Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 48. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 471
Link Soal
Restorasi Meiji merupakan titik balik Jepang menjadi negara modern. Kaisar Jepang yang memimpin pembukaan isolasi negara tersebut adalah...
A
Kaisar Hirohito
B
Kaisar Akihito
C
Kaisar Matsuhito (Meiji)
D
Kaisar Yoshihito
E
Shogun Tokugawa
NO. 472
Link Soal
Di tengah arus deras globalisasi dan informasi digital, Komunitas 'Pemuda Mandiri' di sebuah kota besar berupaya keras menjaga nilai-nilai kebangsaan. Mereka sering berdiskusi tentang relevansi Sumpah Pemuda di era kini, ketika media sosial dibanjiri konten asing dan polarisasi pandangan semakin kentara, bahkan hingga menyentuh isu keagamaan. Beberapa anggota bersemangat untuk 'membela mati-matian' budaya lokal, sementara yang lain fokus pada bagaimana cara 'mencintai dan memelihara' keberagaman yang ada. Suatu hari, muncul ide untuk mengadakan festival budaya lokal yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang suku atau agama, namun ada resistensi dari kelompok tertentu yang merasa tradisi mereka lebih unggul dan tidak ingin berbaur. Ketua komunitas, Rizal, mengingatkan bahwa semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda adalah tentang persatuan di atas perbedaan, bukan tentang dominasi satu kelompok.
Mencermati narasi di atas, tantangan utama yang dihadapi Komunitas 'Pemuda Mandiri' dalam konteks menjaga identitas nasional di era globalisasi, serta esensi semangat nasionalisme yang perlu dipegang teguh, adalah...
A
Menyeimbangkan adaptasi terhadap budaya global dengan penguatan identitas lokal melalui moderasi beragama dan persatuan, sebagaimana dicontohkan Budi Utomo dan Sumpah Pemuda dalam merangkul perbedaan demi tujuan bersama.
B
Mengobarkan semangat patriotisme untuk membela mati-matian tradisi lokal dari gempuran asing, sebagaimana para pahlawan dahulu berkorban melawan penjajah.
C
Memastikan dominasi satu budaya daerah yang paling unggul untuk menjadi representasi identitas nasional, mengikuti semangat pergerakan nasional yang berjuang demi pengakuan.
D
Mengatasi polarisasi pandangan dan resistensi kelompok yang enggan berbaur dalam kegiatan kebudayaan, sebagai cerminan kegagalan mengelola keberagaman di era digital.
E
Menggalakkan penggunaan media sosial untuk mempromosikan budaya Indonesia secara masif agar dapat bersaing dengan konten asing dan menarik minat generasi muda.
NO. 473
Link Soal
Sejarah mencatat bahwa penyebaran dan pertumbuhan bahasa Melayu sebagai lingua franca (bahasa pergaulan) di Nusantara sangat didukung oleh peran kelompok...
A
Pedagang dan penyebar agama
B
Pedagang dan nelayan
C
Petani dan nelayan
D
Petani dan pedagang
E
Buruh dan majikan
NO. 474
Link Soal
Kawasan Mesopotamia yang terletak di antara Sungai Eufrat dan Tigris dikenal sebagai tempat lahirnya peradaban besar. Berdasarkan catatan sejarah, kerajaan pertama yang mendiami wilayah ini adalah...
A
Kerajaan Akkadia
B
Kerajaan Assyria
C
Kerajaan Sumeria
D
Kerajaan Neo-Babilonia
E
Kerajaan Persia
NO. 475
Link Soal
Berikut ini yang bukan merupakan upaya mempertahankan nasionalisme di era globalisasi adalah…
A
Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
B
Membudayakan sikap dan perilaku cinta tanah air.
C
Mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
D
Mengutamakan produk dalam negeri.
E
Menolak semua pengaruh budaya asing yang masuk.
NO. 476
Link Soal
Di tengah derasnya arus informasi digital, penyebaran disinformasi dan hoaks yang menargetkan sentimen primordial semakin marak, berpotensi mengancam keutuhan dan persatuan bangsa. Sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, tindakan konkret apa yang paling tepat Anda lakukan untuk menjaga dan memperkuat integrasi nasional?
A
Membatasi akses terhadap media sosial dan berita daring serta hanya fokus pada informasi dari lembaga pemerintah.
B
Mengambil peran aktif dalam memverifikasi kebenaran informasi, melaporkan hoaks kepada pihak berwenang jika valid, serta secara proaktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi digital dan persatuan bangsa.
C
Menggalang dukungan dari sesama ASN untuk membuat narasi tandingan yang masif di media sosial, terlepas dari sumber informasi, demi mendominasi opini publik.
D
Bersikap netral dan pasif terhadap penyebaran hoaks, dengan keyakinan bahwa kebenaran akan muncul dengan sendirinya tanpa intervensi.
E
Hanya berdiskusi dan bertukar informasi dengan kelompok yang memiliki pandangan kebangsaan serupa untuk menghindari perdebatan yang memecah belah.
NO. 477
Link Soal
Jatuhnya Kabinet Amir Syarifudin akibat penandatanganan Perjanjian Renville yang merugikan Indonesia menyebabkan dibentuknya kabinet baru pada 29 Januari 1948 yang dipimpin oleh...
A
Sutan Syahrir
B
Moh. Hatta
C
Ali Sastroamidjojo
D
Wilopo
E
Natsir
NO. 478
Link Soal
Penerapan kebijakan otonomi daerah (desentralisasi) bertujuan memberikan kemandirian kepada daerah. Namun, fenomena ini kerap memunculkan "Raja-raja kecil" atau peraturan daerah yang bertentangan dengan kebijakan nasional, yang berpotensi mengganggu integrasi bangsa. Langkah strategis apa yang harus diambil pemerintah pusat untuk menyelaraskan otonomi tanpa mematikan kreativitas daerah?
A
Menarik kembali seluruh kewenangan daerah ke pusat (Resentralisasi) demi stabilitas keamanan.
B
Menerbitkan regulasi payung dan pedoman umum (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) agar kebijakan daerah tetap segaris dengan visi nasional.
C
Memberikan kebebasan mutlak kepada daerah untuk membuat aturan apapun tanpa campur tangan pusat.
D
Menghapus sistem pemerintahan daerah dan menggantinya dengan sistem penunjukan langsung dari pusat.
E
Menyerahkan urusan vital seperti pertahanan dan kebijakan moneter sepenuhnya kepada daerah agar mandiri.
NO. 479
Link Soal
Desa Sukamaju di tahun 1960-an dikenal dengan semangat gotong royongnya yang tinggi. Saat itu, masyarakat bahu-membahu membangun dam irigasi mandiri yang vital untuk pertanian mereka, tanpa mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat. Para pemuda mengorbankan waktu dan tenaganya, bahkan menunda studi, demi kepentingan bersama. Nasionalisme mereka terwujud dalam upaya kolektif mewujudkan kemandirian pangan desa dan melestarikan budaya lokal dari pengaruh asing yang mulai masuk. Kini, di Desa Sukamaju yang sama, tantangan berbeda muncul. Alih-alih membangun infrastruktur fisik, masyarakat dihadapkan pada masalah erosi nilai-nilai lokal, penyebaran hoaks yang memecah belah, dan ketergantungan pada produk luar negeri. Para pemuda, meski aktif berinteraksi di media sosial, lebih sering terlibat dalam debat virtual tentang isu nasional ketimbang aksi nyata di desa. Semangat kebersamaan masih ada, namun bentuk dan manifestasinya terasa berbeda, lebih personal dan terkadang kurang terikat pada kepentingan kolektif desa secara langsung. Berdasarkan narasi di atas, bagaimana perbandingan manifestasi nasionalisme di Desa Sukamaju pada masa lalu dan masa kini menggambarkan evolusi konsep tersebut di tengah masyarakat Indonesia?
A
Nasionalisme masa lalu lebih terwujud dalam aksi kolektif fisik dan upaya kemandirian lokal, sementara masa kini cenderung diekspresikan melalui platform digital dan kesadaran isu nasional yang lebih bersifat virtual.
B
Nasionalisme pada kedua periode sama-sama berfokus pada pembangunan infrastruktur, namun dengan skala yang berbeda akibat kemajuan teknologi.
C
Masa lalu menunjukkan nasionalisme yang didasari oleh ketakutan terhadap ancaman fisik, sementara masa kini didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan internasional.
D
Manifestasi nasionalisme di masa lalu cenderung individualistis, sementara masa kini lebih menonjolkan semangat gotong royong dalam bentuk kampanye daring.
E
Pada masa lalu, nasionalisme tidak mengenal konsep kemandirian, berbeda dengan masa kini yang sangat menekankan swasembada pangan.
NO. 480
Link Soal
Perlawanan rakyat di daerah terhadap kolonialisme Belanda sangat beragam. Manakah dari konflik berikut yang tercatat paling banyak menyedot konsentrasi dan keuangan pemerintah kolonial Belanda?
A
Perlawanan Rakyat Banjar
B
Perjuangan Rakyat Maluku
C
Perang Padri di Sumatera Barat
D
Puputan di Bali
E
Perang Diponegoro di Jawa