Pembahasan Soal TWKK - Bela Negara 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 663. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 151
Link Soal
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan keberagaman sosial dan budaya yang tinggi, menghadapi tantangan Bela Negara yang semakin kompleks di era digital ini. Ancaman tidak lagi terbatas pada agresi militer konvensional, melainkan juga merambah ke ranah siber, disinformasi, polarisasi sosial, dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. Dalam konteks ini, partisipasi aktif masyarakat sipil, termasuk aparatur sipil negara (ASN), menjadi krusial.
Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan esensi kontribusi ASN dalam Bela Negara menghadapi spektrum ancaman non-militer kontemporer tersebut?
A
Memastikan keamanan data pribadi dan instansi dari serangan siber, serta melaporkan konten radikal atau hoaks yang ditemukan di media sosial.
B
Menginisiasi program-program sosial untuk memberdayakan masyarakat di wilayah perbatasan guna memperkuat kedaulatan negara dari ancaman luar.
C
Menyelaraskan setiap kebijakan dan tindakan dalam pelayanan publik dengan nilai-nilai Pancasila, menjaga integritas, profesionalisme, serta aktif dalam menyaring dan mengklarifikasi informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
D
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
E
Menggalang dana untuk membantu korban bencana alam di seluruh pelosok negeri sebagai wujud kepedulian sosial.
NO. 152
Link Soal
Di era digital, penyebaran hoaks dan propaganda yang berisi narasi provokatif seringkali mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, bahkan dapat memicu konflik sosial. Sebagai warga negara yang memahami pentingnya bela negara, strategi paling efektif untuk menghadapi ancaman non-militer semacam ini adalah...
A
Mengembangkan aplikasi khusus untuk memblokir semua situs penyebar hoaks secara paksa.
B
Meningkatkan literasi digital masyarakat dan kemampuan berpikir kritis dalam memverifikasi informasi.
C
Membentuk pasukan siber untuk menyerang balik penyebar hoaks dengan narasi tandingan.
D
Melakukan sensor ketat terhadap semua konten yang berpotensi memicu perdebatan di media sosial.
E
Mengabaikan hoaks agar tidak memperbesar isu yang beredar di masyarakat.
NO. 153
Link Soal
Beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi gelombang masif disinformasi dan hoaks yang disebarkan melalui platform digital, seringkali berasal dari aktor non-negara, baik dari dalam maupun luar negeri. Konten-konten ini bertujuan merusak persatuan, memecah belah bangsa, dan menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah serta institusi negara. Fenomena ini, jika tidak diatasi secara serius, dapat menggerus pilar-pilar kebangsaan.
Dalam perspektif Bela Negara di era digital, apa implikasi terpenting dari ancaman ini terhadap ketahanan nasional, dan bagaimana peran ASN dalam penanggulangannya yang paling efektif sesuai dengan prinsip kesadaran berbangsa dan bernegara?
A
Ancaman ini mengikis rasa kebersamaan, sehingga ASN harus fokus pada pemblokiran akun dan situs penyebar hoaks secara masif untuk menjaga stabilitas informasi.
B
Disinformasi melemahkan kohesi sosial, menuntut ASN untuk menjadi agen literasi digital yang proaktif, mendidik masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi dan berpikir kritis, sekaligus menjadi teladan dalam penggunaan media sosial yang bijak.
C
Penyebaran hoaks merusak reputasi bangsa, sehingga ASN perlu mengembangkan sistem peringatan dini dan respons cepat untuk melawan narasi negatif dengan propaganda tandingan yang kuat dan terstruktur.
D
Ancaman ini menciptakan polarisasi politik, yang mengharuskan ASN untuk secara tegas menindak setiap ujaran kebencian dan konten provokatif melalui penegakan hukum tanpa kompromi untuk melindungi Pancasila.
E
Ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah akan meningkat, oleh karena itu ASN wajib melaporkan setiap konten yang berpotensi merusak nama baik instansi atau pejabat negara kepada pihak berwenang sebagai bentuk pembelaan.
NO. 154
Link Soal
Implementasi nilai-nilai Pancasila dapat tercermin dalam berbagai perilaku berikut:
1. Memberikan kebebasan beribadah sesuai keyakinan masing-masing individu.
2. Menyumbangkan bantuan kepada korban bencana alam.
3. Menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan agama.
4. Memberikan dukungan finansial kepada tim sepak bola yang berlaga di luar negeri.
5. Berlaku adil kepada semua orang.
Perwujudan sila pertama Pancasila dalam kehidupan sosial dan kebangsaan adalah perilaku nomor ....
A
1 dan 3
B
2 dan 4
C
3 dan 5
D
1 dan 4
E
2 dan 5
NO. 155
Link Soal
Pandemi global COVID-19 telah menunjukkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara tidak hanya bersifat militer, tetapi juga non-militer yang dapat mengganggu stabilitas sosial, ekonomi, dan kesehatan publik secara masif. Dalam konteks ini, partisipasi masyarakat dalam bela negara menjadi sangat krusial. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan esensi dan implementasi bela negara oleh warga negara di era ancaman non-militer kompleks seperti pandemi?
A
Mengikuti pelatihan dasar militer untuk siap siaga menghadapi setiap kemungkinan darurat nasional.
B
Mengembangkan inovasi teknologi kesehatan dan mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi untuk menjaga keberlangsungan hidup bangsa.
C
Aktif menyebarkan informasi di media sosial mengenai bahaya pandemi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan diri.
D
Menuntut pemerintah untuk menyediakan fasilitas kesehatan gratis dan vaksinasi massal tanpa terkecuali bagi seluruh warga negara.
E
Melakukan demonstrasi damai menolak kebijakan pembatasan sosial yang dianggap menghambat kebebasan individu dan aktivitas ekonomi.
NO. 156
Link Soal
Sikap patriotisme dapat ditunjukkan melalui berbagai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bagi pemuda masa kini, contoh konkret perwujudan sikap tersebut adalah...
A
Menghindari pergaulan internasional agar tidak terkontaminasi
B
Disiplin dan jujur dalam membayar pajak negara
C
Mengambil bagian dalam aksi demonstrasi anarkis
D
Mengkonsumsi produk impor demi gaya hidup
E
Menghafalkan sejarah tanpa melakukan aksi nyata
NO. 157
Link Soal
Di era digital dengan maraknya penyebaran informasi palsu (hoaks) dan upaya delegitimasi negara dari pihak eksternal maupun internal, bentuk bela negara yang paling efektif dan relevan bagi seorang warga negara yang tidak memiliki latar belakang militer adalah...
A
Aktif mengikuti pelatihan militer dasar yang diselenggarakan pemerintah secara berkala.
B
Meningkatkan literasi digital, menyaring informasi secara kritis, serta melaporkan konten hoaks atau provokatif kepada pihak berwenang.
C
Bergabung dengan organisasi kemasyarakatan yang fokus pada pelestarian budaya dan tradisi lokal.
D
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan untuk memperkuat solidaritas antarwarga negara.
E
Menjadi agen penyebar berita positif tentang pencapaian pemerintah di berbagai platform media sosial tanpa verifikasi ulang.
NO. 158
Link Soal
Sistem pertahanan negara Indonesia bersifat semesta (Sishankamrata). Dalam sistem ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan sebagai...
A
Komponen Cadangan
B
Komponen Pendukung
C
Komponen Utama
D
Komponen Khusus
E
Basis kekuatan rakyat terlatih
NO. 159
Link Soal
Apa konsekuensi yang akan timbul bagi masa depan bangsa apabila tingkat kesadaran bela negara di kalangan generasi muda cenderung rendah?
A
Terjadi peningkatan signifikan dalam inovasi di bidang teknologi.
B
Berkurangnya ketergantungan terhadap pengaruh budaya dari luar negeri.
C
Menurunnya kohesi sosial dan melemahnya semangat nasionalisme serta kecintaan terhadap tanah air.
D
Terwujudnya penguatan sistem pertahanan negara melalui kerja sama internasional.
E
Meningkatnya daya tahan dan kelestarian budaya lokal.
NO. 160
Link Soal
Ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata dan terorganisir yang dinilai membahayakan kedaulatan negara disebut...
A
Ancaman militer
B
Ancaman non-militer
C
Ancaman hibrida
D
Sabotase
E
Spionase