Pembahasan Soal TWKK - Bela Negara 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 8361. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 101
Link Soal
Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan bentuk strategi pertahanan yang unik. Alasan utama para pejuang membumihanguskan kota Bandung bagian selatan adalah...
A
Untuk menjebak pasukan Sekutu dalam kobaran api
B
Mencegah tentara Sekutu dan NICA menggunakan kota Bandung sebagai markas militer strategis
C
Bentuk protes terhadap pemerintah pusat yang memerintahkan pengosongan kota
D
Kalah dalam persenjataan sehingga memilih mundur total
E
Instruksi langsung dari Jenderal Soedirman untuk melakukan sabotase
NO. 102
Link Soal
Dalam konteks globalisasi dan revolusi industri 4.0, ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi hanya bersifat fisik, melainkan juga merambah ruang siber. Fenomena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan campur tangan asing melalui media sosial telah menjadi tantangan serius yang dapat mengikis persatuan bangsa dan mengancam keamanan nasional. Sebagai seorang warga negara yang memahami esensi Bela Negara, tindakan konkret paling efektif yang harus diutamakan dalam menghadapi ancaman siber tersebut adalah...
A
Melaporkan setiap konten negatif kepada pihak berwajib dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
B
Mengabaikan informasi yang mencurigakan dan hanya membagikan konten positif untuk menjaga suasana kondusif.
C
Berpartisipasi aktif dalam diskusi daring untuk mengklarifikasi hoaks dan menyebarkan narasi kebangsaan yang positif.
D
Mengembangkan kemampuan literasi digital diri sendiri dan mendorong komunitas untuk memverifikasi informasi secara kritis.
E
Menuntut pemerintah untuk memperketat regulasi siber dan melakukan pemblokiran massal terhadap situs atau akun penyebar hoaks.
NO. 103
Link Soal
Di pulau manakah letak aliran sungai yang memegang rekor sebagai sungai paling panjang di wilayah Indonesia?
A
Sumatera
B
Jawa
C
Sulawesi
D
Papua
E
Kalimantan
NO. 104
Link Soal
Menjelang pemilihan umum yang sangat kompetitif, terjadi polarisasi ekstrem di media sosial. Beberapa kelompok masyarakat dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian, informasi palsu, dan narasi provokatif yang menyerang identitas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) lawan politiknya. Hal ini menyebabkan ketegangan di berbagai lapisan masyarakat dan bahkan memicu bentrokan kecil di beberapa daerah. Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas dan persatuan di tengah hak asasi warga negara untuk berekspresi.
Dalam konteks Bela Negara, implikasi paling signifikan dari situasi ini terhadap ketahanan nasional adalah...
A
Menguji kemampuan pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan yang adil dan merata, sebagai prasyarat bagi tegaknya Bhinneka Tunggal Ika di tengah masyarakat yang majemuk.
B
Menurunnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dan lembaga negara, yang dapat melemahkan legitimasi pemerintahan yang terpilih dan stabilitas politik jangka panjang.
C
Melemahnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa akibat perpecahan ideologis dan primordialisme, sehingga berpotensi pada disintegrasi sosial dan politik yang mengancam keutuhan NKRI.
D
Meningkatnya intervensi asing yang memanfaatkan celah polarisasi internal untuk agenda geopolitik mereka, yang dapat membahayakan kedaulatan dan kemandirian bangsa.
E
Menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi, karena ketidakpastian sosial-politik akan menghambat kemajuan bangsa di kancah global.
NO. 105
Link Soal
Di Kabupaten Jaya Bhakti, Negara Persatuan, sebuah entitas daring bernama 'Kelompok Pecah Belah' secara aktif menyebarkan narasi-narasi provokatif dan informasi palsu melalui berbagai platform media sosial. Konten yang mereka unggah sering kali mengeksploitasi perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), serta menyudutkan kebijakan pemerintah yang sah. Tujuan utama mereka adalah menciptakan polarisasi yang tajam di masyarakat, memicu kebencian, dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Akibatnya, ketegangan sosial meningkat, dialog antarwarga menjadi sulit, dan potensi konflik horizontal semakin mengkhawatirkan.
Tindakan 'Kelompok Pecah Belah' ini, jika dibiarkan terus-menerus, paling utama merupakan bentuk pelanggaran terhadap esensi Bela Negara dalam aspek apa?
A
Mengancam keutuhan wilayah dan kedaulatan negara dari ancaman eksternal.
B
Melemahkan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
C
Mengikis kesadaran untuk rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
D
Menghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional secara kolektif.
E
Melanggar hukum positif terkait ujaran kebencian dan penipuan daring.
NO. 106
Link Soal
UUD 1945 mengamanatkan bahwa upaya pembelaan negara bukan hanya tugas militer semata, melainkan menjadi hak dan kewajiban dari...
A
TNI dan Polri
B
Seluruh rakyat Indonesia
C
Generasi muda penerus bangsa
D
Pemerintah pusat dan daerah
E
Organisasi kemasyarakatan
NO. 107
Link Soal
Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, konsep Bela Negara tidak lagi hanya terbatas pada aspek pertahanan militer konvensional. Transformasi digital yang membawa ancaman hibrida seperti serangan siber, penyebaran disinformasi, dan erosi nilai-nilai Pancasila menuntut adaptasi pemahaman dan implementasi Bela Negara. Mengingat kompleksitas ancaman tersebut, pernyataan yang paling tepat menggambarkan esensi dan prioritas Bela Negara di era kontemporer adalah:
A
Fokus utama adalah modernisasi alutsista dan peningkatan kapabilitas siber militer untuk menghadapi perang siber.
B
Mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kedaulatan informasi dan memperkuat ideologi Pancasila melalui literasi digital dan pengembangan karakter.
C
Mewajibkan setiap warga negara mengikuti pelatihan militer dasar sebagai bentuk kesiapsiagaan fisik menghadapi ancaman dari luar.
D
Pemerintah harus sepenuhnya mengendalikan arus informasi di media sosial untuk mencegah penyebaran hoaks dan konten radikal.
E
Prioritas utama adalah penguatan sektor ekonomi nasional secara mandiri agar tidak bergantung pada investasi asing dan meminimalisir intervensi.
NO. 108
Link Soal
Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan, 'Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.' Implikasi filosofis dari pasal ini dalam konteks ketahanan nasional adalah bahwa partisipasi aktif warga negara bukan hanya kewajiban hukum, melainkan juga cerminan dari kesadaran akan hak-hak fundamental mereka sebagai bagian integral dari bangsa dan negara. Dalam menghadapi ancaman non-militer kontemporer, seperti krisis kesehatan global, disinformasi masif, atau ancaman siber, manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat merefleksikan esensi keterlibatan warga negara dalam upaya bela negara berdasarkan perspektif filosofis dan konstitusional tersebut?
A
Mengutamakan kepentingan kelompok atau pribadi di atas kepentingan bangsa jika tidak ada dasar hukum yang memaksa.
B
Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pertahanan negara kepada institusi militer dan kepolisian.
C
Berpartisipasi aktif dalam kampanye literasi digital untuk melawan hoaks, mendukung program kesehatan masyarakat, dan melaporkan potensi ancaman siber kepada pihak berwenang.
D
Mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang dirasa kurang relevan tanpa memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian masalah.
E
Menjadi apatis terhadap isu-isu nasional karena merasa bahwa partisipasi individu tidak akan berdampak besar pada skala negara.
NO. 109
Link Soal
Pemberontakan DI/TII yang terjadi di Jawa Barat merupakan salah satu ancaman terhadap stabilitas kedaulatan negara pasca kemerdekaan. Pemberontakan ini dipimpin oleh...
A
Amir Syarifuddin
B
Kartosuwiryo
C
Muso
D
Semaun
E
Dharsono
NO. 110
Link Soal
Di antara pilihan berikut, manakah yang merupakan bentuk ancaman non-militer yang berpotensi membahayakan kedaulatan suatu negara?
A
Serangan militer dari bangsa lain.
B
Aksi terorisme yang melibatkan serangan fisik.
C
Distribusi informasi palsu atau hoaks melalui platform daring.
D
Peningkatan kapabilitas militer oleh negara tetangga.
E
Pelanggaran kedaulatan wilayah udara oleh pesawat tempur asing.