Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 46. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 451
Link Soal
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditempatkan di wilayah perbatasan Indonesia yang memiliki keragaman budaya tinggi dan rentan terhadap pengaruh eksternal serta isu-isu disintergrasi, Anda dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat nasionalisme di kalangan masyarakat setempat. Tindakan paling efektif yang mencerminkan penerapan nilai-nilai nasionalisme Pancasila dalam situasi tersebut adalah...
A
Menggalakkan secara masif perayaan adat dan tradisi lokal untuk memperkuat identitas kultural masyarakat, dengan asumsi hal itu akan secara otomatis menumbuhkan cinta tanah air.
B
Melakukan indoktrinasi langsung mengenai bahaya separatisme dan kewajiban membela negara melalui seminar dan ceramah resmi secara berkala di setiap desa.
C
Mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus mengintegrasikan pendidikan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap program pemberdayaan masyarakat.
D
Memperketat pengawasan terhadap masuknya informasi dan ideologi asing serta membatasi interaksi masyarakat dengan pihak luar untuk mencegah pengaruh negatif.
E
Mengusulkan percepatan pembangunan infrastruktur fisik secara besar-besaran agar masyarakat merasa lebih terhubung dengan pusat pemerintahan dan mendapatkan fasilitas yang setara.
NO. 452
Link Soal
Tragedi Perang Bubat pada masa kejayaan Majapahit bermula dari kesalahpahaman antara Mahapatih Gajah Mada dengan rombongan kerajaan lain. Siapakah raja yang terlibat perselisihan dengan Gajah Mada dalam peristiwa tersebut?
A
Raja Kertanegara (Singasari)
B
Prabu Maharaja Linggabuana (Pajajaran)
C
Raja Jayabaya (Kediri)
D
Sultan Hasanuddin (Gowa)
E
Raden Patah (Demak)
NO. 453
Link Soal
Kerja sama ASEAN mencakup berbagai bidang termasuk ekonomi dan pariwisata. Dimanakah lokasi markas Komite Perdagangan dan Pariwisata ASEAN (ASEAN Committee on Trade and Tourism)?
A
Jakarta, Indonesia
B
Singapura
C
Bangkok, Thailand
D
Kuala Lumpur, Malaysia
E
Manila, Filipina
NO. 454
Link Soal
Bangsa Indonesia menyadari kedudukannya sebagai bagian dari masyarakat internasional, sehingga senantiasa menjalin kerja sama yang harmonis dengan negara-negara lain. Hal ini mencerminkan pengamalan...
A
Sila Pertama
B
Sila Kedua
C
Sila Ketiga
D
Sila Keempat
E
Sila Kelima
NO. 455
Link Soal
Beberapa kasus klaim kebudayaan Indonesia oleh negara lain, atau minimnya apresiasi generasi muda terhadap warisan budaya lokal di tengah gempuran budaya pop global, seringkali menjadi isu yang memicu perdebatan tentang penguatan nasionalisme. Ini menyoroti bahwa nasionalisme tidak hanya tentang kedaulatan teritorial atau ekonomi, tetapi juga kedaulatan budaya. Bagaimana strategi penguatan nasionalisme melalui kebudayaan harus dirancang agar tidak hanya bersifat reaktif terhadap klaim asing, tetapi juga proaktif dalam menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan generasi muda terhadap kekayaan budaya bangsa, tanpa jatuh pada chauvinisme yang sempit?
A
Mendorong inovasi dan kreativitas berbasis budaya lokal agar relevan dengan selera generasi muda global, serta memfasilitasi akses dan apresiasi mereka terhadap warisan budaya melalui medium digital dan modern.
B
Mewajibkan pendidikan seni dan budaya tradisional secara intensif di semua jenjang sekolah, serta mengadakan festival budaya secara rutin untuk menampilkan kekayaan budaya bangsa.
C
Melakukan kampanye nasional secara besar-besaran untuk menolak klaim budaya asing dan menegaskan kepemilikan Indonesia atas warisan budayanya di forum internasional.
D
Membatasi masuknya budaya pop asing yang dianggap mengancam identitas budaya nasional, serta mempromosikan produk-produk budaya lokal secara eksklusif.
E
Mengadakan program beasiswa bagi generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan seni dan budaya tradisional agar keahlian tersebut tidak punah seiring berjalannya waktu.
NO. 456
Link Soal
Kusumo Wijoyo, seorang pemuda dari Desa Puncak Harapan di wilayah Nusantara Jaya, menyaksikan bagaimana bangsanya terpecah belah oleh adu domba penjajah. Ia meninggalkan cita-cita pribadi untuk mengabdi penuh pada perjuangan kemerdekaan. Ia berkeliling dari satu daerah ke daerah lain, menyatukan suku-suku yang berbeda pandangan, meyakinkan mereka bahwa kekuatan sejati terletak pada persatuan. Ia selalu menekankan bahwa identitas 'Nusantara Jaya' jauh lebih penting daripada identitas kesukuan atau kedaerahan. Semangatnya yang tak pernah padam berhasil membangkitkan kesadaran kolektif untuk berjuang demi satu tujuan: kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Setelah kemerdekaan diraih pun, ia terus berjuang untuk menanamkan rasa bangga akan budaya lokal dan persatuan di tengah ancaman disintegrasi. Sikap dan perjuangan Kusumo Wijoyo paling tepat mencerminkan nilai luhur yang dikenal sebagai...
A
Nasionalisme
B
Patriotisme
C
Solidaritas Sosial
D
Demokrasi
E
Humanisme
NO. 457
Link Soal
Dalam sejarah kerajaan di Nusantara, Kerajaan Mataram Kuno pernah diperintah oleh raja yang mendirikan Wangsa Sanjaya. Raja tersebut adalah...
A
Ken Arok
B
Anusapati
C
Sanjaya
D
Tohjaya
E
Ranggawuni
NO. 458
Link Soal
Andi, seorang mahasiswa generasi Z yang aktif di media sosial, seringkali merasa dilema antara pesatnya arus informasi dan budaya global dengan nilai-nilai luhur bangsanya. Ia melihat tren konsumsi budaya asing yang masif di kalangan teman-temannya, sementara diskursus tentang sejarah nasional sering dianggap 'kuno' atau tidak relevan. Belum lagi, ia juga kerap menjumpai polarisasi tajam dalam perdebatan isu-isu keagamaan di dunia maya yang kadang mengancam kerukunan.
Suatu hari, Andi mengikuti seminar bertema 'Ketahanan Nasional di Era Digital'. Seorang pembicara menarik benang merah semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda sebagai landasan untuk menjaga persatuan bangsa dari disinformasi dan perpecahan. Pembicara lain menekankan bahwa rasa cinta tanah air (nasionalisme) harus termanifestasi dalam tindakan nyata pengorbanan dan dedikasi (patriotisme), bukan hanya simbol-simbol. Terakhir, seorang tokoh agama menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI, terutama di tengah keberagaman keyakinan.
Berdasarkan narasi di atas dan refleksi Andi terhadap tantangan yang dihadapinya, sikap paling komprehensif yang sebaiknya dikembangkan Andi untuk mengimplementasikan nasionalisme yang tangguh di era modern adalah...
A
Menginternalisasi nilai-nilai kejuangan Budi Utomo dan Sumpah Pemuda untuk aktif melawan hoaks dan narasi pemecah belah, berpartisipasi dalam pelestarian budaya lokal sembari bersikap terbuka terhadap keragaman global, serta senantiasa mempraktikkan moderasi beragama sebagai wujud konkret menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.
B
Mengembangkan apresiasi terhadap produk dan budaya lokal secara eksklusif, serta membatasi interaksi dengan budaya asing untuk menghindari erosi identitas nasional.
C
Mempelajari sejarah perjuangan bangsa secara mendalam untuk menumbuhkan rasa bangga, serta aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan pemerintah.
D
Menjaga citra positif bangsa di media sosial dengan mengunggah konten patriotik dan mendukung setiap kebijakan negara tanpa perlu mengkritisi secara terbuka.
E
Fokus pada pengembangan nilai-nilai keagamaan pribadi yang luhur dan menyampaikannya kepada sesama sebagai cara menjaga moral bangsa, sambil menghargai perayaan hari besar nasional.
NO. 459
Link Soal
Dalam pertempuran di Medan (Medan Area), pihak Sekutu memasang papan-papan pembatas yang bertuliskan 'Fixed Boundaries Medan Area'. Tujuan pemasangan papan ini adalah...
A
Melindungi warga sipil dari pertempuran
B
Menandai wilayah kekuasaan de facto Belanda di Sumatera
C
Menetapkan batas wilayah kekuasaan Sekutu dan memprovokasi pejuang RI
D
Membagi wilayah logistik untuk pengungsi perang
E
Menyepakati zona damai antara TNI dan Sekutu
NO. 460
Link Soal
Dalam sejarah pembangunan (seperti era GBHN maupun RPJPN saat ini), beberapa wilayah seperti Aceh dan Papua sering mendapatkan 'Perhatian Khusus' atau status Otonomi Khusus. Tujuan utama kebijakan asimetris ini dalam bingkai NKRI adalah...
A
Menganak-emaskan daerah yang kaya sumber daya alam
B
Memisahkan sistem hukum daerah tersebut dari hukum nasional
C
Merendam potensi konflik dan mengakomodasi hak asal-usul demi persatuan
D
Mempersiapkan daerah tersebut untuk menjadi negara bagian
E
Memberikan hak istimewa kepada pejabat daerah semata