berfungsi sebagai fondasi yang kuat untuk mengarahkan nasionalisme agar tetap relevan dan adaptif. Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan implementasi nasionalisme Pancasila yang inklusif dan progresif dalam menghadapi dinamika global kontemporer?
A
Memprioritaskan penolakan keras terhadap segala bentuk intervensi budaya asing yang berpotensi merusak nilai-nilai luhur bangsa, meskipun itu berarti membatasi akses informasi dan inovasi.
B
Menggalakkan semangat persatuan dengan menekankan keseragaman pandangan dan praktik sosial di seluruh lapisan masyarakat, guna menghindari potensi perpecahan.
C
Mendorong pengembangan dan promosi nilai-nilai kebhinekaan tunggal ika dan Pancasila, sembari secara selektif mengadopsi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menjalin kerja sama internasional yang bermanfaat tanpa mengikis jati diri bangsa.
D
Mengisolasi diri dari pergaulan dunia dengan fokus pada pengembangan potensi lokal secara mandiri untuk mencapai kemandirian total, terlepas dari kebutuhan akan interaksi global.
E
Mengutamakan kepentingan kelompok mayoritas dalam setiap kebijakan publik, dengan asumsi bahwa kepentingan mayoritas secara otomatis mencerminkan kepentingan nasional yang sah.
NO. 398
Link Soal
Dalam menanamkan patriotisme di sekolah, metode pedagogis apa yang paling berdampak bagi siswa untuk menghayati nilai kebangsaan, bukan sekadar menghafal teori?
A
Menghapuskan mata pelajaran sejarah karena dianggap membosankan
B
Melibatkan siswa secara aktif dalam preservasi budaya lokal dan upacara peringatan nasional
C
Mengarahkan minat siswa sepenuhnya pada kultur pop internasional
D
Membatasi kurikulum hanya pada sains dan teknologi tanpa muatan moral
E
Menekankan pada pencapaian materiil pribadi di atas kepentingan bersama
NO. 399
Link Soal
Perang Puputan Margarana di Bali dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Perang habis-habisan ini dipicu oleh penolakan Ngurah Rai terhadap ajakan Belanda untuk...
A
Menjadi pemimpin boneka di wilayah Bali
B
Bergabung dalam Negara Indonesia Timur (NIT)
C
Menyerahkan senjata pasukan Ciung Wanara
D
Membubarkan pasukan TKR di wilayah Sunda Kecil
E
Mengakui Perjanjian Linggarjati yang merugikan
NO. 400
Link Soal
Salah satu indikator kuat bahwa seseorang memiliki jiwa nasionalisme adalah sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Contoh nyata dari sikap rela berkorban dalam konteks kehidupan sehari-hari adalah...
A
Membayar pajak tepat waktu dan melaporkan jika ada penyelewengan.
B
Menggunakan produk luar negeri karena kualitasnya lebih baik.
C
Tidak peduli dengan isu-isu sosial politik yang terjadi di negara.
D
Menuntut hak-hak pribadi tanpa memperhatikan kewajiban.
E
Bersikap individualis dan tidak mau terlibat dalam kegiatan masyarakat.