Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 70. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 691
Link Soal
Di era otonomi daerah dan globalisasi, sebuah pemerintah kabupaten sedang merancang Peraturan Daerah (Perda) yang secara tegas membatasi masuknya produk dan investasi dari luar wilayah kabupaten, bahkan dari provinsi lain di Indonesia, dengan alasan untuk melindungi perekonomian lokal dan identitas budaya setempat. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai nasionalisme dan persatuan bangsa, bagaimana Anda seharusnya menyikapi rancangan Perda tersebut?
A
Mendukung penuh rancangan Perda tersebut sebagai bentuk konkret implementasi kedaulatan daerah dan keberpihakan terhadap ekonomi lokal.
B
Menolak secara mutlak Perda tersebut karena setiap pembatasan antar-wilayah di Indonesia akan merusak integrasi ekonomi nasional dan mengikis semangat persatuan.
C
Mengusulkan kajian mendalam terhadap Perda tersebut dengan melibatkan pakar hukum tata negara dan ekonomi nasional untuk memastikan bahwa Perda tersebut tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, serta mencari solusi yang harmonis antara kepentingan lokal dan nasional.
D
Membiarkan Perda tersebut karena merupakan kewenangan otonomi daerah, tanpa perlu intervensi dari ASN yang bukan bagian dari pemerintah daerah tersebut.
E
Mengadvokasi agar Perda tersebut dijadikan contoh bagi daerah lain untuk memperkuat identitas dan ekonomi lokal masing-masing, sebagai wujud keberagaman Indonesia.
NO. 692
Link Soal
Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengimplementasikan berbagai program pembangunan yang merefleksikan semangat nasionalisme. Contoh program tersebut dalam bidang ekonomi adalah...
A
Mengajak investasi asing untuk mengelola seluruh sumber daya alam tanpa batas.
B
Mengizinkan penanaman modal asing di sektor strategis tanpa pengawasan ketat.
C
Melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di sektor ekonomi vital.
D
Menyerahkan sepenuhnya hak pengelolaan sumber daya kepada pihak swasta asing.
E
Memberikan konsesi pengelolaan hutan kepada perusahaan multinasional.
NO. 693
Link Soal
Di masa perjuangan kemerdekaan negara fiktif 'Nusantara Makmur', nasionalisme diwujudkan melalui semangat membara untuk persatuan dan perlawanan kolektif terhadap penjajah. Rakyat dari berbagai suku dan agama bersatu padu, mengesampingkan perbedaan demi cita-cita kemerdekaan. Lagu kebangsaan dinyanyikan dengan penuh haru, bendera diarak sebagai simbol pemersatu mutlak, dan pengorbanan jiwa raga demi kedaulatan bangsa adalah hal yang lumrah.
Satu abad kemudian, Nusantara Makmur telah menjadi negara maju dengan tantangan yang berbeda. Arus globalisasi membawa invasi budaya dan ekonomi, teknologi informasi menghubungkan warga dengan dunia luar, dan isu-isu seperti korupsi, kesenjangan sosial, serta keberlanjutan lingkungan mendominasi diskusi publik. Semangat cinta tanah air tetap membara, namun manifestasinya jauh lebih kompleks dan beragam. Nasionalisme kini seringkali diartikan sebagai upaya memajukan bangsa melalui inovasi, menjaga integritas digital, atau bahkan melalui kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah demi perbaikan.
Berdasarkan narasi di atas, pergeseran esensi dan implementasi nasionalisme di Nusantara Makmur dari masa lalu ke masa kini paling tepat digambarkan sebagai perubahan dari:
A
Fokus utama pada pertahanan terhadap ancaman eksternal dan persatuan primordial menuju penguatan identitas melalui inovasi, kritik konstruktif, serta pembangunan internal yang berkelanjutan.
B
Kepatuhan buta terhadap pemimpin dan tradisi menuju individualisme ekstrem dan penolakan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
C
Ekspresi emosional yang murni dan spontan menuju pragmatisme ekonomis yang semata-mata berorientasi pada keuntungan pribadi.
D
Ideologi yang kaku dan tidak adaptif terhadap perubahan global menuju pembiaran terhadap pengaruh asing tanpa filter.
E
Semangat juang militan yang bersifat fisik menuju pasifisme absolut yang menolak segala bentuk bela negara.
NO. 694
Link Soal
Seorang ilmuwan asal Perancis bernama George Coedes menjadi sosok penting dalam sejarah Nusantara karena jasanya merekonstruksi keberadaan kerajaan maritim besar di Palembang yang sempat terlupakan. Nama kerajaan yang dimaksud adalah...
A
Kerajaan Kutai
B
Kerajaan Tarumanegara
C
Kerajaan Majapahit
D
Kerajaan Sriwijaya
E
Kerajaan Banten
NO. 695
Link Soal
Tokoh revolusioner yang dikenal sebagai bapak pendiri Vietnam modern dan pernah menjabat sebagai Presiden Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara) pada periode 1945–1969 adalah...
A
Ton Duc Thang
B
Ngo Dinh Diem
C
Ho Chi Minh
D
Tran Duc Luong
E
Nguyen Minh Triet
NO. 696
Link Soal
Garuda seringkali digambarkan sebagai kendaraan Dewa Wisnu dalam berbagai peninggalan sejarah di Indonesia. Berikut ini adalah candi atau situs yang memiliki arca atau relief garuda sebagai kendaraan Wisnu, KECUALI...
A
Candi Prambanan
B
Candi Sewu
C
Candi Mendut
D
Candi Penataran
E
Candi Belahan
NO. 697
Link Soal
Agar bangsa Indonesia dapat mencapai tingkat kemandirian yang merata dan komprehensif, maka faktor utama yang harus dimiliki oleh setiap elemen bangsa adalah...
A
Adanya keberagaman budaya
B
Toleransi yang kuat antar umat beragama
C
Semangat kekeluargaan di segala lini masyarakat
D
Etos kerja keras pada setiap individu Indonesia
E
Budaya gotong royong yang tinggi
NO. 698
Link Soal
Kawasan Mesopotamia yang terletak di antara Sungai Eufrat dan Tigris dikenal sebagai tempat lahirnya peradaban besar. Berdasarkan catatan sejarah, kerajaan pertama yang mendiami wilayah ini adalah...
A
Kerajaan Akkadia
B
Kerajaan Assyria
C
Kerajaan Sumeria
D
Kerajaan Neo-Babilonia
E
Kerajaan Persia
NO. 699
Link Soal
Revolusi Amerika merupakan perjuangan koloni-koloni di Amerika untuk lepas dari kesewenang-wenangan pemerintah Inggris. Pada tahun berapakah deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat tersebut terjadi?
A
1776
B
1777
C
1786
D
1789
E
1790
NO. 700
Link Soal
Kebijakan pemerintah yang mendukung industri dalam negeri merupakan wujud nyata dari upaya…
A
Globalisasi.
B
Liberalisasi Ekonomi.
C
Nasionalisme Ekonomi.
D
Kapitalisme.
E
Proteksionisme.