Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 43. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 421
Link Soal
Perjanjian Renville pada tahun 1948 dianggap sangat merugikan pihak Indonesia karena wilayah kedaulatan RI menjadi semakin sempit. Wilayah yang diakui Belanda saat itu hanya meliputi...
A
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera
B
Jawa Barat, Madura, dan seluruh Sumatera
C
Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan
D
Seluruh pulau Jawa dan Madura
E
Sumatera, Jawa, dan Sulawesi
NO. 422
Link Soal
Kemenangan mutlak Golongan Karya (Golkar) pada Pemilihan Umum tahun 1997 memiliki makna politik yaitu...
A
Adanya keinginan rakyat untuk mengganti sistem kabinet menjadi parlementer
B
Munculnya kekuatan oposisi baru yang menyaingi pemerintah
C
Runtuhnya dominasi partai politik Islam dalam pemilu
D
Terganggunya stabilitas nasional akibat persaingan partai
E
Adanya legitimasi dan dukungan kembali bagi Soeharto untuk menjabat presiden
NO. 423
Link Soal
Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0, nasionalisme Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk tetap relevan dan kokoh tanpa jatuh ke dalam chauvinisme atau isolasionisme. Konsep 'nasionalisme kebangsaan' yang dicetuskan oleh para pendiri bangsa, jika diinterpretasikan secara kontekstual di masa kini, paling tepat dimaknai sebagai upaya untuk...
A
Memperkuat identitas budaya lokal agar tidak tergerus arus globalisasi, sebagai fondasi utama nasionalisme.
B
Mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi untuk bersaing di kancah internasional, demi martabat bangsa.
C
Mendorong sikap kritis terhadap pengaruh asing sambil tetap terbuka pada inovasi yang mendukung kemajuan nasional, berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
D
Menjaga kedaulatan wilayah dan sumber daya alam secara ketat dari intervensi pihak luar, sebagai wujud patriotisme sejati.
E
Mengutamakan kepentingan ekonomi nasional melalui proteksi pasar dalam negeri dari produk impor, demi kesejahteraan dan kemandirian.
NO. 424
Link Soal
Siapakah bangsa Eropa yang tercatat sebagai pionir yang pertama kali mendarat di Nusantara dengan ambisi untuk melakukan penguasaan wilayah?
A
Inggris
B
Portugis
C
Belanda
D
Spanyol
E
Prancis
NO. 425
Link Soal
Negara yang temasuk dalam blok fasis dalam Perang Dunia II adalah ....
A
Inggris
B
Perancis
C
Austria
D
Polandia
E
Belgia
NO. 426
Link Soal
Pemanggilan tiga tokoh nasional (Soekarno, Hatta, Radjiman) ke Dalat, Vietnam pada 9 Agustus 1945 oleh Jenderal Terauchi bertujuan untuk meresmikan PPKI. Dari kacamata strategi perjuangan, bagaimana para tokoh bangsa menyikapi pembentukan badan buatan Jepang ini?
A
Menolaknya mentah-mentah karena dianggap sebagai jebakan sekutu.
B
Menerimanya sebagai satu-satunya cara legal untuk mendapatkan kemerdekaan tanpa pertumpahan darah.
C
Memanfaatkannya sebagai wadah legalitas untuk mempersiapkan kelengkapan negara meskipun tujuan Jepang adalah memberi 'hadiah'.
D
Menggunakannya untuk menyusun kekuatan militer guna menyerang balik tentara Jepang.
E
Membubarkannya segera setelah kembali ke Indonesia untuk menghindari cap boneka Jepang.
NO. 427
Link Soal
Siapakah tokoh yang menyempurnakan desain lambang Garuda Pancasila pada tanggal 20 Maret 1950 dengan menambahkan skala ukuran dan tata warna?
A
Ida Ayu Soemantri
B
Iwa Koesoemasumantri
C
Sultan Hamid II
D
Moh. Yamin
E
Ahmad Soebardjo
NO. 428
Link Soal
Dalam sidang BPUPKI, istilah 'Pancasila' tidak muncul secara tiba-tiba. Siapakah tokoh yang pertama kali memperkenalkan nama tersebut atas saran seorang ahli bahasa untuk menamai lima dasar negara?
A
Mohammad Yamin
B
Dr. Radjiman Wedyodiningrat
C
Ir. Soekarno
D
Soepomo
E
Drs. Moh. Hatta
NO. 429
Link Soal
Bapak Surya Negara, seorang tokoh karismatik dari Desa Harmoni di Provinsi Bhinneka Raya, mendedikasikan hidupnya untuk menyatukan berbagai suku dan adat istiadat yang berbeda di wilayahnya. Ia tidak pernah lelah menyuarakan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, menolak tawaran asing yang dapat memecah belah komunitas demi keuntungan pribadi, dan justru mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal demi kemajuan nasional. Di masa sulit, ketika disintegrasi mengancam, Bapak Surya Negara menjadi benteng terakhir yang mengingatkan semua pihak akan identitas kolektif dan cita-cita luhur pendirian negara. Semangatnya menginspirasi banyak pemuda untuk mengabdi kepada negara.
Perjuangan Bapak Surya Negara tersebut secara paling tepat mencerminkan nilai luhur...
A
Nasionalisme yang mengedepankan kepentingan bangsa di atas golongan atau pribadi.
B
Patriotisme yang berani berkorban demi mempertahankan kedaulatan negara.
C
Demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan partisipasi warga.
D
Pluralisme yang menghargai perbedaan budaya dan agama dalam masyarakat.
E
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang merata tanpa diskriminasi.
NO. 430
Link Soal
Dalam era globalisasi yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat dunia, semangat nasionalisme seringkali menghadapi tantangan kompleks antara mempertahankan identitas lokal dan keterbukaan terhadap pengaruh eksternal. Bagi Indonesia, Pancasila berfungsi sebagai fondasi yang kuat untuk mengarahkan nasionalisme agar tetap relevan dan adaptif. Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan implementasi nasionalisme Pancasila yang inklusif dan progresif dalam menghadapi dinamika global kontemporer?
A
Memprioritaskan penolakan keras terhadap segala bentuk intervensi budaya asing yang berpotensi merusak nilai-nilai luhur bangsa, meskipun itu berarti membatasi akses informasi dan inovasi.
B
Menggalakkan semangat persatuan dengan menekankan keseragaman pandangan dan praktik sosial di seluruh lapisan masyarakat, guna menghindari potensi perpecahan.
C
Mendorong pengembangan dan promosi nilai-nilai kebhinekaan tunggal ika dan Pancasila, sembari secara selektif mengadopsi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menjalin kerja sama internasional yang bermanfaat tanpa mengikis jati diri bangsa.
D
Mengisolasi diri dari pergaulan dunia dengan fokus pada pengembangan potensi lokal secara mandiri untuk mencapai kemandirian total, terlepas dari kebutuhan akan interaksi global.
E
Mengutamakan kepentingan kelompok mayoritas dalam setiap kebijakan publik, dengan asumsi bahwa kepentingan mayoritas secara otomatis mencerminkan kepentingan nasional yang sah.