Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 48. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 471
Link Soal
Hasil kerja keras Panitia Sembilan berupa dokumen Piagam Jakarta, yang di dalamnya memuat rumusan awal Pancasila, secara resmi diserahkan kepada BPUPKI pada tanggal...
A
10 Juli 1945
B
14 Juli 1945
C
15 Juli 1945
D
22 Juni 1945
E
17 Juli 1945
NO. 472
Link Soal
Pada masa Orde Baru, pemerintah menerapkan kebijakan politik untuk mengurangi pengaruh ideologis dan ketokohan Presiden pertama RI, Soekarno, demi menjaga stabilitas kekuasaan saat itu. Fenomena sejarah politik ini dikenal dengan istilah...
A
Nasakomisasi
B
De-Soekarnosasi
C
Revolusi Mental
D
Demokrasi Terpimpin
E
Supersemar
NO. 473
Link Soal
Ketegangan perebutan Irian Barat melibatkan intervensi internasional, termasuk usulan dari Ellsworth Bunker. Peristiwa diplomatik yang akhirnya disepakati untuk menyelesaikan sengketa tersebut, yang juga didorong oleh kekhawatiran Amerika Serikat atas bantuan senjata Uni Soviet kepada Indonesia, dikenal sebagai...
A
Konferensi Meja Bundar
B
Perjanjian Renville
C
Perjanjian New York
D
Perjanjian Linggarjati
E
Perjanjian Roem-Royen
NO. 474
Link Soal
Siapakah tokoh pahlawan nasional yang memimpin perlawanan rakyat dalam Perang Tapanuli di Sumatera Utara?
A
Panglima Polim
B
Thomas Matulessi
C
Mohammad Shahab
D
Sisingamangaraja XII
E
Peto Syarif
NO. 475
Link Soal
Dalam filosofi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara, seorang pemimpin harus mampu memberikan dorongan moral dan semangat kepada bawahannya dari belakang. Asas ini dikenal dengan istilah...
A
Ing Ngarso Sung Tulodo
B
Ing Madya Mangun Karso
C
Tut Wuri Handayani
D
Demokrasi Pancasila
E
Bhinneka Tunggal Ika
NO. 476
Link Soal
Setelah kembali dari Rengasdengklok, rombongan Soekarno-Hatta menuju rumah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang untuk menyusun naskah proklamasi. Siapakah perwira Jepang yang menjamin keamanan mereka tersebut?
A
Laksamana Terauchi
B
Jenderal Kumakichi Harada
C
Laksamana Tadashi Maeda
D
Jenderal Hitoshi Imamura
E
Marsekal Hisaichi Terauchi
NO. 477
Link Soal
Indonesia, sebagai negara majemuk, menghadapi tantangan signifikan dalam memupuk nasionalisme yang inklusif di era digital. Informasi dan ideologi transnasional mudah menyebar, berpotensi mengikis rasa kebangsaan atau memicu polarisasi. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), pendekatan manakah yang paling tepat untuk menguatkan nasionalisme yang berlandaskan Pancasila, tanpa jatuh ke dalam chauvinisme sempit atau melarut dalam homogenisasi global?
A
Mengkampanyekan narasi keunggulan budaya dan sejarah Indonesia secara masif dan membatasi akses informasi asing yang dinilai tidak sejalan, guna membangkitkan kebanggaan mutlak pada identitas nasional.
B
Mendorong dialog antarbudaya dan antarumat beragama di tingkat lokal maupun nasional, memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai perekat keberagaman, serta memfasilitasi adaptasi inovasi global yang selaras dengan kearifan lokal.
C
Memprioritaskan pembangunan ekonomi dan teknologi untuk menjadikan Indonesia sejajar dengan negara maju, dengan asumsi bahwa kesejahteraan materi akan secara otomatis memperkuat rasa nasionalisme masyarakat.
D
Membiarkan arus informasi global berkembang bebas dengan keyakinan bahwa masyarakat akan secara selektif memilih yang terbaik dan nasionalisme akan terbentuk secara organik tanpa intervensi aktif.
E
Fokus pada penanaman disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah sebagai bentuk utama nasionalisme, serta mengurangi ekspresi keberagaman yang dianggap berpotensi menimbulkan perpecahan.
NO. 478
Link Soal
Pancasila bukanlah paham yang menganut chauvinisme. Definisi yang paling tepat untuk mendeskripsikan istilah chauvinisme adalah...
A
Kesetiaan tinggi terhadap tradisi kuno daerah asal
B
Paham yang menganggap semua bangsa di dunia memiliki kedudukan setara
C
Rasa cinta tanah air yang sangat ekstrim dengan merendahkan martabat bangsa lain
D
Perjuangan bersenjata untuk mendapatkan kemerdekaan nasional
E
Paham yang mengutamakan kepentingan individu di atas negara
NO. 479
Link Soal
Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, nilai-nilai budaya asing dengan mudah masuk dan memengaruhi masyarakat Indonesia. Sebuah kelompok masyarakat adat di daerah terpencil menolak pembangunan infrastruktur vital oleh pemerintah pusat, mengklaim bahwa proyek tersebut akan merusak tatanan adat dan kearifan lokal mereka, serta mengancam identitas budaya yang telah dipegang teguh secara turun-temurun. Di sisi lain, pemerintah beralasan bahwa pembangunan tersebut esensial untuk pemerataan ekonomi dan integrasi nasional. Berdasarkan kasus di atas, bagaimana seharusnya prinsip nasionalisme Indonesia, yang berlandaskan Pancasila, diinterpretasikan dan diimplementasikan untuk mencapai solusi yang holistik dan berkelanjutan?
A
Mengutamakan pembangunan infrastruktur demi integrasi nasional, dengan mengabaikan tuntutan kelompok adat karena dianggap menghambat kemajuan.
B
Mendukung penuh penolakan kelompok adat sebagai bentuk pertahanan identitas lokal, bahkan jika itu menghambat kemajuan ekonomi nasional.
C
Mencari titik temu melalui dialog partisipatif, mengintegrasikan kearifan lokal dalam perencanaan pembangunan, serta memastikan manfaat pembangunan juga dirasakan oleh masyarakat adat, sejalan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
D
Memberikan kompensasi finansial yang besar kepada kelompok adat agar bersedia menerima pembangunan, tanpa perlu melibatkan mereka dalam perencanaan.
E
Menggunakan kekuatan hukum untuk memaksakan pembangunan karena kepentingan nasional lebih tinggi daripada kepentingan kelompok.
NO. 480
Link Soal
Perjanjian Renville (1948) dianggap sangat merugikan Indonesia karena wilayah Republik Indonesia menjadi semakin sempit. Wilayah yang diakui Belanda saat itu hanya meliputi...
A
Jawa, Sumatera, dan Madura
B
Yogyakarta, Surakarta, dan Malang
C
Yogyakarta, sebagian Jawa Tengah, dan Sumatera
D
Seluruh wilayah bekas Hindia Belanda kecuali Irian Barat
E
Jawa Barat dan Jawa Timur