Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 58. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 571
Link Soal
Siapakah tokoh cendekiawan (sarjana) Indonesia pertama yang mempopulerkan penggunaan istilah 'Indonesia' saat sedang menjalani masa pengasingan di Belanda?
A
Ki Hajar Dewantara
B
Drs. Moh Hatta
C
Mr. Ahmad Subarjo
D
Sukiman
E
Ali Sastroamijoyo
NO. 572
Link Soal
Nasionalisme Indonesia bersifat 'majemuk tunggal'. Berikut ini adalah unsur-unsur yang membentuk bangsa Indonesia, KECUALI...
A
Kesatuan sejarah
B
Kesatuan nasib
C
Kesatuan budaya
D
Kesatuan tempat
E
Kesatuan asas kerohanian
NO. 573
Link Soal
Dalam proses pemilihan lambang negara, salah satu desain ditolak karena dianggap memiliki unsur pengaruh pendudukan Jepang (sinar matahari). Desain yang ditolak tersebut adalah karya dari...
A
Ir. Soekarno
B
Sultan Hamid II
C
Mohammad Hatta
D
Mohammad Yamin
E
Ahmad Soebardjo
NO. 574
Link Soal
Pada peristiwa Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945, Sukarno dan Hatta diamankan oleh kelompok pemuda dan tentara PETA ke sebuah lokasi dengan tujuan menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Di manakah lokasi tersebut?
A
Markas Jepang di Jakarta
B
Istana Dalat, Vietnam
C
Rengasdengklok
D
Rumah Laksamana Maeda
E
Kediaman Soekarno di Pegangsaan Timur
NO. 575
Link Soal
Dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme, pendidikan di Indonesia mengajarkan mata pelajaran yang berfokus pada sejarah perjuangan bangsa. Tujuan utama dari pengajaran sejarah perjuangan kemerdekaan adalah ...
A
agar generasi muda mengetahui penderitaan masa lalu tanpa belajar dari pengalaman
B
untuk membuat generasi muda membenci negara-negara lain
C
membangun kebanggaan dan rasa cinta tanah air melalui pemahaman terhadap perjuangan para pahlawan
D
memperkenalkan ide-ide budaya dari bangsa lain
E
membuat generasi muda melupakan budaya lokal
NO. 576
Link Soal
Cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan sulit terwujud apabila masyarakat cenderung memiliki sikap...
A
Membiasakan diri bergotong royong di lingkungan sekitar
B
Bersahabat dan saling membantu tanpa memandang latar belakang
C
Menjadikan Pancasila sebagai pedoman tingkah laku sehari-hari
D
Hanya bersedia membantu teman yang berasal dari suku, agama, atau ras yang sama
E
Memandang wilayah nasional beserta kekayaannya sebagai satu kesatuan utuh
NO. 577
Link Soal
Salah satu faktor yang mempercepat diterimanya ajaran Islam oleh masyarakat Nusantara yang sebelumnya menganut Hindu-Buddha adalah...
A
Sering terjadinya perang antara mubaligh dengan kerajaan lokal
B
Tidak adanya sistem kasta atau pelapisan sosial dalam ajaran Islam
C
Adanya paksaan dari pedagang-pedagang Arab
D
Runtuhnya pengaruh ekonomi pedagang Hindu
E
Dukungan penuh dari penjajah Portugis
NO. 578
Link Soal
Dalam konteks globalisasi dan keberagaman internal Indonesia, muncul wacana untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri secara eksklusif dan membatasi investasi asing guna melindungi industri lokal. Di sisi lain, ada pandangan bahwa keterbukaan terhadap investasi asing dan persaingan global justru dapat memacu inovasi dan efisiensi, serta membawa manfaat ekonomi jangka panjang bagi bangsa. Berdasarkan pemahaman Anda tentang Nasionalisme Pancasila, manakah sikap yang paling tepat untuk menghadapi dilema kebijakan tersebut?
A
Menutup diri sepenuhnya dari investasi asing dan hanya mengandalkan produk dalam negeri untuk semua sektor, demi kemandirian ekonomi mutlak.
B
Membuka seluas-luasnya keran investasi asing tanpa batasan demi percepatan pertumbuhan ekonomi, dengan keyakinan bahwa pasar akan mengatur semuanya.
C
Menerapkan kebijakan proteksionisme selektif yang berlandaskan pada kepentingan nasional jangka panjang, sambil tetap membuka ruang kolaborasi dan persaingan sehat dengan pihak asing untuk kemajuan bangsa.
D
Mengutamakan produk dalam negeri hanya jika kualitasnya setara atau lebih baik dari produk impor, tanpa mempertimbangkan aspek pemberdayaan ekonomi rakyat kecil.
E
Membatasi penggunaan produk dalam negeri hanya untuk sektor strategis militer, sementara sektor lainnya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar global.
NO. 579
Link Soal
Amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan "Kemerdekaan adalah hak segala bangsa" menegaskan bahwa bangsa Indonesia...
A
Fokus hanya pada kemerdekaan bangsanya sendiri, tanpa memedulikan nasib bangsa lain.
B
Memiliki hak untuk mengintervensi urusan internal wilayah bangsa lain yang belum merdeka.
C
Menghargai dan mengakui hak setiap bangsa untuk meraih kemerdekaan dan menentukan nasibnya sendiri.
D
Berkomitmen untuk tidak terlibat dalam konflik atau sengketa internasional apa pun.
E
Memberikan dukungan penuh kepada semua negara dalam setiap situasi tanpa terkecuali.
NO. 580
Link Soal
Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat majemuk, dengan keberagaman suku, agama, ras, dan antar-golongan yang merupakan kekayaan tak ternilai. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, seringkali muncul upaya dari kelompok tertentu untuk menyeragamkan identitas bangsa, misalnya dengan mengedepankan satu identitas primordial sebagai representasi 'keindonesiaan' yang sejati, dan menyingkirkan identitas lain. Fenomena ini berpotensi merusak fondasi nasionalisme Indonesia yang telah dibangun di atas prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Apa implikasi paling berbahaya dari upaya penyeragaman identitas tersebut terhadap nasionalisme Indonesia dalam jangka panjang?
A
Munculnya disintegrasi bangsa akibat konflik horizontal dan vertikal yang dipicu oleh perasaan tidak diakui atau termarjinalisasi oleh kelompok minoritas, yang berujung pada pecahnya persatuan.
B
Melemahnya legitimasi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu bangsa, karena prinsip-prinsip inklusivitasnya dikesampingkan oleh pemaksaan identitas tunggal.
C
Terhambatnya pembangunan nasional karena energi bangsa terkuras untuk menyelesaikan konflik internal, alih-alih fokus pada kemajuan dan kesejahteraan bersama.
D
Meningkatnya radikalisme dan ekstremisme berbasis identitas, yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas negara.
E
Hilangnya kekayaan budaya dan kearifan lokal yang beragam, karena adanya tekanan untuk menyesuaikan diri dengan satu identitas dominan, mengurangi daya tarik Indonesia di mata dunia.