Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 7. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 61
Link Soal
Sebagai bentuk nasionalisme modern, masyarakat Indonesia didorong untuk menggunakan produk-produk lokal. Namun, di pasar lokal, produk asing sering kali lebih menarik bagi konsumen. Apa strategi yang paling efektif bagi produsen lokal untuk meningkatkan daya tarik produk mereka dibandingkan produk impor?
A
Mengurangi biaya produksi dengan menurunkan kualitas produk
B
Meningkatkan kualitas produk lokal dan mempromosikan keunggulan produk lokal secara kreatif
C
Membatasi konsumen untuk membeli produk impor
D
Menetapkan harga produk lokal setinggi mungkin agar terlihat lebih eksklusif
E
Mencoba meniru produk impor tanpa inovasi yang berarti
NO. 62
Link Soal
Pattimura memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda karena berbagai alasan. Berikut ini yang BUKAN merupakan alasan pemicu perlawanan tersebut adalah...
A
Adanya praktik pelayaran Hongi dan ekstirpasi
B
Rakyat Maluku lebih menghargai sistem administrasi Inggris dibanding Belanda
C
Upaya Belanda untuk menghapuskan Hukum Adat Tawan Karang
D
Penerapan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie)
E
Penerapan kerja paksa atau rodi bagi penduduk lokal
NO. 63
Link Soal
Pada Pidato Lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan lima prinsip yang akan menjadi fondasi negara Indonesia. Prinsip pertama yang disebutnya adalah Kebangsaan Indonesia, yang dapat diartikan sebagai...
A
Pembentukan satu suku bangsa yang mendominasi di Indonesia.
B
Upaya melestarikan kebudayaan kolonial sebagai bagian dari sejarah.
C
Menyatukan seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku, agama, dan ras.
D
Penghapusan semua kebudayaan daerah yang ada di Indonesia.
E
Pemberian apresiasi hanya pada budaya-budaya yang berasal dari Pulau Jawa.
NO. 64
Link Soal
Dahulu kala, di Desa Harmoni yang asri, semangat nasionalisme begitu kental terasa. Penduduknya, dipimpin oleh Bapak Suryo, bergotong royong tanpa pamrih membangun bendungan irigasi yang vital demi kemandirian pangan. Mereka menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan sedikit harta benda mereka, meyakini bahwa setiap tetes keringat adalah demi masa depan bangsa yang lebih baik. Kepentingan pribadi dikesampingkan demi kepentingan bersama yang lebih besar, yakni ketahanan desa sebagai bagian integral dari negara.
Kini, di Kota Maju yang megah, generasi muda seperti Putri menghadapi dilema berbeda. Teknologi informasi yang serbacanggih membuka gerbang budaya global, menawarkan beragam pilihan produk dan gaya hidup dari seluruh dunia. Meskipun Putri bangga dengan warisan budaya Indonesia dan sering mempromosikannya melalui media sosial, ia juga tak jarang memilih produk impor yang dianggap lebih praktis atau berkualitas. Diskusi mengenai investasi asing besar-besaran untuk pembangunan infrastruktur seringkali memunculkan perdebatan antara menjaga kedaulatan ekonomi nasional dan memanfaatkan peluang pertumbuhan global.
Narasi di atas menggambarkan evolusi dan tantangan nasionalisme dari masa lalu ke masa kini. Perbedaan mendasar dalam implementasi semangat nasionalisme antara Desa Harmoni di masa lalu dan Kota Maju di masa kini paling tepat digambarkan sebagai:
A
Nasionalisme di Desa Harmoni ditandai dengan pengorbanan kolektif, kemandirian fisik, dan penyatuan tujuan di tengah keterbatasan, sedangkan di Kota Maju diuji oleh infiltrasi budaya global, pilihan konsumsi individual, dan perdebatan kedaulatan ekonomi dalam kerangka investasi asing.
B
Nasionalisme masa lalu hanya muncul saat ada ancaman fisik, sementara nasionalisme masa kini lebih bersifat seremonial dan kurang substansial.
C
Keduanya menunjukkan bentuk gotong royong yang sama, hanya saja media penyalurannya yang berbeda karena perkembangan teknologi.
D
Nasionalisme di masa lalu lebih otentik karena belum terpengaruh modernisasi, sedangkan masa kini cenderung pragmatis dan instan.
E
Semangat nasionalisme di Desa Harmoni bersifat statis dan kaku, sementara di Kota Maju lebih dinamis dan adaptif terhadap perubahan global tanpa batasan.
NO. 65
Link Soal
Pada masa Orde Baru, pembangunan nasional dibagi ke dalam tahapan Repelita. Fokus utama yang menjadi sasaran dalam Repelita IV adalah...
A
Sektor pertanian untuk swasembada pangan mutlak.
B
Industri dasar dan kimia untuk menopang pertahanan.
C
Sektor pertanian dan prasarana pengairan.
D
Peningkatan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
E
Sektor pertanian menuju industri yang menghasilkan mesin-mesin sendiri (industri berat dan ringan).
NO. 66
Link Soal
Sebagai representasi dari berbagai wilayah di Indonesia, anggota PPKI awalnya ditetapkan berjumlah...
A
9 orang
B
62 orang
C
21 orang
D
45 orang
E
8 orang
NO. 67
Link Soal
Penderitaan rakyat Indonesia akibat sistem Tanam Paksa digambarkan secara tajam dalam buku 'Max Havelaar'. Siapakah penulis buku tersebut dengan nama samaran Multatuli?
A
Van den Bosch
B
Douwes Dekker
C
Thomas Stamford Raffles
D
Herman Willem Daendels
E
Jan Pieterszoon Coen
NO. 68
Link Soal
Organisasi pergerakan nasional yang didirikan oleh 'Tiga Serangkai' (Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat) dikenal sebagai organisasi politik pertama yang secara tegas menyuarakan kemerdekaan. Apa nama organisasi tersebut?
A
Budi Utomo
B
Sarekat Islam
C
Indische Partij
D
Perhimpunan Indonesia
E
Partai Nasional Indonesia
NO. 69
Link Soal
Di tengah keberagaman, ada kelompok yang memperjuangkan kepentingannya sendiri. Jika Anda seorang pemimpin daerah, tindakan paling tepat untuk mengatasi potensi konflik ini dan menjaga nasionalisme adalah ...
A
Menerapkan aturan yang sama untuk semua kelompok tanpa terkecuali
B
Meminta pemerintah pusat untuk mengawasi kelompok-kelompok tersebut
C
Melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat dan menyosialisasikan pentingnya persatuan nasional
D
Melarang kelompok-kelompok tersebut untuk mengadakan kegiatan mereka
E
Menetapkan peraturan yang memihak salah satu kelompok terbesar di daerah tersebut
NO. 70
Link Soal
Gerakan separatis Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang meletus di Bandung pada Januari 1950 dipimpin oleh...
A
Andi Azis
B
S.M. Kartosuwiryo
C
Raymond Westerling
D
Kahar Muzakar
E
Soumokil