Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 65. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 641
Link Soal
Runtuhnya negara Yugoslavia sebagai akibat adanya ....
A
Terlepasnya negara-negara yang merupakan bagian dari negara Yugoslavia
B
Adanya keinginan Serbia untuk mendirikan negara sendiri
C
Kekuatan militer negara tersebut sudah lemah
D
Runtuhnya negara komunis Uni Sovyet
E
Terjadinya pertentangan antar etnis
NO. 642
Link Soal
Setelah teks proklamasi selesai dirumuskan, muncul perdebatan mengenai penandatanganan naskah. Siapakah yang mengusulkan agar teks tersebut ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia?
A
Sayuti Melik
B
Chairul Saleh
C
Sukarni
D
Ahmad Soebardjo
E
B.M. Diah
NO. 643
Link Soal
Faktor paling fundamental yang menjadi penguat rasa nasionalisme di Indonesia, mengingat keberagaman yang ada, adalah ....
A
Adanya persamaan bahasa daerah di seluruh kepulauan.
B
Kesamaan budaya dan tradisi yang seragam antar wilayah.
C
Pengalaman panjang sejarah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
D
Kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah di setiap daerah.
E
Sistem pemerintahan yang sangat sentralistik dan otoriter.
NO. 644
Link Soal
Di era globalisasi, peredaran informasi dan budaya lintas batas sangat pesat. Seorang aktivis muda berpendapat bahwa semangat nasionalisme Indonesia perlu diredefinisikan agar tidak terperangkap dalam chauvinisme sempit, melainkan mampu merangkul nilai-nilai universal sambil tetap mempertahankan identitas bangsa. Pendapat ini dilandasi oleh pemahaman bahwa nasionalisme yang sejati harus adaptif dan inklusif. Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat merefleksikan esensi nasionalisme Indonesia yang relevan di era globalisasi?
A
Nasionalisme Indonesia harus fokus pada penguatan ekonomi domestik dengan memberlakukan proteksi ketat terhadap produk asing agar industri lokal dapat bersaing.
B
Meningkatkan kerjasama militer dengan negara-negara regional untuk menjaga kedaulatan wilayah dari ancaman eksternal yang semakin kompleks.
C
Mengembangkan rasa bangga terhadap kebudayaan lokal sembari terbuka terhadap adaptasi nilai-nilai positif dari budaya global tanpa menghilangkan jati diri bangsa yang berlandaskan Pancasila.
D
Menekankan pentingnya mempelajari bahasa asing dan budaya global secara mendalam untuk meningkatkan daya saing individu di pasar kerja internasional.
E
Mendukung setiap kebijakan luar negeri yang berpihak pada kepentingan nasional secara mutlak, terlepas dari pertimbangan etika dan dampak kemanusiaan global.
NO. 645
Link Soal
Peristiwa bersejarah ikrar Sumpah Pemuda pertama kali dilakukan di sebuah gedung yang merupakan milik dari...
A
Laksamana Muda Tadhesi Maeda
B
Drs. Mohammad Hatta
C
Sie Kok Liong
D
Otto Bauer
E
AM Tambunan
NO. 646
Link Soal
Panitia Sembilan dibentuk untuk merumuskan naskah rancangan pembukaan UUD. Tokoh berikut ini yang BUKAN merupakan bagian dari keanggotaan Panitia Sembilan adalah...
A
Mohammad Hatta
B
Sultan Hamid II
C
Abikoesno Tjokrosoejoso
D
Agus Salim
E
A.A. Maramis
NO. 647
Link Soal
Dahulu kala, di Desa Harmoni yang asri, semangat nasionalisme begitu kental terasa. Penduduknya, dipimpin oleh Bapak Suryo, bergotong royong tanpa pamrih membangun bendungan irigasi yang vital demi kemandirian pangan. Mereka menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan sedikit harta benda mereka, meyakini bahwa setiap tetes keringat adalah demi masa depan bangsa yang lebih baik. Kepentingan pribadi dikesampingkan demi kepentingan bersama yang lebih besar, yakni ketahanan desa sebagai bagian integral dari negara.
Kini, di Kota Maju yang megah, generasi muda seperti Putri menghadapi dilema berbeda. Teknologi informasi yang serbacanggih membuka gerbang budaya global, menawarkan beragam pilihan produk dan gaya hidup dari seluruh dunia. Meskipun Putri bangga dengan warisan budaya Indonesia dan sering mempromosikannya melalui media sosial, ia juga tak jarang memilih produk impor yang dianggap lebih praktis atau berkualitas. Diskusi mengenai investasi asing besar-besaran untuk pembangunan infrastruktur seringkali memunculkan perdebatan antara menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan memanfaatkan peluang pertumbuhan global.
Narasi di atas menggambarkan evolusi dan tantangan nasionalisme dari masa lalu ke masa kini. Perbedaan mendasar dalam implementasi semangat nasionalisme antara Desa Harmoni di masa lalu dan Kota Maju di masa kini paling tepat digambarkan sebagai:
A
Nasionalisme di Desa Harmoni ditandai dengan pengorbanan kolektif, kemandirian fisik, dan penyatuan tujuan di tengah keterbatasan, sedangkan di Kota Maju diuji oleh infiltrasi budaya global, pilihan konsumsi individual, dan perdebatan kedaulatan ekonomi dalam kerangka investasi asing.
B
Nasionalisme masa lalu hanya muncul saat ada ancaman fisik, sementara nasionalisme masa kini lebih bersifat seremonial dan kurang substansial.
C
Keduanya menunjukkan bentuk gotong royong yang sama, hanya saja media penyalurannya yang berbeda karena perkembangan teknologi.
D
Nasionalisme di masa lalu lebih otentik karena belum terpengaruh modernisasi, sedangkan masa kini cenderung pragmatis dan instan.
E
Semangat nasionalisme di Desa Harmoni bersifat statis dan kaku, sementara di Kota Maju lebih dinamis dan adaptif terhadap perubahan global tanpa batasan.
NO. 648
Link Soal
Perjanjian Renville pada tahun 1948 dianggap sangat merugikan pihak Indonesia karena wilayah kedaulatan RI menjadi semakin sempit. Wilayah yang diakui Belanda saat itu hanya meliputi...
A
Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera
B
Jawa Barat, Madura, dan seluruh Sumatera
C
Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan
D
Seluruh pulau Jawa dan Madura
E
Sumatera, Jawa, dan Sulawesi
NO. 649
Link Soal
Sebelum terjadinya peristiwa proklamasi, pihak otoritas Jepang di Tokyo semula merencanakan pengesahan kemerdekaan Indonesia pada tanggal...
A
17 Agustus 1945
B
24 Agustus 1945
C
18 Agustus 1945
D
27 Desember 1949
E
1 Juni 1945
NO. 650
Link Soal
Kebijakan 'Sanering' atau pemotongan nilai uang (Gunting Syafrudin) pada tahun 1950 dilakukan saat jabatan Menteri Keuangan dipegang oleh...
A
Ali Sastroamidjojo
B
Sumitro Djojohadikusumo
C
Syafrudin Prawiranegara
D
Iskaq Tjokrohadisurjo
E
Juanda Kartawidjaja