Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 65. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 641
Link Soal
Di tengah arus globalisasi dan liberalisasi ekonomi, Indonesia menghadapi dilema signifikan. Di satu sisi, ada desakan untuk membuka pasar dan menarik investasi asing guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan teknologi. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa keterbukaan berlebihan dapat mengikis kedaulatan ekonomi, mematikan industri lokal, dan pada akhirnya mereduksi semangat kemandirian bangsa. Fenomena ini memunculkan perdebatan antara 'nasionalisme ekonomi' yang cenderung proteksionis dan kebutuhan adaptasi terhadap sistem ekonomi global. Bagaimana dilema ini, jika tidak dikelola dengan bijak, dapat mereduksi esensi nasionalisme Indonesia yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa?
A
Melemahnya kapasitas negara untuk melindungi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyatnya, sehingga memudarkan rasa bangga dan kepemilikan terhadap bangsa sendiri di mata warganya.
B
Menyebabkan ketergantungan ekonomi yang ekstrem pada pihak asing, yang pada gilirannya menghilangkan kemampuan bangsa untuk menentukan arah kebijakan ekonominya secara mandiri.
C
Memicu konflik kepentingan antara elit politik dan pengusaha nasional yang pro-globalisasi dengan kelompok masyarakat yang menginginkan proteksi penuh terhadap pasar domestik.
D
Menghambat inovasi dan daya saing produk domestik karena kurangnya kompetisi, yang akhirnya membuat bangsa tertinggal dalam persaingan global dan kehilangan pijakan di kancah internasional.
E
Menciptakan kesenjangan sosial yang parah akibat persaingan bebas, di mana hanya kelompok tertentu yang diuntungkan, sehingga mengikis rasa keadilan sosial yang merupakan pilar nasionalisme.
NO. 642
Link Soal
Sejarah perkembangan Islam di tanah Jawa mencatat adanya kerajaan yang menjadi pelopor kekuasaan Islam pertama. Kerajaan yang dimaksud adalah...
A
Kerajaan Mataram Islam
B
Kerajaan Demak
C
Kerajaan Cirebon
D
Kerajaan Banten
E
Kerajaan Pajang
NO. 643
Link Soal
Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dilakukan di kediaman Ir. Soekarno yang beralamat di...
A
Jalan Imam Bonjol No. 1
B
Jalan Pegangsaan Timur No. 56
C
Jalan Kemerdekaan No. 34
D
Jalan Perjuangan No. 76
E
Jalan Proklamasi No. 10
NO. 644
Link Soal
Indonesia menerapkan politik luar negeri bebas aktif yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Berikut ini yang merupakan contoh konkret pelaksanaan prinsip tersebut adalah...
A
Mengirimkan pasukan perdamaian (Kontingen Garuda) ke wilayah konflik
B
Memihak pada salah satu blok kekuatan dunia demi keamanan
C
Bergabung dalam pakta pertahanan militer negara adidaya
D
Membentuk aliansi ekonomi yang tertutup dan eksklusif
E
Menolak kerja sama dengan negara yang berbeda ideologi
NO. 645
Link Soal
Di antara konsep-konsep berikut, manakah yang paling mendekati deskripsi mengenai sifat nasionalisme yang positif dan konstruktif?
A
Chauvinisme, yaitu cinta tanah air yang berlebihan dan merendahkan bangsa lain.
B
Ultranasionalisme, yaitu paham nasionalisme ekstrem yang cenderung agresif.
C
Etnosentrisme, yaitu pandangan yang menganggap budaya sendiri paling baik.
D
Patriotisme, yaitu semangat cinta tanah air dan kesediaan berkorban untuk negara.
E
Rasisme, yaitu paham diskriminasi berdasarkan suku atau ras.
NO. 646
Link Soal
Di tengah arus globalisasi dan disrupsi informasi, muncul tantangan baru terhadap pemahaman dan implementasi nasionalisme di kalangan generasi muda Indonesia. Berbagai ideologi transnasional dan budaya asing mudah diakses, berpotensi mengikis rasa kebanggaan dan persatuan nasional yang berlandaskan Pancasila. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas dan visioner, inisiatif strategis manakah yang paling efektif untuk memperkuat nasionalisme Pancasila di kalangan generasi Z dan milenial dalam konteks kekinian?
A
Mengembangkan platform digital interaktif yang memungkinkan generasi muda untuk berkreasi, berbagi, dan berdiskusi mengenai nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal dalam bentuk konten multimedia yang relevan.
B
Memperketat pengawasan dan sensor terhadap konten digital asing yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
C
Menggalakkan kembali program penataran P4 secara masif di seluruh jenjang pendidikan, serta mewajibkan upacara bendera dengan intensitas lebih tinggi.
D
Mendorong penggunaan produk dalam negeri secara agresif melalui kampanye iklan besar-besaran, dengan fokus utama pada aspek ekonomi tanpa melibatkan edukasi filosofis.
E
Menyelenggarakan kegiatan studi banding ke negara-negara yang berhasil menjaga nasionalismenya di era modern, kemudian mengadaptasi program mereka secara langsung tanpa penyesuaian konteks lokal.
NO. 647
Link Soal
Partai Nasional Indonesia (PNI) memiliki strategi perjuangan yang tegas menolak bekerja sama dengan pemerintah kolonial. Strategi dan asas perjuangan ini dikenal dengan istilah...
A
Koperasi dan Marhaenisme
B
Radikalisme dan Liberalisme
C
Non-koperasi dan Marhaenisme
D
Bawah tanah dan Gerilya
E
Diplomasi dan Negosiasi
NO. 648
Link Soal
Gedung bersejarah 'Chuo Sangi In' (sekarang Gedung Pancasila) di Jakarta merupakan lokasi dilaksanakannya...
A
Proklamasi Kemerdekaan
B
Perumusan Teks Proklamasi
C
Kongres Pemuda II
D
Sidang PPKI pertama
E
Upacara peresmian dan pembukaan sidang BPUPKI
NO. 649
Link Soal
Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) terjadi di beberapa wilayah Indonesia sebagai bentuk disintegrasi bangsa. Di antara provinsi berikut di Pulau Jawa, manakah yang TIDAK menjadi basis pemberontakan tersebut?
A
Jawa Barat
B
Jawa Tengah
C
Jawa Timur
D
Banten (saat itu bagian Jabar)
E
Aceh (luar Jawa)
NO. 650
Link Soal
Panitia Sembilan dibentuk untuk merumuskan dasar negara Indonesia. Manakah di antara kombinasi tokoh berikut yang semuanya merupakan anggota dari Panitia Sembilan?
A
Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Soebarjo
B
Mr. Soepomo, Dr. Radjiman Wideodiningrat, dan Sukarni
C
Ki Hajar Dewantara, Ernest Douwes Dekker, dan Tjipto Mangoenkoesoemo
D
Sutan Sjahrir, Amir Sjarifuddin, dan Tan Malaka
E
Fatmawati, Sayuti Melik, dan Laksamana Maeda