Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 16. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan saksama. Manakah kalimat yang paling tepat dan memenuhi kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB) serta prinsip keefektifan kalimat?
A
Meskipun begitu, banyak individu yang masih belum memahami betul akan pentingnya literasi digital, sehingga problem serius kian marak.
B
Pemerintah berencana akan segera meluncurkan program pelatihan, untuk tingkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi era disrupsi informasi.
C
Penyebaran hoaks, dan misinformasi adalah tantangan utama; yang harus diatasi oleh seluruh elemen bangsa.
D
Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya sinergi antar pihak, baik itu pemerintah, swasta, maupun komunitas.
E
Peningkatan kesadaran akan pentingnya verifikasi informasi merupakan langkah awal yang krusial untuk membangun masyarakat yang cerdas digital.
NO. 152
Link Soal
Lengkapi kalimat berikut agar menjadi kalimat efektif: 'Kakek tua itu ... pengalamannya semasa kecil kepada cucu-cucunya.'
A
Bercerita
B
Menceritakan
C
Menceritakan tentang
D
Cerita hal
E
Menceritai
NO. 153
Link Soal
Penggunaan tanda baca yang kurang tepat ditemukan pada kalimat...
A
Di rak bukunya terdapat novel, majalah, dan koran.
B
Dika bukan ingin membeli sepatu melainkan ingin membeli tas baru.
C
Alat tulis yang ia bawa: pulpen, penggaris, dan buku.
D
Ia akan berlibur jika mendapatkan izin dari kantor.
E
Jika hujan turun, ia tidak akan berangkat bekerja.
NO. 154
Link Soal
Kesimpulan yang dapat ditarik dari bacaan tentang tugas guru tersebut adalah bahwa pemberian les tambahan diperbolehkan asalkan...
A
Mendapatkan keuntungan finansial yang besar
B
Dilakukan saat tidak mengajar di sekolah
C
Bertujuan meningkatkan pemahaman siswa yang kurang
D
Dapat meningkatkan popularitas sekolah
E
Hanya diberikan kepada siswa terbaik
NO. 155
Link Soal
Bacalah paragraf berikut dengan saksama:
'Pada era globalisasi ini, banyak sekali masyarakat khususnya para milenial yang sudah mulai melupakan bahasa ibu. Padahal, bahasa daerah dan bahasa nasional (bahasa Indonesia) merupakan identitas bangsa yang harus dijunjung tinggi dan dilestarikan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap kesempatan.'
Analisis paragraf tersebut dan tentukan bagian kalimat yang mengandung ketidakefektifan paling signifikan berdasarkan kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan prinsip keefektifan kalimat, serta bagaimana perbaikan yang paling tepat untuk bagian tersebut.
A
Kalimat pertama: Frasa 'banyak sekali masyarakat khususnya para milenial' sebaiknya diperbaiki menjadi 'banyak masyarakat, terutama milenial'. Perbaikan ini menghilangkan pemborosan kata dan membuat kalimat lebih formal.
B
Kalimat kedua: Penulisan 'bahasa nasional (bahasa Indonesia)' sebaiknya diganti menjadi 'bahasa Nasional (Bahasa Indonesia)' untuk mengikuti kaidah kapitalisasi nama bahasa dan istilah kenegaraan.
C
Kalimat ketiga: Frasa 'bahasa Indonesia yang baik dan benar' sebaiknya diubah menjadi 'bahasa Indonesia sesuai kaidah' untuk lebih memperjelas standar penggunaan bahasa.
D
Kalimat pertama: Frasa 'melupakan bahasa ibu' sebaiknya diganti menjadi 'mengabaikan bahasa daerah dan nasional' untuk menghindari ambiguitas makna 'bahasa ibu' dalam konteks ini.
E
Kalimat ketiga: Bagian 'sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga' sebaiknya diperbaiki menjadi 'sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia bangga' atau 'kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga'. Perbaikan ini menghilangkan redundansi penggunaan dua penanda kewajiban sekaligus ('sudah sepatutnya' dan 'harus'), sehingga kalimat lebih efektif dan sesuai PUEBI.
NO. 156
Link Soal
Pasal 36 UUD 1945 secara ringkas menyatakan, 'Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia'. Meskipun singkat, formulasi ini memiliki kekuatan konstitusional yang luar biasa dalam menopang seluruh arsitektur kebijakan bahasa di Indonesia. Mengapa formulasi yang ringkas dan tidak merinci ini secara fundamental memiliki kekuatan untuk menjadi benteng pertahanan paling kuat terhadap potensi fragmentasi linguistik dan penguatan identitas bangsa di Indonesia?
A
Keringkasan pasal ini memungkinkan interpretasi yang luas dan fleksibel, sehingga dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa perlu amandemen berulang.
B
Formulasi singkat ini secara konstitusional menempatkan Bahasa Indonesia pada posisi tertinggi, memberikan landasan hukum yang tak tergoyahkan bagi segala regulasi dan kebijakan kebahasaan di bawahnya.
C
Pasal ini secara psikologis menegaskan prioritas Bahasa Indonesia di atas semua bahasa daerah dan bahasa asing, membentuk kesadaran kolektif akan pentingnya bahasa persatuan.
D
Dengan hanya menyatakan 'Bahasa Negara', pasal ini menghindari perdebatan detail tentang tata bahasa atau ejaan, fokus pada status fundamental bahasa itu sendiri.
E
Singkatnya pasal ini memudahkan masyarakat untuk mengingat dan mengamalkan status Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dalam kehidupan sehari-hari.
NO. 157
Link Soal
Sebuah rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang sangat krusial untuk implementasi kebijakan publik mengalami penundaan signifikan dalam pengesahannya. Penundaan ini disebabkan oleh banyaknya pasal yang menggunakan frasa ambigu, terminologi yang tidak konsisten, serta struktur kalimat yang multitafsir, sehingga menimbulkan perdebatan dan berbagai interpretasi di kalangan pemangku kepentingan dan ahli hukum. Sebagai akibatnya, masyarakat tidak mendapatkan kepastian hukum terkait kebijakan tersebut. Dalam konteks fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa hukum dan administrasi negara, prinsip fundamental tata kelola pemerintahan yang *paling* terganggu oleh kondisi tersebut adalah...
A
Efisiensi birokrasi, karena membutuhkan klarifikasi dan revisi berulang yang memakan waktu dan sumber daya.
B
Partisipasi publik, sebab masyarakat akan kesulitan memahami isi RPP sehingga sulit memberikan masukan yang berkualitas.
C
Transparansi, karena informasi yang tidak jelas menyulitkan pengawasan publik terhadap proses legislasi dan implementasi kebijakan.
D
Akuntabilitas dan kepastian hukum, karena ambiguitas bahasa membuka celah untuk penyalahgunaan wewenang dan ketidakseragaman dalam penegakan hukum, yang merugikan masyarakat.
E
Responsivitas pemerintah, karena proses adaptasi kebijakan terhadap dinamika sosial menjadi terhambat oleh kekaburan bahasa dalam regulasi.
NO. 158
Link Soal
Dalam kutipan cerpen tentang perang, seorang ayah berusaha keras melindungi anaknya dengan menjatuhkannya ke lantai dan mengimpit tubuhnya saat terjadi tembak-menembak. Nilai sosial yang dominan adalah...
A
Perjuangan seorang ayah melindungi keluarganya
B
Suasana perang yang penuh ketegangan dan keharuan
C
Perang hanya menyebabkan ketakutan bagi rakyat
D
Setiap orang harus mampu mempertahankan hidup
E
Setiap orang harus mampu mengatasi permasalahnnya
NO. 159
Link Soal
Kalimat: 'Akar tanaman bakau melengkung besar-besar.' Kata reduplikasi 'besar-besar' pada kalimat tersebut memiliki kesamaan makna dengan kata reduplikasi dalam kalimat...
A
Jumlah anak-anak dalam satu keluarga dibatasi.
B
Ia sering menelepon saya pada waktu malam-malam.
C
Mahasiswa dalam negeri juga pintar-pintar dalam bidang teknologi.
D
Kami membeli makanan kecil di kantin saat istirahat.
E
Anak itu senang bermanja-manja kepada orang tuanya.
NO. 160
Link Soal
Bacalah kalimat berikut: 'Iparnya, selain pekerjaannya pada sebuah perusahaan penerbit yang tersohor, juga penulis terkemuka.' Perbaikan kata bentukan yang salah pada kalimat tersebut adalah...
A
pekerjaannya seharusnya bekerja
B
penerbit seharusnya penerbitan
C
tersohor seharusnya tersohorkan
D
terkemuka seharusnya terkemuka
E
mengusung seharusnya berusung