Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 41. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 401
Link Soal
Aspek kesatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda adalah...
A
Aspek satu nusa, aspek satu bangsa dan aspek satu bahasa
B
Aspek satu nusa, aspek satu rakyat dan aspek satu bahasa
C
Aspek satu negara, aspek satu bangsa dan aspek satu bahasa
D
Aspek satu nusa, aspek satu bangsa dan aspek satu perjuangan
E
Aspek satu nusa, aspek satu negara dan aspek satu bahasa
NO. 402
Link Soal
Nasionalisme yang berdasarkan Pancasila dikenal sebagai nasionalisme yang inklusif, artinya...
A
Hanya mengakui satu suku bangsa sebagai pemilik sah negara.
B
Mampu merangkul berbagai perbedaan dan menyatukannya dalam bingkai persatuan tanpa menghilangkan identitas asli.
C
Menolak pengaruh dari negara lain dalam segala bentuk.
D
Lebih mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan global secara mutlak.
E
Mewajibkan semua warga negara untuk menganut agama yang sama.
NO. 403
Link Soal
Tokoh yang mencetuskan 'Mosi Integral' yang berujung pada pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS) dan kembalinya bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah...
A
Moh. Natsir
B
Moh. Hatta
C
Ali Sastroamidjojo
D
Wilopo
E
Burhanuddin Harahap
NO. 404
Link Soal
Kebijakan pemerintah yang mendukung industri dalam negeri merupakan wujud nyata dari upaya…
A
Globalisasi.
B
Liberalisasi Ekonomi.
C
Nasionalisme Ekonomi.
D
Kapitalisme.
E
Proteksionisme.
NO. 405
Link Soal
Di tengah arus globalisasi yang kuat, muncul berbagai isu terkait identitas nasional, mulai dari penetrasi budaya asing hingga tantangan ideologi transnasional. Bagaimana sikap nasionalisme Pancasila yang ideal seharusnya diimplementasikan untuk menjaga integritas bangsa dan kedaulatan budaya, tanpa mengorbankan semangat adaptasi dan kemajuan?
A
Menguatkan filter terhadap segala bentuk budaya asing yang masuk serta membatasi interaksi dengan dunia luar agar identitas asli tidak terkontaminasi.
B
Mendorong internalisasi nilai-nilai luhur Pancasila sebagai filter dan landasan adaptasi budaya asing, sambil secara aktif mempromosikan kekayaan budaya lokal di kancah global.
C
Memberikan kebebasan penuh pada masyarakat untuk memilih dan mengadopsi budaya apa pun, dengan keyakinan bahwa identitas nasional akan tetap kuat secara alamiah.
D
Memprioritaskan penguatan ekonomi dan teknologi, dengan asumsi bahwa kekuatan materi akan secara otomatis memperkuat identitas dan kedaulatan bangsa.
E
Menyeragamkan seluruh bentuk kebudayaan lokal menjadi satu kebudayaan nasional tunggal agar tidak terjadi perpecahan dan lebih mudah menghadapi tantangan global.
NO. 406
Link Soal
Sebagai janji kemerdekaan, pemerintah militer Jepang membentuk sebuah badan penyelidik pada tanggal 1 Maret 1945 yang dikenal dengan...
A
Budi Utomo
B
Dokuritsu Junbi Inkai
C
Dokuritsu Junbi Cosakai
D
PETA
E
Keibodan
NO. 407
Link Soal
Kusumo Wijoyo, seorang pemuda dari Desa Puncak Harapan di wilayah Nusantara Jaya, menyaksikan bagaimana bangsanya terpecah belah oleh adu domba penjajah. Ia meninggalkan cita-cita pribadi untuk mengabdi penuh pada perjuangan kemerdekaan. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah lain, menyatukan suku-suku yang berbeda pandangan, meyakinkan mereka bahwa kekuatan sejati terletak pada persatuan. Ia selalu menekankan bahwa identitas 'Nusantara Jaya' jauh lebih penting daripada identitas kesukuan atau kedaerahan. Semangatnya yang tak pernah padam berhasil membangkitkan kesadaran kolektif untuk berjuang demi satu tujuan: kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Setelah kemerdekaan diraih pun, ia terus berjuang untuk menanamkan rasa bangga akan budaya lokal dan persatuan di tengah ancaman disintegrasi. Sikap dan perjuangan Kusumo Wijoyo paling tepat mencerminkan nilai luhur yang dikenal sebagai...
A
Nasionalisme
B
Patriotisme
C
Solidaritas Sosial
D
Demokrasi
E
Humanisme
NO. 408
Link Soal
Penderitaan rakyat Indonesia akibat sistem Tanam Paksa digambarkan secara tajam dalam buku 'Max Havelaar'. Siapakah penulis buku tersebut dengan nama samaran Multatuli?
A
Van den Bosch
B
Douwes Dekker
C
Thomas Stamford Raffles
D
Herman Willem Daendels
E
Jan Pieterszoon Coen
NO. 409
Link Soal
Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dibentuk di Bukittinggi, Sumatera Barat, sebagai respons cepat atas situasi genting nasional yang disebabkan oleh...
A
Pemberontakan G30S/PKI
B
Jatuhnya kabinet parlementer
C
Agresi Militer Belanda I
D
Agresi Militer Belanda II
E
Ultimatum Sekutu di Surabaya
NO. 410
Link Soal
Dalam sebuah provinsi di Indonesia, muncul wacana peraturan daerah (Perda) yang, meski bertujuan memperkuat identitas lokal, mengadopsi norma-norma yang sangat spesifik dan eksklusif bagi kelompok mayoritas tertentu. Pendekatan ini berpotensi mengekang praktik kebudayaan atau keyakinan minoritas yang telah lama hidup berdampingan di daerah tersebut. Meskipun para pemrakarsa Perda berargumen bahwa ini adalah bentuk otonomi daerah dan manifestasi 'cinta tanah air' di level lokal, banyak pihak khawatir akan implikasi jangka panjangnya terhadap persatuan nasional dan identitas kebangsaan yang lebih luas. Menilai kasus ini, apa prinsip fundamental nasionalisme Indonesia yang paling terancam oleh wacana Perda tersebut, dan mengapa hal itu krusial bagi keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
A
Prinsip Persatuan Indonesia, karena tindakan eksklusif lokal dapat memecah belah bangsa dan mengikis semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang pada akhirnya melemahkan sendi-sendi NKRI.
B
Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, sebab Perda tersebut berpotensi memaksakan keyakinan mayoritas dan melanggar hak asasi beragama bagi kelompok minoritas, mengancam kerukunan antarumat beragama.
C
Prinsip Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena Perda semacam itu dapat menimbulkan diskriminasi terhadap kelompok minoritas, mengurangi martabat kemanusiaan mereka dan melanggar keadilan sosial.
D
Prinsip Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, karena Perda tersebut mungkin tidak melewati proses musyawarah yang inklusif dan aspiratif bagi seluruh elemen masyarakat.
E
Prinsip Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, karena Perda tersebut dapat menciptakan ketimpangan sosial dan hukum bagi warga negara berdasarkan identitas kelompok, menghambat tercapainya kesejahteraan bersama.