Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 49. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 481
Link Soal
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Wilayah manakah yang dikenal sebagai sentra penghasil tambang Bauksit?
A
Bontang
B
Pulau Buru
C
Lapangan Arun
D
Pulau Tarakan
E
Pulau Bintan
NO. 482
Link Soal
Dalam sejarah diplomasi Indonesia, negara sahabat yang tercatat pertama kali memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Republik Indonesia adalah ...
A
Jepang
B
India
C
Thailand
D
Amerika Serikat
E
Mesir
NO. 483
Link Soal
Sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia", secara langsung mencerminkan semangat…
A
Demokrasi.
B
Keadilan Sosial.
C
Nasionalisme.
D
Kedaulatan Rakyat.
E
Toleransi Beragama.
NO. 484
Link Soal
Siapakah tokoh yang menyempurnakan desain lambang Garuda Pancasila pada tanggal 20 Maret 1950 dengan menambahkan skala ukuran dan tata warna?
A
Ida Ayu Soemantri
B
Iwa Koesoemasumantri
C
Sultan Hamid II
D
Moh. Yamin
E
Ahmad Soebardjo
NO. 485
Link Soal
Rumah adat 'Tongkonan' yang memiliki atap melengkung menyerupai perahu merupakan identitas budaya dari provinsi...
A
Sulawesi Selatan
B
Sulawesi Utara
C
Sulawesi Tengah
D
Sulawesi Tenggara
E
Maluku
NO. 486
Link Soal
Mengapa penting bagi generasi muda untuk tetap menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari di tengah arus globalisasi?
A
Agar tidak terlalu bergantung pada bahasa daerah
B
Karena bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari daripada bahasa lain
C
Untuk memperkuat persatuan bangsa dan menjaga identitas nasional
D
Supaya bisa diterima di komunitas internasional
E
Agar budaya asing tidak memiliki pengaruh di Indonesia
NO. 487
Link Soal
Pakta Warsawa (Warsaw Pact) adalah aliansi pertahanan militer negara-negara Blok Timur sebagai respon terhadap NATO. Negara manakah di bawah ini yang merupakan anggota asli dari Pakta Warsawa?
A
Amerika Serikat, Kanada, Inggris
B
Perancis, Jerman Barat, Italia
C
Uni Soviet, Jerman Timur, Polandia
D
Indonesia, Mesir, Yugoslavia
E
Cina, Korea Utara, Vietnam
NO. 488
Link Soal
Selain wakil dari pihak Jepang, BPUPKI juga memiliki wakil ketua yang berasal dari kalangan tokoh pribumi Indonesia, yaitu...
A
Mohammad Hatta
B
Soepomo
C
A.A. Maramis
D
Raden Pandji Soeroso
E
Mohammad Yamin
NO. 489
Link Soal
Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, konflik pribadi kadang digiring menjadi isu SARA. Sikap warga negara yang tepat untuk menghadapi hal ini adalah ...
A
Menanggapi setiap konflik dengan pengamatan yang lebih cermat (teliti)
B
Memberikan respons dengan cepat atas terjadinya setiap konflik
C
Mencari penjelasan dari media massa atas konflik yang terjadi
D
Menyerahkan penyelesaian setiap konflik pada penegak hukum
E
Membiarkan terjadinya konflik sebagai bagian dari dinamika sosial
NO. 490
Link Soal
Fenomena korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta praktik birokrasi yang lambat dan berbelit-belit masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Praktik-praktik ini secara langsung merugikan negara dan rakyat, menghambat pembangunan, serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Jika nasionalisme diartikan sebagai pengabdian tulus demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat, maka KKN adalah bentuk anti-nasionalisme yang paling merusak. Bagaimana perilaku KKN ini, secara fundamental, merusak fondasi nasionalisme yang seharusnya berlandaskan pada pengabdian dan integritas, serta apa implikasinya terhadap legitimasi negara di mata warganya?
A
Menciptakan jurang kepercayaan yang dalam antara rakyat dan pemerintah, karena perilaku koruptif menunjukkan pengkhianatan terhadap amanah dan kepentingan publik, sehingga melemahkan legitimasi negara.
B
Menyebabkan kerugian finansial negara yang besar, menghambat alokasi dana untuk program-program pembangunan penting yang seharusnya meningkatkan kualitas hidup rakyat.
C
Mendorong budaya permisif di masyarakat di mana individu lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kepentingan bersama, mengikis etos kerja dan gotong royong.
D
Mempersulit masuknya investasi asing karena iklim usaha yang tidak kondusif dan sarat pungli, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
E
Merusak reputasi Indonesia di mata dunia internasional, yang dapat berdampak pada citra negara dan posisi tawar dalam hubungan diplomatik dan perdagangan.