Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 63. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 621
Link Soal
Kapan Ir. Soekarno pertama kali menyampaikan pidato tentang konsep dasar negara yang kemudian kita kenal sebagai Pancasila di hadapan sidang BPUPKI?
A
29 Mei 1945
B
1 Juni 1945
C
22 Juni 1945
D
17 Agustus 1945
E
18 Agustus 1945
NO. 622
Link Soal
Penyebaran agama Islam di Indonesia membawa banyak perubahan positif. Namun, manakah di antara pilihan berikut yang BUKAN merupakan dampak positif dari penyebaran Islam?
A
Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan
B
Mempercepat proses integrasi bangsa
C
Mempertebal semangat kesukuan (primordialisme)
D
Berkembangnya kebudayaan yang berakulturasi
E
Pelestarian kesenian lokal yang bernafaskan Islam
NO. 623
Link Soal
Pada masa Demokrasi Terpimpin, arah politik dalam negeri Indonesia mengalami pergeseran ideologis yang kuat. Salah satu ciri utamanya adalah upaya menyatukan tiga kekuatan besar ideologi di Indonesia, yang dikenal dengan konsep...
A
Pancasila Sakti
B
Manipol USDEK
C
Nasakom
D
Berdikari
E
Nefo dan Oldefo
NO. 624
Link Soal
Pasca perang usai, South East Asia Command (SEAC) milik Inggris bertanggung jawab atas beberapa wilayah di Asia Tenggara. Negara manakah yang TIDAK termasuk dalam tanggung jawab SEAC?
A
Burma
B
Srilanka
C
Vietnam
D
Malaya
E
Indocina
NO. 625
Link Soal
Di sebuah negeri kepulauan bernama Nusantara Jaya, terdapat Provinsi Seruni yang kaya akan sumber daya alam. Namun, belakangan ini, sentimen kedaerahan di Seruni mulai menguat, didorong oleh beberapa tokoh lokal yang merasa kebijakan pemerintah pusat tidak adil dan hanya menguntungkan daerah lain. Mereka sering menyuarakan kepentingan daerah di atas kepentingan nasional, bahkan sampai muncul wacana untuk memisahkan diri jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Pada saat yang sama, masuknya investasi dan budaya asing yang masif tanpa filter yang kuat telah mengikis rasa bangga terhadap produk dan identitas nasional di kalangan generasi muda Seruni. Banyak pemuda lebih mengidolakan budaya luar dan merasa asing dengan nilai-nilai luhur bangsanya sendiri. Berdasarkan narasi tersebut, dampak negatif paling signifikan yang mungkin terjadi akibat situasi di Provinsi Seruni adalah...
A
Munculnya potensi disintegrasi bangsa dan melemahnya persatuan serta kesatuan nasional.
B
Peningkatan konflik horizontal antar suku dan agama di Provinsi Seruni.
C
Terhambatnya laju investasi asing dan pertumbuhan ekonomi di daerah.
D
Penguatan identitas budaya lokal Seruni secara signifikan di kancah global.
E
Rendahnya kualitas sumber daya manusia akibat terpapar budaya asing.
NO. 626
Link Soal
Peristiwa diplomasi manakah yang secara resmi mengakhiri konfrontasi fisik Indonesia-Belanda melalui penyerahan dan pengakuan kedaulatan pada akhir tahun 1949?
A
Perjanjian Linggarjati
B
Perundingan Roem-Royen
C
Perjanjian Renville
D
Konferensi Meja Bundar (KMB)
E
Diplomasi Beras ke India
NO. 627
Link Soal
Munculnya kesadaran persatuan dalam Sumpah Pemuda dipelopori oleh berbagai organisasi kepemudaan. Organisasi mana saja yang menjadi pencetus utama dalam pergerakan ini?
A
Budi Utomo dan Serikat Islam
B
Jong Java dan Muhammadiyah
C
Perhimpunan Indonesia, Partai Nasional Indonesia, dan Pemuda Indonesia
D
Jong Celebes dan Partai Komunis Indonesia
E
Jong Islamiten Bond dan Kaum Betawi
NO. 628
Link Soal
Di kota Agra, India, berdiri sebuah monumen megah yang masuk dalam jajaran tujuh keajaiban dunia sejak 2007. Bangunan ini merupakan simbol cinta dan kasih sayang. Objek yang dimaksud adalah...
A
Acropolis
B
Alhambra
C
Taj Mahal
D
Moai
E
Petra
NO. 629
Link Soal
Di era digital yang penuh disrupsi, 'Forum Pemuda Merdeka' (FPM) dihadapkan pada tantangan pelik. Anggota FPM, yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah, ingin menjaga semangat kebangsaan tetap menyala. Namun, sebagian dari mereka lebih sering terlibat dalam tren global yang mendominasi media sosial, bahkan terkesan kurang peduli dengan narasi perjuangan kemerdekaan atau kekayaan budaya lokal. Ada pula kelompok minoritas di FPM yang merasa identitas keagamaannya kurang terwadahi dalam diskusi kebangsaan, sementara kelompok mayoritas tanpa sengaja seringkali mengedepankan perspektif agamanya dalam setiap pembahasan isu nasional. Ketua FPM mengingatkan bahwa persatuan yang dirajut Budi Utomo dan Sumpah Pemuda adalah fondasi yang harus terus diadaptasi, bukan hanya dihafal. Ia juga menekankan bahwa nasionalisme bukan berarti menafikan keberagaman, melainkan merangkulnya dalam bingkai NKRI.
Berdasarkan narasi di atas, pendekatan strategis yang paling komprehensif untuk diterapkan oleh 'Forum Pemuda Merdeka' guna memperkuat nasionalisme, menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi, dan mewujudkan moderasi beragama adalah...
A
Menginisiasi program 'Bhinneka Digital' yang memfasilitasi diskusi kritis tentang konten global, mengenalkan kembali kekayaan budaya dan narasi sejarah lokal melalui platform digital interaktif, serta mengadakan forum dialog lintas iman secara berkala untuk memperkuat pemahaman dan toleransi.
B
Meningkatkan kesadaran akan kewajiban membela negara di garda depan, mengadakan pelatihan fisik dan mental untuk menghadapi ancaman asing, serta secara tegas menolak segala bentuk paham transnasional yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.
C
Memperbanyak publikasi kutipan tokoh-tokoh nasional di media sosial, mengadakan lomba mengenakan pakaian adat, dan mendorong anggota untuk lebih aktif menyuarakan pandangan keagamaan masing-masing agar merasa diakui.
D
Membatasi akses anggota terhadap media sosial asing, fokus hanya pada konten-konten kebangsaan murni, dan membentuk satu wadah tunggal bagi semua agama untuk menyamakan persepsi dalam bernegara demi menghindari friksi.
E
Mengintensifkan pembelajaran sejarah perjuangan bangsa melalui seminar dan kunjungan museum, serta menyerahkan urusan moderasi beragama sepenuhnya kepada pemuka agama agar tidak mencampuri urusan negara.
NO. 630
Link Soal
Teks proklamasi disusun oleh tiga tokoh utama di kediaman Laksamana Maeda. Siapakah ketiga tokoh penyusun tersebut?
A
Sukarno, Hatta, dan Sayuti Melik
B
Sukarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo
C
Sukarno, Hatta, dan Sukarni
D
Sukarno, Hatta, dan Moh. Yamin
E
Sukarno, Hatta, dan B.M. Diah