Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Di Desa Mekar Jaya, yang terletak di kaki Gunung Seroja, hiduplah Pak Tulus, seorang sesepuh desa yang sangat menjunjung tinggi Bahasa Indonesia baku. Beliau selalu menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam setiap kesempatan, terutama saat upacara bendera atau rapat desa. Menurutnya, Bahasa Indonesia adalah tiang penyangga persatuan bangsa, dan setiap kata harus diucapkan dengan penuh hormat sesuai kaidah yang diajarkan di sekolah dahulu.
Namun, cucu Pak Tulus, Lia, yang aktif di media sosial dan sering berinteraksi dengan teman-temannya dari berbagai kota, memiliki gaya berbahasa yang jauh berbeda. Lia sering mencampur Bahasa Indonesia dengan istilah-istilah gaul, singkatan-singkatan populer di internet, bahkan terkadang menyelipkan kata-kata dari bahasa asing yang dianggapnya lebih "keren" dan ekspresif. Lia berpendapat bahwa bahasa itu hidup dan dinamis, harus mampu beradaptasi agar tidak ketinggalan zaman dan tetap relevan bagi generasi muda.
Pak Tulus merasa khawatir identitas Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan akan luntur jika terus-menerus bercampur. Sementara Lia berargumen bahwa adaptasi justru membuat Bahasa Indonesia tetap relevan dan dicintai generasi muda.
Perbedaan pandangan dan pola penggunaan Bahasa Indonesia antara Pak Tulus dan Lia, jika dikaitkan dengan fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan perkembangan zaman, paling tepat menunjukkan bahwa...
A
Penggunaan bahasa gaul dan asing merupakan ancaman serius bagi kelestarian Bahasa Indonesia baku sebagai identitas nasional yang harus dihentikan sepenuhnya.
B
Dinamika bahasa adalah keniscayaan dalam perkembangan zaman, namun adaptasi harus tetap berlandaskan pada kaidah kebahasaan agar fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional tidak tergerus.
C
Generasi muda cenderung mengabaikan pentingnya Bahasa Indonesia baku karena pengaruh globalisasi dan teknologi yang tak terbendung.
D
Bahasa Indonesia akan terus berkembang dan beradaptasi tanpa perlu khawatir kehilangan identitasnya karena posisinya sebagai bahasa negara sudah kokoh dan dijamin undang-undang.
E
Pemerintah harus lebih gencar melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah untuk menjaga kemurnian bahasa persatuan.
NO. 152
Link Soal
Sumpah Pemuda pada tahun 1928 mendeklarasikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Keputusan ini merupakan tonggak penting yang melampaui kepentingan etnis dan golongan, menjadikan Bahasa Indonesia sebagai simbol perekat bangsa yang majemuk. Namun, di era otonomi daerah, muncul kembali penguatan identitas lokal yang kadang-kadang disalahartikan sebagai penyingkiran bahasa nasional demi bahasa daerah. Beberapa kepala daerah bahkan memprioritaskan penggunaan bahasa daerah dalam forum-forum resmi pemerintahan tanpa pertimbangan yang matang, meskipun mayoritas audiens tidak memahami bahasa daerah tersebut. Fenomena ini, jika tidak disikapi dengan bijak, berpotensi mengikis fungsi Bahasa Indonesia sebagai instrumen komunikasi lintas budaya dan identitas nasional.
Apa implikasi paling signifikan dari kecenderungan tersebut terhadap upaya menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, ditinjau dari peran Bahasa Indonesia?
A
Melemahnya identitas nasional dan rasa kebangsaan karena Bahasa Indonesia tidak lagi menjadi representasi utama jati diri bangsa di mata dunia, digantikan oleh identitas daerah yang lebih menonjol.
B
Terhambatnya mobilitas sosial dan ekonomi antarwilayah karena perbedaan bahasa yang semakin kentara, menyulitkan komunikasi dan koordinasi lintas daerah dalam program-program pembangunan nasional.
C
Potensi konflik horizontal akibat kesenjangan pemahaman dan akses informasi antara kelompok masyarakat yang menguasai bahasa daerah mayoritas dan minoritas, sehingga mengancam kohesi sosial.
D
Menurunnya efektivitas komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta antarlembaga daerah yang berbeda, yang dapat berujung pada inefisiensi birokrasi dan hambatan implementasi kebijakan publik secara nasional.
E
Tergerusnya kearifan lokal dan warisan budaya yang terkandung dalam bahasa daerah, sebab penekanan pada bahasa daerah sebagai identitas justru mengabaikan perlunya standar komunikasi nasional yang mengakomodasi keberagaman.
NO. 153
Link Soal
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia: Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan, yang berperan penting dalam pembangunan nasional, pembentukan karakter bangsa, dan pemersatu keberagaman. Namun, dalam perkembangannya, arus globalisasi dan dominasi bahasa asing, serta penggunaan bahasa non-standar yang masif di ruang publik dan media sosial, cenderung mengikis kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara dan menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Jika kecenderungan ini terus berlanjut dan masyarakat secara kolektif mengabaikan upaya untuk memartabatkan Bahasa Indonesia sebagai fondasi identitas dan alat pemersatu, dampak jangka panjang paling krusial yang akan mengancam keutuhan dan kohesi sosial bangsa Indonesia adalah...
A
Menurunnya kemampuan komunikasi formal antarlembaga negara dan masyarakat umum.
B
Tergerusnya kekayaan kosakata Bahasa Indonesia karena penyerapan istilah asing yang tidak terkontrol.
C
Melemahnya rasa kebanggaan dan identitas nasional, yang berpotensi menimbulkan fragmentasi sosial berbasis perbedaan linguistik.
D
Hambatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi karena keterbatasan literatur dan kajian berbahasa Indonesia.
E
Peningkatan kesenjangan komunikasi antargenerasi karena perbedaan dominasi bahasa yang digunakan.
NO. 154
Link Soal
Kalimat: 'Akar tanaman bakau melengkung besar-besar.' Kata reduplikasi 'besar-besar' pada kalimat tersebut memiliki kesamaan makna dengan kata reduplikasi dalam kalimat...
A
Jumlah anak-anak dalam satu keluarga dibatasi.
B
Ia sering menelepon saya pada waktu malam-malam.
C
Mahasiswa dalam negeri juga pintar-pintar dalam bidang teknologi.
D
Kami membeli makanan kecil di kantin saat istirahat.
E
Anak itu senang bermanja-manja kepada orang tuanya.
NO. 155
Link Soal
Perhatikan penulisan kalimat di bawah ini. Kalimat manakah yang penulisannya TIDAK baku?
A
Berdasarkan data Pemprov Lampung, naskah kuno tersebar di Inggris.
B
Di Leiden, ada naskah kuno yang disimpan bersama koleksi Maluku.
C
Anggaran pengadaan koleksi baru museum hanya Rp 40-70 juta per tahun.
D
Terbatasnya dana menjadi kendala utama penambahan koleksi museum.
E
Pihak museum berniat membeli uang sakuan eks karesidenan Lampung.
NO. 156
Link Soal
Tim redaksi jurnal ilmiah 'Paradigma Edukasi' sedang dalam tahap akhir penyuntingan naskah untuk edisi mendatang. Salah satu artikel penting ditulis oleh seorang akademisi terkemuka, Rahmawati Suryaningrat, yang memegang gelar Doktor (Dr.), Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan Magister Humaniora (M.Hum.). Berdasarkan pedoman gaya penulisan jurnal yang mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB), penulisan nama dan gelar akademik kontributor harus sangat presisi. Setelah meninjau berbagai draf, manakah penulisan nama dan gelar Dr. Rahmawati Suryaningrat yang paling tepat dan sesuai dengan kaidah PUEB?
A
Dr Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
B
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
C
DR. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
D
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
E
Dr. Rahmawati Suryaningrat S.Pd., M.Hum.
NO. 157
Link Soal
Pemerintah Provinsi 'X' menginisiasi kebijakan agresif untuk mempromosikan dan menggunakan bahasa daerah dalam berbagai aspek pemerintahan, mulai dari surat-menyurat internal, pengantar rapat resmi, hingga nama-nama gedung dan acara publik, dengan tujuan melestarikan budaya lokal. Namun, dalam pelaksanaannya, seringkali Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara justru terpinggirkan atau hanya digunakan seadanya. Berdasarkan amanat konstitusi UUD 1945 dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bagaimana seharusnya pemerintah daerah menyeimbangkan upaya pelestarian bahasa daerah dengan penguatan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan dan identitas nasional?
A
Menetapkan Bahasa Indonesia sebagai satu-satunya bahasa resmi untuk semua komunikasi pemerintahan dan melarang penggunaan bahasa daerah dalam konteks formal.
B
Mengintegrasikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dilestarikan, namun tetap menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama dalam seluruh kegiatan pemerintahan dan komunikasi resmi kenegaraan.
C
Memberikan prioritas penuh pada penggunaan bahasa daerah dalam semua aspek pemerintahan di tingkat lokal untuk menjamin pelestariannya, dan membatasi Bahasa Indonesia hanya untuk komunikasi dengan pemerintah pusat.
D
Mendorong penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah secara bergantian di setiap kesempatan, tanpa perlu ada hierarki prioritas yang jelas antara keduanya.
E
Memfokuskan pelestarian bahasa daerah melalui kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah, tanpa perlu mengaitkannya dengan penggunaan dalam administrasi pemerintahan sehari-hari.
NO. 158
Link Soal
Pak Anton, seorang staf baru di bagian Tata Usaha Kantor Kecamatan Mekar Sari, bertugas menyusun surat balasan resmi untuk permohonan izin keramaian dari sebuah organisasi masyarakat. Setelah draf surat selesai, Kepala Bagian Tata Usaha menyoroti beberapa poin: penggunaan frasa yang ambigu, pilihan kata yang cenderung informal, dan beberapa kesalahan penempatan tanda koma. Kepala Bagian menegaskan bahwa surat dinas harus mencerminkan ketelitian, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Melihat kondisi tersebut, langkah perbaikan yang paling fundamental dan komprehensif yang harus Pak Anton lakukan terhadap draf suratnya agar sesuai dengan standar komunikasi resmi ASN adalah...
A
Mengidentifikasi dan mengganti frasa ambigu dengan kalimat yang lugas dan eksplisit, mengubah kata-kata informal menjadi padanan baku, serta mengoreksi penempatan tanda baca berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB).
B
Memprioritaskan kecepatan penyelesaian surat dengan melakukan perbaikan seadanya pada kesalahan paling mencolok, karena isi substansial surat sudah benar.
C
Meminta pendapat dari rekan kerja lain untuk memilih gaya bahasa yang lebih populer dan mudah diterima oleh masyarakat umum, meskipun itu sedikit menyimpang dari kaidah baku.
D
Memfokuskan perbaikan hanya pada substansi utama surat agar maksud permohonan izin tersampaikan, karena aspek kebahasaan dianggap sebagai detail minor.
E
Mempertahankan beberapa frasa informal untuk menciptakan kesan yang lebih personal dan ramah kepada organisasi masyarakat yang menjadi penerima surat.
NO. 159
Link Soal
Media sosial telah menjadi platform komunikasi utama bagi masyarakat, termasuk ASN. Di satu sisi, media sosial memungkinkan interaksi yang lebih personal dan cepat antara pemerintah dan publik. Di sisi lain, karakteristik informal media sosial seringkali mendorong penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baku, singkatan yang berlebihan, bahkan bahasa prokem dalam akun resmi institusi atau akun pribadi ASN yang mencantumkan identitas kedinasan. Hal ini dapat menimbulkan ambiguitas, menurunkan kredibilitas institusi, dan mengikis martabat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, terutama di mata generasi muda.
Apa strategi paling efektif yang harus diimplementasikan oleh sebuah kementerian untuk memastikan ASN-nya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta santun, dalam setiap komunikasi di media sosial, sekaligus tetap menjaga relevansi dan daya tarik informasi?
A
Menyusun pedoman baku penggunaan Bahasa Indonesia di media sosial yang mencakup etika komunikasi, penggunaan ejaan, dan gaya bahasa, serta mengadakan lokakarya rutin untuk melatih ASN dalam penerapannya.
B
Membuat tim khusus yang bertugas memantau akun media sosial ASN dan institusi, memberikan teguran langsung jika ditemukan pelanggaran, dan mempublikasikan contoh-contoh penggunaan bahasa yang tidak tepat sebagai pembelajaran.
C
Menerbitkan daftar kosakata gaul atau singkatan yang boleh dan tidak boleh digunakan di media sosial oleh ASN, serta menyosialisasikannya melalui infografis yang menarik agar mudah dipahami.
D
Mendorong ASN untuk selalu menggunakan gaya bahasa formal dan baku layaknya dalam surat resmi, serta menghindari interaksi personal yang terlalu bebas di media sosial untuk menjaga citra institusi.
E
Mengintegrasikan pendidikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ke dalam kurikulum pengembangan karier ASN, dengan penekanan pada penggunaan bahasa di berbagai platform komunikasi modern, termasuk media sosial.
NO. 160
Link Soal
Manakah kalimat berikut yang menerapkan penulisan tanda hubung (-) sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang tepat?
A
Waktu aku berkunjung ke pameran seni yang ke-3 di TIM, tampak beraneka ragam karya pelukis se-Indonesia.
B
Saat aku jalan jalan ke-pameran lukisan yang ke-3 kalinya di TIM, aku melihat beranekaragam lukisan se Indonesia.
C
Waktu aku jalan-jalan ke pameran lukisan yang ke 3 kalinya di TIM, aku melihat beranekaragam lukisan se-Indonesia.
D
Saat aku jalan-jalan ke-pameran lukisan yang ke 3 kalinya di TIM, aku melihat beraneka ragam lukisan se-Indonesia.
E
Saat aku jalan jalan ke pameran lukisan yang ke-3 kalinya di TIM, aku melihat beranekaragam lukisan hasil tangan dingin se-Indonesia.