Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 50. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 491
Link Soal
Dalam naskah Piagam Jakarta (Jakarta Charter), terdapat kalimat pada sila pertama yang akhirnya diubah demi menjaga persatuan bangsa. Kalimat asli yang dimaksud adalah...
A
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan hukum Islam
B
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
C
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan ibadah agama Islam bagi pemeluknya
D
Ketuhanan dengan kewajiban mengamalkan ajaran Islam bagi pemeluknya
E
Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan hukum-hukum Islam
NO. 492
Link Soal
Rasa nasionalisme bisa diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Tindakan konkret yang mencerminkan nasionalisme lingkungan adalah...
A
Membatasi pemakaian air bersih hanya untuk kepentingan penghematan biaya pribadi.
B
Memilih produk-produk yang mengandung bahan kimia berbahaya tanpa mempertimbangkan dampaknya.
C
Berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon untuk melestarikan hutan di Indonesia.
D
Membuang limbah ke sungai dengan dalih kemudahan dan efisiensi.
E
Menggunakan transportasi pribadi untuk setiap aktivitas perjalanan.
NO. 493
Link Soal
Dalam mengimplementasikan kebijakan luar negerinya, Indonesia memegang teguh prinsip Bebas Aktif, yang pertama kali digagas oleh Mohammad Hatta. Makna dari prinsip "Bebas Aktif" adalah bahwa Indonesia akan...
A
Memiliki kebebasan untuk memilih sekutu dalam setiap konflik bersenjata global.
B
Menghindari segala bentuk keterlibatan dalam isu-isu internasional.
C
Secara proaktif membangun kerja sama internasional tanpa memihak pada salah satu blok kekuatan dunia.
D
Menyatakan dukungan eksplisit kepada salah satu aliansi besar selama era Perang Dingin.
E
Senantiasa terlibat aktif dalam semua jenis konflik dan perselisihan antarnegara.
NO. 494
Link Soal
Konferensi Asia Afrika sebelumnya diprakarsai dengan adanya Konferensi Pancanegara, di bawah ini bukan negara yang hadir di Konferensi Pancanegara adalah...
A
Indonesia
B
India
C
Pakistan
D
Burma
E
Malaysia
NO. 495
Link Soal
Pada tanggal 27 Desember 1949, dilakukan upacara penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada RIS. Tokoh yang menjadi wakil Indonesia dalam upacara di Belanda adalah...
A
Sri Sultan Hamengku Buwono IX
B
Sutan Syahrir
C
Amir Sjarifuddin
D
Drs. Moh. Hatta
E
H. Agus Salim
NO. 496
Link Soal
Gerakan Budi Utomo pada tahun 1908 dianggap sebagai salah satu tonggak awal kebangkitan nasionalisme Indonesia karena...
A
Berhasil mengusir penjajah Belanda
B
Merupakan organisasi politik pertama yang menuntut kemerdekaan penuh
C
Menjadi pelopor gerakan pendidikan dan kesadaran kebangsaan pribumi
D
Melakukan perlawanan bersenjata skala besar
E
Membentuk kabinet pemerintahan sendiri
NO. 497
Link Soal
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Siapakah tokoh pemuda yang mengusulkan agar mereka berdualah yang menandatangani naskah tersebut?
A
Sayuti Melik
B
Sukarni
C
B.M. Diah
D
Chairul Saleh
E
Wikana
NO. 498
Link Soal
Jatuhnya Kabinet Amir Syarifudin akibat penandatanganan Perjanjian Renville yang merugikan Indonesia menyebabkan dibentuknya kabinet baru pada 29 Januari 1948 yang dipimpin oleh...
A
Sutan Syahrir
B
Moh. Hatta
C
Ali Sastroamidjojo
D
Wilopo
E
Natsir
NO. 499
Link Soal
Salah satu indikator kuat bahwa seseorang memiliki jiwa nasionalisme adalah sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Contoh nyata dari sikap rela berkorban dalam konteks kehidupan sehari-hari adalah...
A
Membayar pajak tepat waktu dan melaporkan jika ada penyelewengan.
B
Menggunakan produk luar negeri karena kualitasnya lebih baik.
C
Tidak peduli dengan isu-isu sosial politik yang terjadi di negara.
D
Menuntut hak-hak pribadi tanpa memperhatikan kewajiban.
E
Bersikap individualis dan tidak mau terlibat dalam kegiatan masyarakat.
NO. 500
Link Soal
Andi, seorang mahasiswa generasi Z yang aktif di media sosial, seringkali merasa dilema antara pesatnya arus informasi dan budaya global dengan nilai-nilai luhur bangsanya. Ia melihat tren konsumsi budaya asing yang masif di kalangan teman-temannya, sementara diskursus tentang sejarah nasional sering dianggap 'kuno' atau tidak relevan. Belum lagi, ia juga kerap menjumpai polarisasi tajam dalam perdebatan isu-isu keagamaan di dunia maya yang kadang mengancam kerukunan.
Suatu hari, Andi mengikuti seminar bertema 'Ketahanan Nasional di Era Digital'. Seorang pembicara menarik benang merah semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda sebagai landasan untuk menjaga persatuan bangsa dari disinformasi dan perpecahan. Pembicara lain menekankan bahwa rasa cinta tanah air (nasionalisme) harus termanifestasi dalam tindakan nyata pengorbanan dan dedikasi (patriotisme), bukan hanya simbol-simbol. Terakhir, seorang tokoh agama menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI, terutama di tengah keberagaman keyakinan.
Berdasarkan narasi di atas dan refleksi Andi terhadap tantangan yang dihadapinya, sikap paling komprehensif yang sebaiknya dikembangkan Andi untuk mengimplementasikan nasionalisme yang tangguh di era modern adalah...
A
Menginternalisasi nilai-nilai kejuangan Budi Utomo dan Sumpah Pemuda untuk aktif melawan hoaks dan narasi pemecah belah, berpartisipasi dalam pelestarian budaya lokal sembari bersikap terbuka terhadap keragaman global, serta senantiasa mempraktikkan moderasi beragama sebagai wujud konkret menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.
B
Mengembangkan apresiasi terhadap produk dan budaya lokal secara eksklusif, serta membatasi interaksi dengan budaya asing untuk menghindari erosi identitas nasional.
C
Mempelajari sejarah perjuangan bangsa secara mendalam untuk menumbuhkan rasa bangga, serta aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang diselenggarakan pemerintah.
D
Menjaga citra positif bangsa di media sosial dengan mengunggah konten patriotik dan mendukung setiap kebijakan negara tanpa perlu mengkritisi secara terbuka.
E
Fokus pada pengembangan nilai-nilai keagamaan pribadi yang luhur dan menyampaikannya kepada sesama sebagai cara menjaga moral bangsa, sambil menghargai perayaan hari besar nasional.