PRIVAT ASN FAJAR

Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bahasa Indonesia

Halaman 7. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut: 1. Pemerintah berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak guna menekan laju inflasi. 2. Meskipun telah dilakukan sosialisasi secara masif, namun masih banyak masyarakat yang belum memahami substansi kebijakan baru tersebut. 3. Berbagai upaya telah ditempuh demi terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah. 4. Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita telah mewariskan kearifan lokal yang patut dilestarikan. 5. Beliau merupakan salah satu dari sedikit pemimpin yang berkomitmen tinggi terhadap integritas dan pemberantasan korupsi. Manakah di antara kalimat-kalimat di atas yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia baku (PUEB)?
A
Kalimat nomor 1
B
Kalimat nomor 2
C
Kalimat nomor 3
D
Kalimat nomor 4
E
Kalimat nomor 5

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia yang terus disempurnakan, mulai dari Ejaan van Ophuijsen hingga Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), mencerminkan upaya sistematis untuk membakukan dan menstandardisasi Bahasa Indonesia demi kemudahan komunikasi, pendidikan, dan administrasi negara. Namun, di era digital, banyak ASN yang kerap abai terhadap kaidah EBI dalam korespondensi resmi, penulisan laporan, maupun komunikasi publik di media sosial. Alasan yang sering dikemukakan adalah kepraktisan atau anggapan bahwa hal tersebut tidak esensial dibandingkan substansi pesan. Padahal, penggunaan bahasa yang baku dan benar adalah cerminan profesionalisme dan integritas. Dalam sudut pandang integritas seorang ASN dan prinsip good governance, apa implikasi jangka panjang yang paling mungkin timbul dari rendahnya kepatuhan terhadap standar EBI dalam komunikasi resmi birokrasi?
A
Terjadinya ketidakjelasan atau ambigu dalam interpretasi dokumen-dokumen resmi, yang dapat memicu kesalahan administrasi, penyimpangan kebijakan, atau bahkan sengketa hukum di kemudian hari.
B
Merosotnya citra publik institusi pemerintah karena dianggap tidak profesional dan kurang serius dalam menjalankan tugas, sehingga mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
C
Lambatnya proses birokrasi karena perlu waktu lebih lama untuk mengoreksi kesalahan penulisan atau merumuskan kembali pesan yang tidak baku, mengurangi efisiensi pelayanan publik.
D
Kesulitan dalam pelestarian dan pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi karena kurangnya standar yang konsisten di lingkungan pemerintah sebagai teladan.
E
Pembiasan makna dan tujuan dari kebijakan publik yang disampaikan, menyebabkan masyarakat salah memahami arahan pemerintah dan berpotensi menimbulkan resistensi atau ketidakpatuhan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Cermati kalimat-kalimat berikut ini: (1) Meskipun telah diimbau berulang kali, namun masih banyak masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. (2) Sesuai dengan hasil rapat, keputusan tersebut akan segera diimplementasikan mulai besok. (3) Demi menunjang fasilitas umum, pemerintah setempat telah mengalokasikan dana yang cukup besar. (4) Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, para pegawai diwajibkan mengikuti pelatihan intensif. (5) Oleh karena itu, semua pihak diharapkan untuk saling bahu-membahu dalam mengatasi permasalahan ini. Kalimat manakah yang mengandung penggunaan konjungsi yang TIDAK tepat menurut kaidah bahasa Indonesia baku?
A
Kalimat (1)
B
Kalimat (2)
C
Kalimat (3)
D
Kalimat (4)
E
Kalimat (5)

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perhatikan kalimat: 'Wanita berbaju merah itu sangat cantik sekali.' Kalimat berikut yang memiliki kesamaan fungsi imbuhan ber- dengan kata 'berbaju' adalah...
A
Tanpa diduga, ia berteriak kencang sekali
B
Ia datang menjemputku dengan bersepeda
C
Jangan bersedih hati, ia pasti datang
D
Bersepatu hak tinggi bukan masalah untukku
E
Ia suka sekali berenang bersama kakaknya

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perhatikan kalimat nomor (2) dalam paragraf tentang petani kopi: 'Mereka berusaha sangat keras sekali mencapai budidaya seratus persen organik.' Mengapa kalimat tersebut dikategorikan tidak efektif?
A
Karena mengandung pemborosan kata (pleonasme)
B
Karena tidak memiliki subjek
C
Karena maknanya ambigu
D
Karena kesalahan ejaan
E
Karena struktur kalimat tidak lengkap

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perhatikan beberapa kalimat berikut yang mungkin digunakan dalam sebuah dokumen resmi pemerintah: 1. Kepada seluruh warga negara Indonesia, agar kiranya dapat berpartisipasi aktif. 2. Partisipasi aktif seluruh warga negara Indonesia sangat diharapkan. 3. Diharapkan agar seluruh warga negara Indonesia dapat berpartisipasi aktif. 4. Setiap warga negara Indonesia diharapkan berpartisipasi aktif. 5. Bagi setiap warga negara Indonesia, partisipasi aktif diharapkan. Manakah kalimat yang paling efektif, baku, dan sesuai dengan prinsip kehematan dalam Bahasa Indonesia untuk sebuah dokumen resmi?
A
Kalimat nomor 1
B
Kalimat nomor 2
C
Kalimat nomor 3
D
Kalimat nomor 4
E
Kalimat nomor 5

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Ejaan Bahasa Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan dan penyempurnaan, dari Ejaan Van Ophuijsen, Soewandi, EYD, hingga kini PUEBI. Perubahan-perubahan ini seringkali dipandang sebagai sekadar revisi teknis tata tulis. Namun, dalam konteks pembangunan bangsa dan pengukuhan identitas nasional pasca-kemerdekaan, upaya standardisasi ejaan ini memiliki peran yang jauh lebih strategis. Analisis bagaimana standardisasi ejaan secara fundamental berkontribusi pada pencapaian tujuan Sumpah Pemuda, melampaui sekadar kemudahan komunikasi dan pengajaran?
A
Standardisasi ejaan mempermudah proses belajar mengajar Bahasa Indonesia di seluruh pelosok negeri, memastikan pemahaman yang seragam di berbagai daerah.
B
Ejaan yang baku menciptakan rasa kepemilikan dan kebanggaan terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang teratur dan modern, setara dengan bahasa-bahasa maju lainnya di dunia.
C
Pembakuan ejaan secara efektif meminimalkan variasi penulisan antarindividu dan antardaerah, sehingga menghasilkan konsensus linguistik yang kuat dan memperkokoh persatuan nasional di tingkat fundamental.
D
Ejaan yang stabil menjadi landasan bagi pengembangan sastra dan ilmu pengetahuan yang lebih maju, karena memungkinkan pencatatan gagasan yang konsisten dan akurat.
E
Standardisasi ejaan menjadi syarat mutlak agar Bahasa Indonesia dapat diadaptasi dengan baik ke dalam teknologi informasi dan komunikasi modern, seperti mesin pencari dan perangkat lunak.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Dalam sebuah forum seminar internasional di Jakarta, seorang pejabat publik Indonesia menyampaikan pidatonya dengan dominasi penggunaan istilah-istilah asing yang kompleks dan tidak umum, padahal konteks forum tersebut juga melibatkan audiens umum dari berbagai latar belakang pendidikan. Jika padanan kata dalam Bahasa Indonesia tersedia dan lebih mudah dipahami, tindakan pejabat tersebut berpotensi melemahkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai...
A
Lambang identitas nasional, karena tidak mencerminkan jati diri bangsa.
B
Bahasa negara, karena tidak menggunakan bahasa resmi dalam acara penting.
C
Alat pemersatu berbagai suku bangsa, karena menciptakan batasan komunikasi antar-sesama warga negara.
D
Lambang kebanggaan nasional, karena menunjukkan kurangnya apresiasi terhadap bahasa sendiri.
E
Alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena tidak berupaya memperkaya kosakata bahasa.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Perhatikan penempatan tanda baca koma (jeda) berikut. Manakah kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan bahwa Budi dan Darma adalah pimpinan perusahaan, sementara Putra Raharja adalah karyawan?
A
Budi, Darma, pimpinan perusahaan Angkasa PutrRaharja, karyawan perusahaan.
B
Budi, Darma, pimpinan perusahaan Angkasa. Putra, Raharja, karyawan perusahaan.
C
Budi, Darma, pimpinan perusahaan Angkasa. Putra Raharja, karyawan perusahaan.
D
Budi Darma, pimpinan perusahaan Angkasa. Putra Raharja, karyawan perusahaan.
E
Budi, Darma pimpinan perusahaan Angkasa Putra Raharja, karyawan perusahaan.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.

Cermatilah kalimat berikut: 'Meskipun sudah di revisi beberapa kali, hasil rapat tim panitia masih banyak mengandung kekeliruan fatal, diantaranya mengenai jadwal pelaksanaan dan anggaran yang diajukan oleh ketua.' Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB), manakah pilihan yang menunjukkan perbaikan paling tepat untuk kalimat di atas?
A
Meskipun sudah **direvisi** beberapa kali, hasil rapat **panitia** masih banyak mengandung kekeliruan fatal, **di antaranya** mengenai jadwal pelaksanaan dan anggaran yang diajukan oleh ketua.
B
Meskipun sudah **direvisi** beberapa kali, hasil rapat **tim panitia** masih banyak mengandung kekeliruan fatal, **diantaranya** mengenai jadwal pelaksanaan dan anggaran yang diajukan oleh ketua.
C
Meskipun sudah **di revisi** beberapa kali, hasil rapat **panitia** masih banyak mengandung kekeliruan fatal, **di antaranya** mengenai jadwal pelaksanaan dan anggaran yang diajukan oleh ketua.
D
Meskipun sudah **direvisi** beberapa kali, hasil rapat **panitia** masih banyak mengandung kekeliruan fatal, **diantaranya** mengenai jadwal pelaksanaan dan anggaran yang diajukan oleh ketua.
E
Meskipun sudah di revisi beberapa kali, hasil rapat tim panitia masih banyak mengandung kekeliruan fatal, diantaranya mengenai jadwal pelaksanaan dan anggaran yang diajukan oleh Ketua.

Jawaban yang benar adalah A karena sesuai dengan undang-undang 2026.

Analisis poin B salah karena tidak relevan dengan konteks soal TWK materi ini.

Pembahasan Terkunci

Login untuk melihat jawaban.