Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 47. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 461
Link Soal
Perubahan bunyi sila pertama pada Piagam Jakarta menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' merupakan hasil kompromi demi persatuan nasional. Tokoh Islam yang memiliki peran besar dalam memberikan pandangan sehingga tercapai kesepakatan tersebut adalah...
A
KH. Hasyim Asy'ari
B
H.O.S. Cokroaminoto
C
Ki Bagus Hadikusumo
D
H. Agus Salim
E
KH. Ahmad Dahlan
NO. 462
Link Soal
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dikeluarkan untuk mengatasi krisis ketatanegaraan. Berikut ini adalah poin-poin yang termuat dalam dekrit tersebut, kecuali...
A
Pembubaran lembaga Konstituante
B
Pemberlakuan kembali UUD 1945
C
Pernyataan tidak berlakunya UUDS 1950
D
Pembentukan MPRS dan DPAS sesegera mungkin
E
Pembubaran Kabinet yang dianggap terlibat G30S/PKI
NO. 463
Link Soal
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Siapakah tokoh pemuda yang mengusulkan agar mereka berdualah yang menandatangani naskah tersebut?
A
Sayuti Melik
B
Sukarni
C
B.M. Diah
D
Chairul Saleh
E
Wikana
NO. 464
Link Soal
Siapakah tokoh yang memimpin Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai?
A
Mohammad Yamin
B
Ahmad Soebardjo
C
Dr. Radjiman Wideodiningrat
D
Mr. Soepomo
E
Ir. Soekarno
NO. 465
Link Soal
Indonesia, sebagai negara majemuk yang kaya akan budaya lokal, menghadapi dilema dalam menghadapi arus globalisasi. Di satu sisi, keterbukaan membawa kemajuan dan peluang; di sisi lain, berpotensi mengikis identitas budaya dan nasionalisme. Pemerintah berencana membangun 'Pusat Kebudayaan Global' yang akan memamerkan seni dan budaya dari seluruh dunia, diiringi workshop dan pertukaran budaya, dengan tujuan menjadikan Indonesia pusat diplomasi budaya. Namun, proyek ini menuai pro dan kontra. Sebagian berpendapat ini adalah strategi cerdas untuk memajukan Indonesia di kancah global, sementara yang lain khawatir akan hilangnya jati diri bangsa.
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai-nilai nasionalisme Pancasila, bagaimana Anda menyikapi proyek 'Pusat Kebudayaan Global' tersebut agar manfaat globalisasi dapat diraih tanpa mengorbankan penguatan identitas nasional dan semangat kebangsaan?
A
Mendukung dengan syarat bahwa kurikulum dan program Pusat Kebudayaan Global harus secara proporsional mengedepankan kekayaan budaya nasional Indonesia sebagai tuan rumah, serta menjadikan ajang tersebut sebagai wadah afirmasi dan promosi budaya lokal ke mata dunia.
B
Menolak keras proyek tersebut karena dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk budaya asing yang merusak nilai-nilai luhur bangsa dan melemahkan rasa cinta tanah air.
C
Mendukung tanpa syarat dengan harapan bahwa masyarakat Indonesia cukup dewasa untuk memfilter sendiri pengaruh budaya asing dan tetap mempertahankan nasionalisme mereka.
D
Mendukung penuh karena proyek ini akan menempatkan Indonesia di garis depan pergaulan internasional dan menunjukkan kematangan bangsa dalam menerima keberagaman global.
E
Mengusulkan agar dana proyek dialihkan seluruhnya untuk memperkuat program-program kebudayaan lokal di daerah-daerah guna membentengi diri dari pengaruh globalisasi.
NO. 466
Link Soal
Kapan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) secara resmi dibubarkan oleh pemerintah Kerajaan Belanda?
A
1 Januari 1800
B
31 Desember 1799
C
17 Agustus 1945
D
12 Oktober 1798
E
20 Mei 1908
NO. 467
Link Soal
Pemerintah daerah "X" mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang menekankan penggunaan bahasa daerah dan promosi budaya lokal secara eksklusif dalam setiap kegiatan resmi serta kurikulum pendidikan. Ranperda ini bahkan mengusulkan pembatasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik tertentu dengan alasan untuk melestarikan identitas lokal yang terancam punah. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat terkait potensi disintegrasi dan melemahnya semangat persatuan bangsa.
Bagaimana seharusnya pemerintah pusat menyikapi inisiatif kebijakan pemerintah daerah "X" tersebut dalam kerangka nilai-nilai Pancasila dan prinsip nasionalisme Indonesia?
A
Mendukung penuh Ranperda tersebut sebagai bentuk otonomi daerah dan keberagaman budaya yang merupakan kekayaan bangsa.
B
Menolak tegas Ranperda tersebut karena dianggap mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta mengabaikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
C
Melakukan dialog dengan pemerintah daerah "X" untuk mencari titik temu yang dapat mengakomodasi pelestarian budaya lokal tanpa mengorbankan persatuan nasional dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
D
Menginstruksikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan kurikulum nasional yang lebih inklusif terhadap budaya lokal di seluruh Indonesia.
E
Membiarkan Ranperda tersebut disahkan, namun meminta masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi Bahasa Indonesia dan simbol negara lainnya secara sukarela.
NO. 468
Link Soal
Dalam perjalanan sejarah bangsa, Indonesia pernah berbentuk negara serikat dengan menggunakan Konstitusi Republik Indonesia Serikat (UUD RIS). Konstitusi ini berlaku di Indonesia selama kurun waktu...
A
Kurang lebih 1 tahun
B
Kurang lebih 2 tahun
C
Kurang lebih 3 tahun
D
Kurang lebih 4 tahun
E
Kurang lebih 5 tahun
NO. 469
Link Soal
Polaritas kekuatan dunia pasca Perang Dunia II terbagi menjadi Blok Barat dan Blok Timur. Negara yang menjadi pemimpin atau poros utama dari Blok Barat adalah...
A
Inggris
B
Prancis
C
Amerika Serikat
D
Kanada
E
Belanda
NO. 470
Link Soal
Dalam era globalisasi yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat dunia, semangat nasionalisme seringkali menghadapi tantangan kompleks antara mempertahankan identitas lokal dan keterbukaan terhadap pengaruh eksternal. Bagi Indonesia, Pancasila berfungsi sebagai fondasi yang kuat untuk mengarahkan nasionalisme agar tetap relevan dan adaptif. Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan implementasi nasionalisme Pancasila yang inklusif dan progresif dalam menghadapi dinamika global kontemporer?
A
Memprioritaskan penolakan keras terhadap segala bentuk intervensi budaya asing yang berpotensi merusak nilai-nilai luhur bangsa, meskipun itu berarti membatasi akses informasi dan inovasi.
B
Menggalakkan semangat persatuan dengan menekankan keseragaman pandangan dan praktik sosial di seluruh lapisan masyarakat, guna menghindari potensi perpecahan.
C
Mendorong pengembangan dan promosi nilai-nilai kebhinekaan tunggal ika dan Pancasila, sembari secara selektif mengadopsi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menjalin kerja sama internasional yang bermanfaat tanpa mengikis jati diri bangsa.
D
Mengisolasi diri dari pergaulan dunia dengan fokus pada pengembangan potensi lokal secara mandiri untuk mencapai kemandirian total, terlepas dari kebutuhan akan interaksi global.
E
Mengutamakan kepentingan kelompok mayoritas dalam setiap kebijakan publik, dengan asumsi bahwa kepentingan mayoritas secara otomatis mencerminkan kepentingan nasional yang sah.