Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia
Halaman 6. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 51
Link Soal
Pak Roni, seorang analis kebijakan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sukamaju, diminta untuk menyusun draf memo internal mengenai jadwal sosialisasi program baru 'Desa Mandiri Sejahtera'. Memo ini akan diedarkan kepada seluruh kepala bidang dan staf terkait. Dalam draf awalnya, Pak Roni menulis kalimat: 'Demi kelancaran acara sosialisasi yang akan datang, maka diharapkan semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini karena akan banyak memberikan manfaat bagi kita semua.' Setelah meninjau kembali, Pak Roni menyadari kalimat tersebut terlalu panjang, kurang baku, dan tidak efektif untuk sebuah memo dinas. Jika Pak Roni ingin merevisi kalimat tersebut agar menjadi lebih efektif, baku, dan langsung pada tujuan, pilihan kalimat manakah yang paling tepat untuk menggantikan kalimat aslinya?
A
Partisipasi aktif seluruh pihak dalam sosialisasi program 'Desa Mandiri Sejahtera' sangat diharapkan demi kelancaran dan keberhasilan implementasinya.
B
Agar sosialisasi ini sukses, semua harus ikut serta karena akan banyak manfaat yang didapatkan.
C
Diharapkan partisipasi aktif dari semua staf untuk menyukseskan sosialisasi program kita.
D
Untuk kelancaran sosialisasi, partisipasi aktif seluruh personel sangat dibutuhkan agar program dapat terlaksana dengan baik.
E
Sosialisasi ini memerlukan keikutsertaan aktif dari semua pihak agar berjalan lancar dan memberikan hasil yang maksimal.
NO. 52
Link Soal
Bacalah dengan saksama kalimat-kalimat di bawah ini:
I. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat.
II. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat.
III. Pemerintah memiliki komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta perluasan akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat.
IV. Pemerintah berkomitmen akan peningkatan kualitas pendidikan dan perluasan akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat.
Manakah kalimat yang paling tepat dan efektif berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia baku?
A
Kalimat I
B
Kalimat II
C
Kalimat III
D
Kalimat IV
E
Semua kalimat tepat dan efektif
NO. 53
Link Soal
Perhatikan kelompok kata berikut. Manakah deretan kata yang seluruhnya merupakan bentuk kata baku?
A
jadwal, karier, antri
B
cabai, apotik, diskotik
C
sutera, syahdu, ubah
D
baut, insyaf, prangko
E
stasiun, terminal, bis
NO. 54
Link Soal
Perhatikan kalimat-kalimat berikut:
1. Pemerintah berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak guna menekan laju inflasi.
2. Meskipun telah dilakukan sosialisasi secara masif, namun masih banyak masyarakat yang belum memahami substansi kebijakan baru tersebut.
3. Berbagai upaya telah ditempuh demi terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah.
4. Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita telah mewariskan kearifan lokal yang patut dilestarikan.
5. Beliau merupakan salah satu dari sedikit pemimpin yang berkomitmen tinggi terhadap integritas dan pemberantasan korupsi.
Manakah di antara kalimat-kalimat di atas yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia baku (PUEB)?
A
Kalimat nomor 1
B
Kalimat nomor 2
C
Kalimat nomor 3
D
Kalimat nomor 4
E
Kalimat nomor 5
NO. 55
Link Soal
Pada era 1980-an di Desa Maju Jaya, almarhum Bapak Lurah Slamet dikenal sangat ketat dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baku dan formal dalam setiap surat menyurat resmi desa, bahkan teguran lisan pun selalu diusahakan menggunakan ragam bahasa resmi. Beliau percaya ini adalah bentuk pengamalan Pancasila sila ketiga dan upaya menjaga martabat bahasa negara. Kini, di Kota Megah Harapan, cucu beliau, Nona Citra, seorang pegiat media sosial, kerap menggunakan Bahasa Indonesia dengan banyak sisipan kata bahasa Inggris populer, singkatan, dan emotikon dalam konten-kontennya yang menjangkau ribuan pengikut. Ia berpendapat bahwa ini adalah bentuk adaptasi bahasa agar relevan dengan generasi muda dan dinamika komunikasi digital. Jika kita melihat fenomena ini dari sudut pandang pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan sikap yang harus diambil?
A
Penggunaan bahasa baku harus tetap dipertahankan secara mutlak di semua ranah komunikasi, karena merupakan identitas bangsa yang tidak boleh tergerus perkembangan zaman.
B
Fleksibilitas penggunaan bahasa, termasuk sisipan bahasa asing dan slang, adalah keniscayaan di era digital yang harus diakomodasi sepenuhnya tanpa batas demi relevansi.
C
Bahasa Indonesia baku wajib digunakan dalam konteks resmi dan ilmiah, sementara dalam komunikasi informal dan media sosial, adaptasi dan inovasi bahasa dapat ditoleransi dengan tetap mengedepankan kaidah dasar kebahasaan.
D
Bahasa Indonesia sudah selayaknya beradaptasi sepenuhnya mengikuti tren global dan hanya digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar saja, selebihnya bebas berinovasi.
E
Pemerintah harus membuat regulasi ketat yang melarang penggunaan bahasa asing dan slang di media sosial untuk memastikan kemurnian Bahasa Indonesia.
NO. 56
Link Soal
Di sebuah federasi kepulauan yang baru merdeka bernama Bhinneka Raya, dengan lebih dari 300 suku bangsa dan beragam bahasa daerah, para pemimpin muda dari berbagai organisasi kebangsaan berkumpul dalam sebuah Kongres Pemuda di kota Harmoni pada tahun 1928. Mereka menghadapi tantangan besar: bagaimana menyatukan identitas bangsa yang baru lahir agar tidak terpecah belah oleh perbedaan yang ada. Salah satu agenda krusial adalah penetapan bahasa nasional. Berbagai opsi dipertimbangkan, termasuk bahasa dengan jumlah penutur terbanyak dan bahasa-bahasa dengan tradisi literatur yang kaya. Namun, setelah perdebatan panjang, mereka sepakat untuk mengangkat sebuah bahasa yang telah lama berfungsi sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antarpulau, sebuah bahasa yang netral dan relatif mudah dipelajari oleh berbagai kelompok etnis, meskipun bukan merupakan bahasa ibu dari kelompok etnis terbesar. Keputusan memilih bahasa tersebut sebagai bahasa nasional Bhinneka Raya, sebagaimana tercermin dalam narasi, paling erat kaitannya dengan pertimbangan historis Bahasa Indonesia yang menekankan pada...
A
Peran strategisnya sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) yang telah diterima luas di seluruh wilayah kepulauan.
B
Kekayaan kosa kata dan struktur gramatikalnya yang lebih kompleks dibandingkan bahasa daerah lainnya.
C
Jumlah penutur aslinya yang mendominasi populasi Bhinneka Raya sejak zaman dahulu kala.
D
Dukungan kuat dari kekuatan kolonial untuk mempermudah administrasi pemerintahan.
E
Kemudahannya dalam menerjemahkan teks-teks keagamaan dari bahasa-bahasa Timur Tengah dan Barat.
NO. 57
Link Soal
Sebuah provinsi di Indonesia, dengan kekayaan lebih dari lima belas bahasa daerah yang masih aktif digunakan, menghadapi dilema dalam pendidikan. Pemerintah daerah ingin memastikan pelestarian bahasa daerah, tetapi pada saat yang sama, harus memperkuat penguasaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan persatuan. Muncul ide untuk mengembangkan kurikulum pendidikan dwibahasa yang menyeimbangkan keduanya. Bagaimana model kurikulum dwibahasa yang paling strategis dapat diimplementasikan untuk secara optimal memperkuat kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tanpa mengorbankan vitalitas bahasa daerah, sekaligus mewujudkan amanat konstitusi tentang pemeliharaan bahasa daerah?
A
Mengintegrasikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama di semua mata pelajaran, sementara bahasa daerah diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri untuk pelestarian budaya.
B
Menerapkan sistem pembelajaran imersi parsial, di mana mata pelajaran tertentu diajarkan dalam bahasa daerah di jenjang awal, lalu secara bertahap beralih ke Bahasa Indonesia di jenjang yang lebih tinggi.
C
Mengembangkan materi ajar bilingual yang menerjemahkan konsep-konsep dari Bahasa Indonesia ke bahasa daerah secara paralel, untuk memudahkan pemahaman siswa.
D
Mewajibkan penggunaan bahasa daerah dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah, sementara Bahasa Indonesia diajarkan secara intensif dalam mata pelajaran khusus.
E
Memilih satu bahasa daerah dominan sebagai bahasa pengantar di seluruh provinsi, sambil tetap mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua yang wajib.
NO. 58
Link Soal
Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, Bahasa Indonesia menghadapi tantangan signifikan. Penggunaan bahasa asing, terutama Inggris, semakin masif dalam ranah publik, komunikasi bisnis, hingga lingkungan kerja institusi pemerintah. Hal ini seringkali memunculkan dikotomi antara kebutuhan untuk bersaing secara global dengan keharusan menjaga kemurnian dan martabat Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan. Beberapa ASN bahkan cenderung menggunakan istilah asing yang sudah ada padanannya dalam Bahasa Indonesia demi terlihat 'modern' atau 'profesional'.
Jika Anda seorang ASN yang bertugas di bagian komunikasi publik suatu kementerian, bagaimana Anda akan menanggapi situasi ini dengan mempertimbangkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara dan nilai integritas seorang ASN?
A
Mengeluarkan surat edaran internal yang melarang penggunaan bahasa asing dalam seluruh komunikasi resmi dan mengharuskan penggunaan padanan Bahasa Indonesia, serta memberikan sanksi bagi pelanggar untuk menegakkan disiplin kebahasaan.
B
Mendorong penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui pelatihan rutin bagi ASN, sekaligus memfasilitasi forum diskusi untuk membahas dan menyepakati padanan istilah asing yang relevan, tanpa melarang total penggunaan bahasa asing yang krusial untuk konteks global.
C
Mempelopori kampanye penggunaan Bahasa Indonesia yang benar di media sosial dan portal berita, dengan menyajikan konten edukatif yang menarik mengenai kekayaan kosakata Bahasa Indonesia, sambil tetap menggunakan istilah asing jika dianggap lebih efektif untuk menjangkau audiens internasional.
D
Menganalisis secara kritis konteks penggunaan bahasa asing di lingkungan kementerian dan mengusulkan pedoman yang mengatur penggunaan bahasa asing hanya untuk situasi yang memang tidak ada padanan efektifnya dalam Bahasa Indonesia atau untuk komunikasi internasional, serta memberikan penghargaan bagi ASN yang konsisten menggunakan Bahasa Indonesia.
E
Menyusun glosarium istilah-istilah asing yang umum digunakan beserta padanan Bahasa Indonesia-nya untuk disebarluaskan di lingkungan kementerian, serta mengadakan kompetisi menulis esai dalam Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kecintaan ASN terhadap bahasa nasional.
NO. 59
Link Soal
Perhatikan kalimat: 'Pada perayaan tahun baru, kembang api mewarnai langit.' Manakah kalimat di bawah ini yang memiliki pola struktur yang sama?
A
Di lapangan sepak bola, timnas Indonesia memenangkan pertandingan
B
Di tempat wisata, pengunjung menikmati keindahan alam
C
Setiap sore, anak-anak bermain di taman bermain
D
Di gedung pertunjukan, penonton bersorak ketika artis favorit tampil
E
Para pekerja bangun pabrik baru di kota tersebut
NO. 60
Link Soal
UUD 1945 Pasal 36 menyatakan, 'Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia'. Pernyataan singkat ini memiliki implikasi hukum dan politis yang sangat mendalam, membedakannya dari status 'bahasa nasional' yang dideklarasikan dalam Sumpah Pemuda. Mengapa pengangkatan Bahasa Indonesia menjadi 'bahasa negara' dalam konstitusi pasca-kemerdekaan merupakan pilar paling vital dalam konsolidasi ideologi dan administrasi Republik Indonesia, melampaui perannya sebagai bahasa persatuan?
A
Pengukuhan sebagai bahasa negara secara otomatis menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa wajib dalam seluruh jenjang pendidikan, memastikan pemerataan pengetahuan.
B
Status bahasa negara memberikan landasan hukum yang tak terbantahkan bagi penggunaan Bahasa Indonesia dalam segala aspek kehidupan kenegaraan, menjamin efektivitas pemerintahan dan legislasi.
C
Penetapan dalam konstitusi menegaskan kedaulatan linguistik Indonesia di mata internasional, memperkuat posisi negara dalam diplomasi dan hubungan antar-bangsa.
D
Dengan menjadi bahasa negara, Bahasa Indonesia difungsikan sebagai satu-satunya bahasa resmi dalam dokumen-dokumen kenegaraan, mencegah ambiguitas dan konflik interpretasi hukum.
E
Pengangkatan ini secara simbolis menempatkan Bahasa Indonesia sebagai instrumen utama dalam pembangunan karakter bangsa, merefleksikan cita-cita kemerdekaan yang telah dicapai.