Bank Soal TWKK CPNS 2026: Pilar Negara
Halaman 114. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 1131
Link Soal
Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang menganut prinsip 'checks and balances', Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memiliki wewenang konstitusional untuk...
A
Mengajukan rancangan undang-undang APBN
B
Memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden atas usul DPR
C
Mengadili sengketa hasil pemilihan umum
D
Menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang
E
Mengangkat menteri-menteri negara
NO. 1132
Link Soal
Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila. Di manakah letak penulisan semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' pada lambang tersebut?
A
Pada perisai di dada burung Garuda
B
Tergantung di leher burung Garuda
C
Di antara sayap kiri dan kanan
D
Pada pita yang dicengkeram oleh kaki Garuda
E
Di bagian belakang kepala Garuda
NO. 1133
Link Soal
Dalam struktur ketatanegaraan RI, terdapat lembaga tinggi negara dan lembaga eksekutif. Manakah di bawah ini yang posisinya bukan sebagai Lembaga Tinggi Negara pemegang kekuasaan konstitusional, melainkan sebagai pembantu Presiden?
A
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
B
Mahkamah Konstitusi (MK)
C
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
D
Kabinet / Kementerian Negara
E
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
NO. 1134
Link Soal
Dalam menjalankan kewenangannya untuk memberikan amnesti dan abolisi, Presiden Republik Indonesia wajib mempertimbangkan nasihat atau pertimbangan dari lembaga negara mana?
A
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
B
Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
C
Mahkamah Konstitusi (MK)
D
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
E
Mahkamah Agung (MA)
NO. 1135
Link Soal
Pada TAP MPR No. IV/MPR/1983 mengatur tentang ....
A
Mosi tidak percaya presiden
B
Referendum
C
Pemilihan umum dan pemilihan daerah
D
Hak menyatakan pendapat di muka umum
E
Interpelasi
NO. 1136
Link Soal
Periode antara 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950 merupakan masa di mana Indonesia menggunakan konstitusi...
A
UUD 1945
B
UUD Sementara 1950
C
Konstitusi RIS
D
Manifesto Politik
E
UUD NRI 1945 Amandemen
NO. 1137
Link Soal
Konsep 'Rechtsstaat' atau negara berdasarkan hukum ditegaskan secara eksplisit dalam konstitusi Indonesia. Pernyataan bahwa 'Negara Indonesia adalah negara hukum' terdapat dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat...
A
Ayat 1
B
Ayat 2
C
Ayat 3
D
Ayat 4
E
Ayat 5
NO. 1138
Link Soal
Sistem pemerintahan presidensial memiliki karakteristik pembeda dibandingkan sistem parlementer. Salah satu kelebihan utama dari sistem presidensial, terutama terkait stabilitas eksekutif, adalah...
A
Kepala pemerintahan dapat dijatuhkan sewaktu-waktu oleh mosi tidak percaya parlemen
B
Masa jabatan badan eksekutif lebih pasti dengan jangka waktu (periode) tertentu
C
Parlemen memiliki kendali penuh atas pemilihan menteri-menteri kabinet
D
Penyusunan program kerja sangat bergantung pada koalisi partai di parlemen
E
Lembaga eksekutif merupakan tempat kaderisasi utama bagi anggota legislatif
NO. 1139
Link Soal
Dalam semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika', frasa 'Tunggal Ika' merepresentasikan suatu konsep penting bagi bangsa Indonesia, yaitu...
A
Realitas sosial masyarakat
B
Cita-cita kebangsaan
C
Jembatan emas kemerdekaan
D
Kemerdekaan bangsa
E
Kedaulatan negara
NO. 1140
Link Soal
Pemerintah Daerah 'X' mengeluarkan kebijakan yang membatasi pendirian tempat ibadah bagi kelompok minoritas, dengan alasan menjaga ketertiban umum dan kearifan lokal. Kebijakan ini menuai protes dari berbagai elemen masyarakat sipil yang menganggapnya diskriminatif dan bertentangan dengan prinsip-prinsip negara. Jika Anda adalah seorang ASN yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri dan diminta untuk meninjau kebijakan tersebut, pilar negara manakah yang menjadi landasan utama argumen Anda untuk merekomendasikan pencabutan atau revisi kebijakan tersebut, dan mengapa?
A
UUD NRI Tahun 1945, karena secara eksplisit menjamin hak kebebasan beragama dan beribadah bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.
B
Pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, yang menuntut toleransi dan keadilan bagi semua umat beragama.
C
NKRI, karena kebijakan tersebut berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta mengancam stabilitas wilayah.
D
Bhinneka Tunggal Ika, karena kebijakan tersebut mengabaikan keberagaman dan semangat persatuan dalam perbedaan yang menjadi semboyan bangsa.
E
Semua pilar negara tersebut secara sinergis saling mendukung dalam menjamin hak-hak warga negara dan menjaga keutuhan bangsa, sehingga tidak ada satu pun yang lebih utama.