Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 68. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 671
Link Soal
Sejarah reformasi 1998 mencatat berbagai peristiwa kelam, salah satunya bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan yang mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi di area Jembatan Semanggi dikenal dengan sebutan...
A
Tragedi Trisakti
B
Tragedi Semanggi I
C
Peristiwa Malari
D
Peristiwa Tanjung Priok
E
Tragedi Gejayan
NO. 672
Link Soal
Pancasila bukanlah paham yang menganut chauvinisme. Definisi yang paling tepat untuk mendeskripsikan istilah chauvinisme adalah...
A
Kesetiaan tinggi terhadap tradisi kuno daerah asal
B
Paham yang menganggap semua bangsa di dunia memiliki kedudukan setara
C
Rasa cinta tanah air yang sangat ekstrim dengan merendahkan martabat bangsa lain
D
Perjuangan bersenjata untuk mendapatkan kemerdekaan nasional
E
Paham yang mengutamakan kepentingan individu di atas negara
NO. 673
Link Soal
Prinsip Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua, merupakan fondasi penting bagi nasionalisme Indonesia. Prinsip ini mengajarkan bahwa...
A
Perbedaan suku, agama, dan budaya harus dihilangkan untuk mencapai kesatuan.
B
Kesatuan dapat tercapai meskipun ada perbedaan, asalkan perbedaan tersebut tidak dipertentangkan.
C
Mayoritas harus mendominasi minoritas demi menjaga stabilitas nasional.
D
Masing-masing kelompok harus mengembangkan identitasnya secara terpisah tanpa interaksi.
E
Penggunaan satu bahasa daerah sebagai bahasa nasional adalah kunci persatuan.
NO. 674
Link Soal
Prinsip nasionalisme yang secara tegas termaktub dalam falsafah Pancasila dan menjadi ciri khas Indonesia adalah ....
A
Mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan di atas kepentingan nasional.
B
Menjaga kebhinekaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa.
C
Mengembangkan sikap egoisme rasial dan primordial yang kuat.
D
Menolak segala bentuk interaksi dan kerja sama dengan negara lain.
E
Mengarahkan pada pembentukan negara kesatuan yang totaliter.
NO. 675
Link Soal
Salah satu tujuan penting pendidikan karakter berbasis nasionalisme adalah untuk…
A
Meningkatkan daya saing ekonomi bangsa.
B
Mencetak generasi yang siap menghadapi persaingan global.
C
Memperkuat identitas nasional dan rasa cinta tanah air.
D
Mengembangkan potensi individu secara maksimal.
E
Mempersiapkan pemimpin masa depan.
NO. 676
Link Soal
Perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil diskusi tokoh-tokoh bangsa di rumah Laksamana Maeda. Siapakah tokoh yang menyusun naskah tersebut?
A
Laksamana Maeda, Moh. Hatta, dan Suwardi Suryaningrat
B
Soekarno, Ki Hajar Dewantara, dan Moh. Hatta
C
Laksamana Maeda, Achmad Soebardjo, dan HOS Tjokroaminoto
D
Soekarno, Moh. Hatta, dan HOS Tjokroaminoto
E
Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo
NO. 677
Link Soal
Setelah kembali dari Rengasdengklok, rombongan Soekarno-Hatta menuju rumah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang untuk menyusun naskah proklamasi. Siapakah perwira Jepang yang menjamin keamanan mereka tersebut?
A
Laksamana Terauchi
B
Jenderal Kumakichi Harada
C
Laksamana Tadashi Maeda
D
Jenderal Hitoshi Imamura
E
Marsekal Hisaichi Terauchi
NO. 678
Link Soal
Eksistensi Nusantara sebagai tanah air bagi bangsa Indonesia mulai dikenal secara luas melalui sejarah kejayaan dua kerajaan besar, yaitu...
A
Kerajaan Tarumanegara dan Kutai
B
Kerajaan Sunda dan Sriwijaya
C
Kerajaan Majapahit dan Mataram
D
Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit
E
Kerajaan Kutai dan Sunda
NO. 679
Link Soal
Pada masa pendudukan Jepang, dibentuk organisasi semi-militer yang anggotanya terdiri dari para pemuda. Organisasi ini dikenal dengan nama Seinendan. Apa tujuan utama Jepang membentuk Seinendan?
A
Membantu polisi Jepang menjaga keamanan dan ketertiban
B
Mendidik pemuda agar memiliki semangat anti-Barat
C
Menyiapkan pemuda untuk menjadi tentara profesional
D
Mendidik dan melatih pemuda agar dapat mempertahankan tanah airnya
E
Mengumpulkan hasil bumi untuk kepentingan perang Jepang
NO. 680
Link Soal
Pada masa penjajahan, Belanda menerapkan kebijakan Politik Etis sebagai balas budi kepada rakyat Indonesia. Tiga program utama dalam kebijakan ini dikenal dengan istilah 'Trilogi Van Deventer', yang meliputi...
A
Irigasi, Emigrasi, dan Edukasi
B
Asimilasi, Akulturasi, dan Migrasi
C
Edukasi, Reboisasi, dan Transmigrasi
D
Irigasi, Urbanisasi, dan Edukasi
E
Transmigrasi, Irigasi, dan Industrialisasi