PRIVAT ASN FAJAR

Pembahasan Soal SOSIOKULTURAL - Keberagaman 2026

Fokus membahas soal nomor ID: 8662. Lihat semua soal

Sub-materi: Toleransi dalam Menyikapi Perbedaan Cara Ibadah Rekan Kerja. Anda adalah seorang ASN yang bekerja dalam tim multi-religi. Rekan kerja Anda, Pak Budi, adalah seorang Muslim yang taat dan perlu melaksanakan sholat Dzuhur dan Ashar di tengah jam kerja. Ini berarti ia harus meninggalkan meja kerja selama 10-15 menit untuk setiap waktu sholat, yang terkadang bertepatan dengan momen diskusi penting atau saat tim sedang mengejar tenggat waktu. Meskipun Pak Budi selalu berusaha menyelesaikan tugasnya, beberapa rekan kerja lain mulai menunjukkan sedikit ketidaknyamanan. Bagaimana sikap Anda sebagai seorang ASN yang menjunjung tinggi toleransi?
A
Mengajak Pak Budi berbicara secara pribadi untuk memahami kebutuhannya, kemudian berkoordinasi dengan tim dan atasan untuk mencari solusi yang mengakomodasi jadwal sholat Pak Budi tanpa mengganggu produktivitas tim, seperti menyediakan ruang khusus atau menyelaraskan jadwal diskusi.
B
Diam saja dan membiarkan situasi berjalan, berharap Pak Budi akan menyesuaikan diri secara spontan atau masalahnya akan selesai dengan sendirinya, meskipun Anda merasa sedikit terganggu.
C
Menyarankan kepada rekan kerja lain untuk mengabaikan saja karena itu hak setiap individu, sambil sesekali mengeluh secara tidak langsung tentang gangguan jadwal.
D
Secara pribadi menegur Pak Budi agar lebih bijak dalam mengatur waktu ibadahnya agar tidak mengganggu pekerjaan tim, menekankan pentingnya profesionalisme di atas segalanya.
E
Mengusulkan kepada atasan untuk membuat aturan yang lebih ketat mengenai penggunaan waktu kerja untuk ibadah, agar tidak ada rekan kerja yang merasa dirugikan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Sub-materi: Toleransi dalam Menyikapi Perbedaan Cara Ibadah Rekan Kerja. Anda adalah seorang ASN yang bekerja dalam tim multi-religi. Rekan kerja Anda, Pak Budi, adalah seorang Muslim yang taat dan perlu melaksanakan sholat Dzuhur dan Ashar di tengah jam kerja. Ini berarti ia harus meninggalkan meja kerja selama 10-15 menit untuk setiap waktu sholat, yang terkadang bertepatan dengan momen diskusi penting atau saat tim sedang mengejar tenggat waktu. Meskipun Pak Budi selalu berusaha menyelesaikan tugasnya, beberapa rekan kerja lain mulai menunjukkan sedikit ketidaknyamanan. Bagaimana sikap Anda sebagai seorang ASN yang menjunjung tinggi toleransi?
A
Mengajak Pak Budi berbicara secara pribadi untuk memahami kebutuhannya, kemudian berkoordinasi dengan tim dan atasan untuk mencari solusi yang mengakomodasi jadwal sholat Pak Budi tanpa mengganggu produktivitas tim, seperti menyediakan ruang khusus atau menyelaraskan jadwal diskusi.
B
Diam saja dan membiarkan situasi berjalan, berharap Pak Budi akan menyesuaikan diri secara spontan atau masalahnya akan selesai dengan sendirinya, meskipun Anda merasa sedikit terganggu.
C
Menyarankan kepada rekan kerja lain untuk mengabaikan saja karena itu hak setiap individu, sambil sesekali mengeluh secara tidak langsung tentang gangguan jadwal.
D
Secara pribadi menegur Pak Budi agar lebih bijak dalam mengatur waktu ibadahnya agar tidak mengganggu pekerjaan tim, menekankan pentingnya profesionalisme di atas segalanya.
E
Mengusulkan kepada atasan untuk membuat aturan yang lebih ketat mengenai penggunaan waktu kerja untuk ibadah, agar tidak ada rekan kerja yang merasa dirugikan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN yang bertugas di unit pelayanan publik dengan tim yang sangat beragam latar belakang suku, agama, dan budaya. Belakangan ini, Anda mengamati adanya beberapa rekan kerja yang secara tidak sengaja sering melontarkan lelucon atau komentar yang, meskipun tidak bermaksud jahat, namun berpotensi menyinggung perasaan kelompok tertentu atau individu dengan latar belakang budaya yang berbeda. Kondisi ini mulai dirasakan kurang kondusif dan berpotensi mempengaruhi etos kerja tim serta citra pelayanan. Sebagai ASN yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan profesionalisme, apa tindakan paling tepat yang Anda ambil?
A
Mengabaikan saja situasi tersebut karena menganggapnya sebagai bagian dari dinamika kelompok dan fokus pada tugas-tugas pribadi Anda, berharap masalah akan mereda dengan sendirinya.
B
Segera melaporkan perilaku rekan kerja tersebut kepada atasan dengan harapan atasan akan memberikan teguran resmi secara langsung kepada mereka.
C
Mengajak beberapa rekan kerja lain yang juga merasa tidak nyaman untuk bersama-sama menghadapi dan menegur kelompok rekan kerja tersebut agar menghentikan perilakunya.
D
Secara pribadi mendekati rekan-rekan yang bersangkutan untuk berbicara dengan tenang dan menjelaskan secara empatik dampak potensial dari komentar mereka terhadap suasana kerja dan rasa saling menghargai, sambil menyarankan cara berkomunikasi yang lebih inklusif.
E
Mencari materi atau pelatihan tentang sensitivitas budaya dan keberagaman, lalu mengusulkan kepada atasan agar seluruh tim mendapatkan pelatihan tersebut.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN yang bertugas di sebuah instansi pemerintah. Akhir-akhir ini, tim Anda menerima anggota baru yang berasal dari latar belakang suku dan budaya yang sangat berbeda dengan mayoritas anggota tim lainnya. Beberapa kolega lama mulai menunjukkan ketidaknyamanan dan seringkali salah paham terhadap kebiasaan atau cara berkomunikasi rekan baru tersebut, yang menyebabkan suasana kerja menjadi sedikit tegang. Sebagai rekan kerja dan ASN yang menjunjung nilai-nilai sosio-kultural, tindakan apa yang paling tepat Anda ambil untuk mengatasi situasi ini?
A
Menginisiasi diskusi tim secara informal untuk membuka ruang saling mengenal budaya masing-masing, menawarkan diri sebagai jembatan komunikasi jika ada kesalahpahaman, dan mendorong tim untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan.
B
Mendekati rekan baru secara personal untuk memberikan pemahaman tentang budaya kerja tim, sekaligus mengingatkan kolega lama untuk lebih sabar dan memahami perbedaan.
C
Melaporkan situasi ini kepada atasan agar atasan dapat memberikan pengarahan tentang pentingnya toleransi dan keberagaman kepada seluruh tim.
D
Membiarkan situasi berkembang secara alami, dengan harapan seiring waktu anggota tim akan terbiasa dan saling menyesuaikan diri.
E
Menghindari interaksi dengan rekan baru untuk mencegah kesalahpahaman lebih lanjut, dan hanya berinteraksi seperlunya sesuai tugas pekerjaan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN yang baru saja ditempatkan di sebuah daerah terpencil dengan budaya dan adat istiadat yang sangat kental, berbeda dengan lingkungan asal Anda. Dalam upaya beradaptasi dan membangun hubungan baik, Anda diundang ke sebuah upacara adat penting yang diadakan oleh masyarakat setempat. Anda mengamati bahwa dalam upacara tersebut, para peserta diharapkan mengenakan pakaian adat tertentu yang tidak Anda miliki, serta mengikuti serangkaian ritual yang belum Anda pahami sepenuhnya. Anda merasa cemas dan tidak yakin bagaimana harus bertindak agar tidak menyinggung perasaan masyarakat, namun juga tidak ingin terlihat canggung atau tidak autentik. Apa respon Anda yang paling tepat?
A
Mendekati salah satu tokoh masyarakat atau panitia penyelenggara dengan sikap rendah hati, menjelaskan bahwa Anda baru pertama kali mengikuti acara tersebut, dan menanyakan apakah ada panduan atau saran mengenai pakaian dan tata cara yang perlu Anda ikuti agar dapat berpartisipasi dengan layak.
B
Memutuskan untuk tetap hadir dengan pakaian formal yang Anda miliki dan berusaha mengikuti semua gerakan ritual yang dilakukan orang lain, meskipun tidak mengerti maknanya, agar tidak menarik perhatian negatif.
C
Mencari informasi mengenai upacara tersebut melalui internet atau bertanya kepada rekan kerja yang sudah lebih lama bertugas di daerah tersebut, sebelum memutuskan untuk datang atau tidak.
D
Tidak hadir dalam upacara tersebut dengan alasan mendadak ada tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan, untuk menghindari potensi kesalahan atau ketidaknyamanan.
E
Hadir apa adanya dengan pakaian santai yang nyaman, mengamati dari jauh, dan tidak ikut serta dalam ritual apa pun karena merasa tidak sesuai dengan keyakinan pribadi.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Amir dan Budi, dua rekan kerja di kantor Anda, sering terlibat perdebatan sengit di area pantry mengenai isu-isu sensitif terkait suku dan agama yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Perdebatan mereka tidak hanya menciptakan suasana kerja yang tidak nyaman, tetapi juga mulai mengganggu fokus rekan-rekan lain dan berpotensi memecah belah tim. Anda sebagai bagian dari tim, melihat situasi ini semakin memanas dan berisiko merusak kohesi di tempat kerja. Sebagai ASN yang menjunjung tinggi nilai-nilai perekat bangsa, tindakan apa yang PALING TEPAT Anda lakukan?
A
Mengajak Amir dan Budi berbicara secara pribadi, mendengarkan sudut pandang masing-masing, kemudian memfasilitasi dialog yang konstruktif untuk menemukan titik temu dan mengingatkan mereka tentang pentingnya menjaga etika profesional serta menghargai keberagaman di lingkungan kerja.
B
Menegur mereka berdua secara tegas di depan umum agar segera menghentikan perdebatan dan fokus pada pekerjaan, karena perilaku mereka mengganggu kenyamanan orang lain.
C
Melaporkan kejadian ini kepada atasan langsung atau bagian SDM agar mereka yang mengambil tindakan disipliner sesuai peraturan perusahaan, tanpa terlibat lebih jauh.
D
Mengabaikan perdebatan mereka karena merasa itu adalah masalah pribadi yang akan mereda dengan sendirinya, sambil menghindari interaksi dengan keduanya untuk sementara waktu.
E
Mendukung salah satu pihak yang argumennya menurut Anda paling logis dan benar, dengan harapan pihak yang lain akan mengalah dan perdebatan segera berakhir.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pak Budi adalah seorang ASN yang baru saja ditempatkan di sebuah desa adat yang kental dengan tradisi dan norma sosial yang berbeda dari kota asalnya. Dalam menjalankan tugasnya, Pak Budi perlu mensosialisasikan program pembangunan infrastruktur yang penting bagi desa tersebut. Namun, ia menyadari bahwa cara pengambilan keputusan dan komunikasi di desa ini sangat mengedepankan musyawarah mufakat yang melibatkan tokoh adat dan seluruh kepala keluarga, serta biasanya dilakukan pada malam hari di balai desa. Sementara itu, Pak Budi terbiasa mengadakan rapat formal di kantor pada jam kerja. Jika Anda adalah Pak Budi, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

A

Mengadakan pertemuan sosialisasi program sesuai jadwal dan lokasi kebiasaan desa, serta aktif berpartisipasi dalam musyawarah dengan menghargai setiap pandangan.

B

Tetap mengadakan rapat di kantor pada jam kerja, namun mengirimkan undangan kepada tokoh adat dan perwakilan masyarakat agar mereka datang.

C

Meminta bantuan kepada rekan kerja lokal untuk menyampaikan informasi program kepada masyarakat, karena ia merasa kesulitan beradaptasi dengan budaya setempat.

D

Menggunakan media sosial atau selebaran untuk menyampaikan informasi program secara massal, agar lebih efisien dan tidak perlu menyesuaikan diri dengan jadwal desa.

E

Menjelaskan kepada tokoh adat bahwa prosedur standar ASN adalah rapat di kantor pada jam kerja, sehingga mereka harus mengikuti mekanisme tersebut.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Pak Budi adalah seorang ASN yang baru saja ditempatkan di sebuah desa adat yang kental dengan tradisi dan norma sosial yang berbeda dari kota asalnya. Dalam menjalankan tugasnya, Pak Budi perlu mensosialisasikan program pembangunan infrastruktur yang penting bagi desa tersebut. Namun, ia menyadari bahwa cara pengambilan keputusan dan komunikasi di desa ini sangat mengedepankan musyawarah mufakat yang melibatkan tokoh adat dan seluruh kepala keluarga, serta biasanya dilakukan pada malam hari di balai desa. Sementara itu, Pak Budi terbiasa mengadakan rapat formal di kantor pada jam kerja. Jika Anda adalah Pak Budi, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

A

Mengadakan pertemuan sosialisasi program sesuai jadwal dan lokasi kebiasaan desa, serta aktif berpartisipasi dalam musyawarah dengan menghargai setiap pandangan.

B

Tetap mengadakan rapat di kantor pada jam kerja, namun mengirimkan undangan kepada tokoh adat dan perwakilan masyarakat agar mereka datang.

C

Meminta bantuan kepada rekan kerja lokal untuk menyampaikan informasi program kepada masyarakat, karena ia merasa kesulitan beradaptasi dengan budaya setempat.

D

Menggunakan media sosial atau selebaran untuk menyampaikan informasi program secara massal, agar lebih efisien dan tidak perlu menyesuaikan diri dengan jadwal desa.

E

Menjelaskan kepada tokoh adat bahwa prosedur standar ASN adalah rapat di kantor pada jam kerja, sehingga mereka harus mengikuti mekanisme tersebut.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Anda adalah seorang ASN di sebuah instansi pemerintah. Akhir-akhir ini, tensi di lingkungan kerja Anda meningkat akibat perbedaan pandangan antara dua rekan kerja, Bapak Rahmat (dari kelompok suku A) dan Ibu Siti (dari kelompok suku B), mengenai alokasi penggunaan fasilitas umum kantor untuk kegiatan keagamaan yang berbeda. Perdebatan ini mulai merembet menjadi perbincangan sensitif yang mengarah pada sentimen suku dan agama di antara sebagian kecil pegawai lainnya, mengancam kohesivitas tim. Sebagai seorang ASN yang memiliki peran sebagai perekat bangsa, tindakan strategis apa yang PALING TEPAT Anda lakukan untuk meredakan situasi ini dan mencegah eskalasi konflik?
A
Mengambil inisiatif untuk berbicara secara personal dengan Bapak Rahmat dan Ibu Siti secara terpisah, mendengarkan pandangan masing-masing tanpa menghakimi, kemudian memfasilitasi dialog konstruktif di antara keduanya dengan mencari titik temu dan solusi kompromi yang adil, serta menegaskan kembali nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan kerja.
B
Segera melaporkan situasi ini kepada atasan langsung atau unit kepegawaian untuk meminta intervensi resmi dan penegasan kebijakan kantor terkait penggunaan fasilitas serta pengelolaan keragaman di lingkungan kerja.
C
Menunggu hingga perdebatan mereda sendiri atau ada pihak lain yang mengambil tindakan, sambil secara informal mengingatkan beberapa rekan kerja untuk tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan sentimen negatif.
D
Mengusulkan agar kantor membuat jadwal penggunaan fasilitas yang sangat ketat dan tanpa toleransi untuk kegiatan keagamaan agar tidak ada lagi ruang untuk perdebatan di masa mendatang.
E
Secara terbuka menyatakan dukungan kepada salah satu pihak yang argumennya dirasa lebih rasional atau sesuai dengan mayoritas, dengan harapan pihak lain akan mengalah demi stabilitas.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Di lingkungan kerja Anda, Budi (berasal dari suku Jawa) dan Made (dari suku Bali) terlibat dalam perselisihan sengit terkait perbedaan pandangan dalam menyelesaikan sebuah proyek. Konflik ini tiba-tiba memanas ketika Budi menyindir keyakinan religius Made yang ia anggap tidak relevan dengan efisiensi kerja, dan Made membalas dengan meremehkan kebiasaan musyawarah Budi yang dianggap memperlambat proses. Situasi ini menciptakan polarisasi di antara rekan kerja lain, yang mulai menunjukkan keberpihakan dan mengganggu harmoni tim. Sebagai seorang ASN yang menjunjung tinggi nilai perekat bangsa, bagaimana Anda seharusnya menyikapi kondisi ini?
A
Segera menginisiasi mediasi antara Budi dan Made, memfasilitasi mereka untuk berdialog secara konstruktif dengan berlandaskan pada prinsip profesionalisme dan penghargaan terhadap keberagaman. Selanjutnya, Anda mengedukasi seluruh tim tentang pentingnya etika berkomunikasi dan toleransi di tempat kerja.
B
Memanggil Budi dan Made secara terpisah untuk mengingatkan mereka tentang pentingnya menjaga profesionalisme dan tidak mencampuradukkan urusan pribadi atau SARA dalam lingkungan kerja, serta mengancam akan melaporkan kepada atasan jika tidak berhenti.
C
Melaporkan segera kejadian tersebut kepada atasan langsung dan tim HRD untuk penanganan lebih lanjut, karena masalah ini berpotensi memecah belah tim dan melanggar kode etik.
D
Mengajak beberapa rekan kerja yang netral untuk secara informal mendekati Budi dan Made, mencoba meredakan ketegangan dengan cara kekeluargaan, dan mengingatkan mereka tentang persahabatan di kantor.
E
Membiarkan Budi dan Made menyelesaikan masalah mereka sendiri karena ini adalah konflik personal, sambil berharap waktu akan meredakan ketegangan dan melupakan insiden tersebut.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.