Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 62. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 611
Link Soal
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki banyak kepentingan yang harus dijaga dalam hubungan internasional. Namun, Indonesia juga berkomitmen untuk tidak memihak blok mana pun. Prinsip ini dikenal sebagai “politik bebas aktif.” Di era globalisasi saat ini, bagaimana Indonesia dapat mempertahankan prinsip tersebut dalam menjaga hubungan internasional?
A
Menjaga jarak dengan semua negara dan menghindari kerja sama internasional
B
Membangun aliansi dengan negara-negara yang memiliki pandangan politik sama
C
Menjalin kerja sama dengan negara lain berdasarkan kepentingan bersama tanpa terikat pada blok kekuatan tertentu
D
Menghindari hubungan diplomatik dengan negara besar yang memiliki pengaruh global
E
Mengizinkan negara asing untuk mempengaruhi kebijakan nasional Indonesia
NO. 612
Link Soal
Bela negara merupakan perwujudan dari sikap nasionalisme. Tujuan utama bela negara bagi warga negara adalah...
A
Mencari popularitas pribadi
B
Mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa
C
Memperoleh keuntungan materi
D
Meningkatkan status sosial
E
Menguasai negara lain
NO. 613
Link Soal
Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik kian tergerus oleh istilah asing (jakselian). Sebagai tokoh publik, langkah persuasif apa yang tepat untuk mengembalikan kebanggaan berbahasa nasional?
A
Menerapkan sanksi sosial bagi pencampur bahasa
B
Memberikan insentif atau panggung apresiasi bagi kreator yang berbahasa Indonesia dengan baik
C
Menghapus mata pelajaran bahasa Inggris dari sekolah
D
Membatasi akses internet untuk mengurangi paparan bahasa asing
E
Mewajibkan penggunaan bahasa baku kaku dalam pergaulan santai
NO. 614
Link Soal
Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955 memiliki peran strategis bagi bangsa-bangsa di dua benua tersebut. Salah satu tujuan utama penyelenggaraannya adalah...
A
Mendukung salah satu kekuatan blok besar
B
Membentuk pakta pertahanan militer baru
C
Mendorong kerja sama antar bangsa Asia dan Afrika
D
Menetapkan mata uang tunggal bagi negara anggota
E
Membentuk organisasi olahraga bersama
NO. 615
Link Soal
Pasca-kemerdekaan, fondasi nasionalisme Indonesia banyak dibentuk oleh perjuangan melawan kolonialisme yang menekankan persatuan dan anti-penjajahan. Dalam konteks Indonesia saat ini yang menghadapi tantangan disrupsi teknologi dan polarisasi sosial, interpretasi nasionalisme yang paling relevan untuk menjaga persatuan bangsa adalah...
A
Mempertahankan nilai-nilai tradisional dan menolak segala bentuk pengaruh asing yang dianggap tidak sesuai dengan budaya luhur bangsa.
B
Mengutamakan kepentingan ekonomi nasional di atas segalanya, bahkan jika harus mengorbankan kerjasama internasional.
C
Mengedepankan semangat persatuan melalui penguatan identitas lokal yang beragam sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas nasional.
D
Mengintegrasikan semangat persatuan dan kebanggaan akan warisan budaya dengan keterbukaan terhadap inovasi serta kerjasama global yang berlandaskan Pancasila untuk kemajuan bangsa.
E
Fokus pada pembangunan infrastruktur dan stabilitas politik agar Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat di kancah internasional.
NO. 616
Link Soal
Dahulu kala, di Desa Harmoni yang asri, semangat nasionalisme begitu kental terasa. Penduduknya, dipimpin oleh Bapak Suryo, bergotong royong tanpa pamrih membangun bendungan irigasi yang vital demi kemandirian pangan. Mereka menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan sedikit harta benda mereka, meyakini bahwa setiap tetes keringat adalah demi masa depan bangsa yang lebih baik. Kepentingan pribadi dikesampingkan demi kepentingan bersama yang lebih besar, yakni ketahanan desa sebagai bagian integral dari negara.
Kini, di Kota Maju yang megah, generasi muda seperti Putri menghadapi dilema berbeda. Teknologi informasi yang serbacanggih membuka gerbang budaya global, menawarkan beragam pilihan produk dan gaya hidup dari seluruh dunia. Meskipun Putri bangga dengan warisan budaya Indonesia dan sering mempromosikannya melalui media sosial, ia juga tak jarang memilih produk impor yang dianggap lebih praktis atau berkualitas. Diskusi mengenai investasi asing besar-besaran untuk pembangunan infrastruktur seringkali memunculkan perdebatan antara menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan memanfaatkan peluang pertumbuhan global.
Narasi di atas menggambarkan evolusi dan tantangan nasionalisme dari masa lalu ke masa kini. Perbedaan mendasar dalam implementasi semangat nasionalisme antara Desa Harmoni di masa lalu dan Kota Maju di masa kini paling tepat digambarkan sebagai:
A
Nasionalisme di Desa Harmoni ditandai dengan pengorbanan kolektif, kemandirian fisik, dan penyatuan tujuan di tengah keterbatasan, sedangkan di Kota Maju diuji oleh infiltrasi budaya global, pilihan konsumsi individual, dan perdebatan kedaulatan ekonomi dalam kerangka investasi asing.
B
Nasionalisme masa lalu hanya muncul saat ada ancaman fisik, sementara nasionalisme masa kini lebih bersifat seremonial dan kurang substansial.
C
Keduanya menunjukkan bentuk gotong royong yang sama, hanya saja media penyalurannya yang berbeda karena perkembangan teknologi.
D
Nasionalisme di masa lalu lebih otentik karena belum terpengaruh modernisasi, sedangkan masa kini cenderung pragmatis dan instan.
E
Semangat nasionalisme di Desa Harmoni bersifat statis dan kaku, sementara di Kota Maju lebih dinamis dan adaptif terhadap perubahan global tanpa batasan.
NO. 617
Link Soal
Salah satu peristiwa ketatanegaraan krusial pasca-proklamasi yang dilakukan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah...
A
Pembubaran BPUPKI
B
Pembentukan tentara keamanan rakyat
C
Pengesahan UUD 1945
D
Pemilihan anggota legislatif
E
Penetapan ibu kota negara
NO. 618
Link Soal
Pasukan AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) mendarat di Jakarta pada September 1945 dengan beberapa misi. Di bawah ini yang BUKAN merupakan tugas AFNEI adalah...
A
Menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang
B
Membebaskan tawanan perang Sekutu
C
Melucuti dan memulangkan tentara Jepang
D
Membantu memperkuat kedaulatan negara Indonesia yang baru merdeka
E
Menuntut penjahat perang
NO. 619
Link Soal
Indonesia, sebagai negara majemuk yang kaya akan budaya lokal, menghadapi dilema dalam menghadapi arus globalisasi. Di satu sisi, keterbukaan membawa kemajuan dan peluang; di sisi lain, berpotensi mengikis identitas budaya dan nasionalisme. Pemerintah berencana membangun 'Pusat Kebudayaan Global' yang akan memamerkan seni dan budaya dari seluruh dunia, diiringi workshop dan pertukaran budaya, dengan tujuan menjadikan Indonesia pusat diplomasi budaya. Namun, proyek ini menuai pro dan kontra. Sebagian berpendapat ini adalah strategi cerdas untuk memajukan Indonesia di kancah global, sementara yang lain khawatir akan hilangnya jati diri bangsa.
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai-nilai nasionalisme Pancasila, bagaimana Anda menyikapi proyek 'Pusat Kebudayaan Global' tersebut agar manfaat globalisasi dapat diraih tanpa mengorbankan penguatan identitas nasional dan semangat kebangsaan?
A
Mendukung dengan syarat bahwa kurikulum dan program Pusat Kebudayaan Global harus secara proporsional mengedepankan kekayaan budaya nasional Indonesia sebagai tuan rumah, serta menjadikan ajang tersebut sebagai wadah afirmasi dan promosi budaya lokal ke mata dunia.
B
Menolak keras proyek tersebut karena dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk budaya asing yang merusak nilai-nilai luhur bangsa dan melemahkan rasa cinta tanah air.
C
Mendukung tanpa syarat dengan harapan bahwa masyarakat Indonesia cukup dewasa untuk memfilter sendiri pengaruh budaya asing dan tetap mempertahankan nasionalisme mereka.
D
Mendukung penuh karena proyek ini akan menempatkan Indonesia di garis depan pergaulan internasional dan menunjukkan kematangan bangsa dalam menerima keberagaman global.
E
Mengusulkan agar dana proyek dialihkan seluruhnya untuk memperkuat program-program kebudayaan lokal di daerah-daerah guna membentengi diri dari pengaruh globalisasi.
NO. 620
Link Soal
Republik Indonesia Serikat (RIS) merupakan hasil dari KMB yang tidak bertahan lama. Indonesia secara resmi kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal...
A
27 Desember 1949
B
17 Agustus 1950
C
5 Juli 1959
D
18 Agustus 1945
E
11 Maret 1966