Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 71. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 701
Link Soal
Ancaman disintegrasi bangsa di masa lalu dapat diklasifikasikan berdasarkan motifnya. Pemberontakan yang secara spesifik didasari oleh keinginan untuk mengubah ideologi negara Pancasila adalah...
A
Pemberontakan APRA
B
Pemberontakan DI/TII
C
Pemberontakan Andi Aziz
D
Pemberontakan RMS
E
Pemberontakan PRRI/Permesta
NO. 702
Link Soal
Di sebuah negeri kepulauan bernama Nusantara Jaya, terdapat Provinsi Seruni yang kaya akan sumber daya alam. Namun, belakangan ini, sentimen kedaerahan di Seruni mulai menguat, didorong oleh beberapa tokoh lokal yang merasa kebijakan pemerintah pusat tidak adil dan hanya menguntungkan daerah lain. Mereka sering menyuarakan kepentingan daerah di atas kepentingan nasional, bahkan sampai muncul wacana untuk memisahkan diri jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Pada saat yang sama, masuknya investasi dan budaya asing yang masif tanpa filter yang kuat telah mengikis rasa bangga terhadap produk dan identitas nasional di kalangan generasi muda Seruni. Banyak pemuda lebih mengidolakan budaya luar dan merasa asing dengan nilai-nilai luhur bangsanya sendiri. Berdasarkan narasi tersebut, dampak negatif paling signifikan yang mungkin terjadi akibat situasi di Provinsi Seruni adalah...
A
Munculnya potensi disintegrasi bangsa dan melemahnya persatuan serta kesatuan nasional.
B
Peningkatan konflik horizontal antar suku dan agama di Provinsi Seruni.
C
Terhambatnya laju investasi asing dan pertumbuhan ekonomi di daerah.
D
Penguatan identitas budaya lokal Seruni secara signifikan di kancah global.
E
Rendahnya kualitas sumber daya manusia akibat terpapar budaya asing.
NO. 703
Link Soal
Di sebuah kepulauan bernama "Bumipura," selama berabad-abad, rakyat hidup di bawah dominasi imperium asing yang memecah belah mereka berdasarkan suku dan wilayah. Pada awal abad ke-20, setelah bertahun-tahun penindasan dan eksploitasi, sekelompok intelektual muda yang terdidik di luar negeri, seperti Pangeran Arsa dan Putri Sani, mulai menyadari adanya persamaan nasib dan identitas budaya yang kuat di antara seluruh penduduk Bumipura. Mereka menginisiasi pertemuan-pertemuan rahasia, menyebarkan pamflet, dan mengorganisir forum diskusi yang menekankan bahwa "Kita adalah satu bangsa, Bumipura, bukan sekadar kumpulan suku-suku yang terpisah." Gerakan ini perlahan namun pasti membangkitkan kesadaran kolektif untuk bersatu melawan penjajah demi kemerdekaan penuh.
Peristiwa di Bumipura ini paling tepat menggambarkan latar belakang terbentuknya konsep nasionalisme, yaitu...
A
Kesadaran akan identitas bersama dan keinginan untuk menentukan nasib sendiri setelah mengalami penindasan kolonial.
B
Dorongan untuk memperluas wilayah kekuasaan dan pengaruh budaya ke negeri tetangga.
C
Munculnya ideologi komunisme yang menuntut persamaan hak bagi seluruh warga negara.
D
Kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian negara melalui perdagangan bebas internasional.
E
Pembentukan aliansi militer untuk mempertahankan diri dari ancaman invasi luar.
NO. 704
Link Soal
Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang pesat, generasi muda Indonesia dihadapkan pada dilema antara identitas nasional dan pengaruh budaya asing. Bagaimana nasionalisme Pancasila seharusnya diinternalisasikan agar tetap relevan dan kokoh, sekaligus mampu mengadopsi kemajuan global tanpa kehilangan jati diri bangsa?
A
Mengintensifkan program pertukaran budaya dengan negara lain untuk memperkenalkan budaya lokal dan menyerap budaya asing yang positif.
B
Memperketat filter terhadap konten asing di media sosial dan menggalakkan penggunaan produk serta konten lokal secara masif.
C
Membangun kesadaran kritis melalui pendidikan multikultural dan literasi digital, menekankan nilai-nilai Pancasila sebagai filter adaptif.
D
Menghidupkan kembali tradisi gotong royong dan musyawarah dalam setiap sendi kehidupan masyarakat sebagai benteng utama.
E
Mendorong generasi muda untuk berprestasi di kancah internasional sebagai bentuk kebanggaan dan pembuktian eksistensi bangsa.
NO. 705
Link Soal
Secara de jure melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), pihak Belanda memberikan pengakuan atas kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia pada tanggal...
A
17 Agustus 1945
B
1 Maret 1949
C
25 Agustus 1945
D
27 Desember 1949
E
13 Agustus 1950
NO. 706
Link Soal
Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) terjadi di beberapa wilayah Indonesia sebagai bentuk disintegrasi bangsa. Di antara provinsi berikut di Pulau Jawa, manakah yang TIDAK menjadi basis pemberontakan tersebut?
A
Jawa Barat
B
Jawa Tengah
C
Jawa Timur
D
Banten (saat itu bagian Jabar)
E
Aceh (luar Jawa)
NO. 707
Link Soal
Berdasarkan Aturan Peralihan UUD 1945 pada masa awal kemerdekaan, sebelum terbentuknya MPR, DPR, dan DPA, presiden menjalankan kekuasaannya dengan dibantu oleh sebuah komite, yaitu...
A
Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
B
Badan Keamanan Rakyat (BKR)
C
Panitia Sembilan
D
Dewan Konstituante
E
Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS)
NO. 708
Link Soal
Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945 merupakan momen krusial yang dipicu oleh perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua. Inti desakan golongan muda kepada Soekarno-Hatta saat itu adalah...
A
Meminta jaminan keamanan dari tentara Jepang
B
Segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu keputusan PPKI
C
Menunggu janji kemerdekaan dari Laksamana Maeda
D
Membentuk kabinet pemerintahan darurat
E
Menyerang markas Jepang di Jakarta secara serentak
NO. 709
Link Soal
Dalam pertempuran di Medan (Medan Area), pihak Sekutu memasang papan-papan pembatas yang bertuliskan 'Fixed Boundaries Medan Area'. Tujuan pemasangan papan ini adalah...
A
Melindungi warga sipil dari pertempuran
B
Menandai wilayah kekuasaan de facto Belanda di Sumatera
C
Menetapkan batas wilayah kekuasaan Sekutu dan memprovokasi pejuang RI
D
Membagi wilayah logistik untuk pengungsi perang
E
Menyepakati zona damai antara TNI dan Sekutu
NO. 710
Link Soal
BPUPKI yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 dipimpin oleh seorang tokoh senior pergerakan nasional, yaitu...
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Moh. Hatta
C
Mr. Muhammad Yamin
D
Dr. Radjiman Wedyodiningrat
E
Sutan Syahrir