Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 41. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 401
Link Soal
Manakah di antara pilihan berikut yang paling tepat mencerminkan contoh perilaku nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia?
A
Mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat dan rasa hormat.
B
Senang mengonsumsi produk-produk impor demi gengsi.
C
Bersikap acuh tak acuh terhadap isu-isu politik nasional.
D
Secara membabi buta membenci segala bentuk produk asing.
E
Mengkritik kebijakan pemerintah tanpa dasar dan solusi.
NO. 402
Link Soal
Setelah tugas BPUPKI dianggap selesai, Jepang membubarkannya dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal...
A
1 Juni 1945
B
22 Juni 1945
C
7 Agustus 1945
D
17 Agustus 1945
E
18 Agustus 1945
NO. 403
Link Soal
Dahulu kala, di Desa Harmoni yang asri, semangat nasionalisme begitu kental terasa. Penduduknya, dipimpin oleh Bapak Suryo, bergotong royong tanpa pamrih membangun bendungan irigasi yang vital demi kemandirian pangan. Mereka menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan sedikit harta benda mereka, meyakini bahwa setiap tetes keringat adalah demi masa depan bangsa yang lebih baik. Kepentingan pribadi dikesampingkan demi kepentingan bersama yang lebih besar, yakni ketahanan desa sebagai bagian integral dari negara.
Kini, di Kota Maju yang megah, generasi muda seperti Putri menghadapi dilema berbeda. Teknologi informasi yang serbacanggih membuka gerbang budaya global, menawarkan beragam pilihan produk dan gaya hidup dari seluruh dunia. Meskipun Putri bangga dengan warisan budaya Indonesia dan sering mempromosikannya melalui media sosial, ia juga tak jarang memilih produk impor yang dianggap lebih praktis atau berkualitas. Diskusi mengenai investasi asing besar-besaran untuk pembangunan infrastruktur seringkali memunculkan perdebatan antara menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan memanfaatkan peluang pertumbuhan global.
Narasi di atas menggambarkan evolusi dan tantangan nasionalisme dari masa lalu ke masa kini. Perbedaan mendasar dalam implementasi semangat nasionalisme antara Desa Harmoni di masa lalu dan Kota Maju di masa kini paling tepat digambarkan sebagai:
A
Nasionalisme di Desa Harmoni ditandai dengan pengorbanan kolektif, kemandirian fisik, dan penyatuan tujuan di tengah keterbatasan, sedangkan di Kota Maju diuji oleh infiltrasi budaya global, pilihan konsumsi individual, dan perdebatan kedaulatan ekonomi dalam kerangka investasi asing.
B
Nasionalisme masa lalu hanya muncul saat ada ancaman fisik, sementara nasionalisme masa kini lebih bersifat seremonial dan kurang substansial.
C
Keduanya menunjukkan bentuk gotong royong yang sama, hanya saja media penyalurannya yang berbeda karena perkembangan teknologi.
D
Nasionalisme di masa lalu lebih otentik karena belum terpengaruh modernisasi, sedangkan masa kini cenderung pragmatis dan instan.
E
Semangat nasionalisme di Desa Harmoni bersifat statis dan kaku, sementara di Kota Maju lebih dinamis dan adaptif terhadap perubahan global tanpa batasan.
NO. 404
Link Soal
Dalam sebuah provinsi di Indonesia, muncul wacana peraturan daerah (Perda) yang, meski bertujuan memperkuat identitas lokal, mengadopsi norma-norma yang sangat spesifik dan eksklusif bagi kelompok mayoritas tertentu. Pendekatan ini berpotensi mengekang praktik kebudayaan atau keyakinan minoritas yang telah lama hidup berdampingan di daerah tersebut. Meskipun para pemrakarsa Perda berargumen bahwa ini adalah bentuk otonomi daerah dan manifestasi 'cinta tanah air' di level lokal, banyak pihak khawatir akan implikasi jangka panjangnya terhadap persatuan nasional dan identitas kebangsaan yang lebih luas. Menilai kasus ini, apa prinsip fundamental nasionalisme Indonesia yang paling terancam oleh wacana Perda tersebut, dan mengapa hal itu krusial bagi keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
A
Prinsip Persatuan Indonesia, karena tindakan eksklusif lokal dapat memecah belah bangsa dan mengikis semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang pada akhirnya melemahkan sendi-sendi NKRI.
B
Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, sebab Perda tersebut berpotensi memaksakan keyakinan mayoritas dan melanggar hak asasi beragama bagi kelompok minoritas, mengancam kerukunan antarumat beragama.
C
Prinsip Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena Perda semacam itu dapat menimbulkan diskriminasi terhadap kelompok minoritas, mengurangi martabat kemanusiaan mereka dan melanggar keadilan sosial.
D
Prinsip Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, karena Perda tersebut mungkin tidak melewati proses musyawarah yang inklusif dan aspiratif bagi seluruh elemen masyarakat.
E
Prinsip Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, karena Perda tersebut dapat menciptakan ketimpangan sosial dan hukum bagi warga negara berdasarkan identitas kelompok, menghambat tercapainya kesejahteraan bersama.
NO. 405
Link Soal
Pada masa penjajahan, Belanda menerapkan kebijakan Politik Etis sebagai balas budi kepada rakyat Indonesia. Tiga program utama dalam kebijakan ini dikenal dengan istilah 'Trilogi Van Deventer', yang meliputi...
A
Irigasi, Emigrasi, dan Edukasi
B
Asimilasi, Akulturasi, dan Migrasi
C
Edukasi, Reboisasi, dan Transmigrasi
D
Irigasi, Urbanisasi, dan Edukasi
E
Transmigrasi, Irigasi, dan Industrialisasi
NO. 406
Link Soal
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan beberapa kali sidang setelah proklamasi. Sidang ketiga yang membahas pembentukan Komite Nasional, Partai Nasional Indonesia, dan Badan Keamanan Rakyat dilaksanakan pada...
A
19 Agustus 1945
B
21 Agustus 1945
C
24 Agustus 1945
D
22 Agustus 1945
E
26 Agustus 1945
NO. 407
Link Soal
Selain meresmikan UUD 1945 sebagai hukum dasar negara, agenda penting yang diputuskan dalam rapat PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah...
A
Membubarkan susunan Panitia Sembilan secara formal
B
Membentuk kabinet kementerian untuk pertama kalinya
C
Menetapkan tokoh yang bertanggung jawab atas perumusan dasar negara
D
Melakukan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia
E
Menyatakan pembubaran organisasi PPKI secara resmi
NO. 408
Link Soal
Dalam proses perumusan naskah proklamasi, terdapat tiga tokoh utama yang berperan langsung dalam menyusun kalimat-kalimatnya. Siapakah ketiga tokoh tersebut?
A
Soekarno, Moh. Hatta, dan Sutan Sjahrir
B
Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo
C
Soekarno, Ahmad Soebardjo, dan Sukarni
D
Moh. Hatta, Ahmad Soebardjo, dan Sayuti Melik
E
Soekarno, Moh. Yamin, dan Moh. Hatta
NO. 409
Link Soal
Di era globalisasi, peredaran informasi dan budaya lintas batas sangat pesat. Seorang aktivis muda berpendapat bahwa semangat nasionalisme Indonesia perlu diredefinisikan agar tidak terperangkap dalam chauvinisme sempit, melainkan mampu merangkul nilai-nilai universal sambil tetap mempertahankan identitas bangsa. Pendapat ini dilandasi oleh pemahaman bahwa nasionalisme yang sejati harus adaptif dan inklusif. Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat merefleksikan esensi nasionalisme Indonesia yang relevan di era globalisasi?
A
Nasionalisme Indonesia harus fokus pada penguatan ekonomi domestik dengan memberlakukan proteksi ketat terhadap produk asing agar industri lokal dapat bersaing.
B
Meningkatkan kerjasama militer dengan negara-negara regional untuk menjaga kedaulatan wilayah dari ancaman eksternal yang semakin kompleks.
C
Mengembangkan rasa bangga terhadap kebudayaan lokal sembari terbuka terhadap adaptasi nilai-nilai positif dari budaya global tanpa menghilangkan jati diri bangsa yang berlandaskan Pancasila.
D
Menekankan pentingnya mempelajari bahasa asing dan budaya global secara mendalam untuk meningkatkan daya saing individu di pasar kerja internasional.
E
Mendukung setiap kebijakan luar negeri yang berpihak pada kepentingan nasional secara mutlak, terlepas dari pertimbangan etika dan dampak kemanusiaan global.
NO. 410
Link Soal
Dalam sejarah kerajaan di Nusantara, Kerajaan Mataram Kuno pernah diperintah oleh raja yang mendirikan Wangsa Sanjaya. Raja tersebut adalah...
A
Ken Arok
B
Anusapati
C
Sanjaya
D
Tohjaya
E
Ranggawuni