Pembahasan Soal TWKK - Bela Negara 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 356. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 161
Link Soal
Di era 1940-an, Kakek Sudiro bersama pemuda-pemudi Desa Makmur, sebuah perkampungan terpencil di lereng Gunung Bintang, berjuang gigih melawan penjajah fisik. Bela negara bagi mereka berarti mengangkat senjata seadanya, bergerilya di hutan belantara, dan melindungi hasil bumi dari perampasan musuh, dengan risiko nyawa menjadi taruhan utama. Semangat kebersamaan dan pengorbanan fisik adalah inti perjuangan.
Kini, di tahun 2020-an, cucu Kakek Sudiro, bernama Dita, tumbuh besar di Kota Digital Nusantara. Ia menghadapi tantangan yang jauh berbeda. Ancaman datang bukan lagi dalam bentuk serdadu bersenjata, melainkan berupa serangan siber terhadap infrastruktur vital, hoaks yang memecah belah bangsa, serta persaingan ekonomi global yang menuntut inovasi dan integritas. Dita, sebagai seorang pegiat literasi digital dan pengembang aplikasi lokal, memahami bahwa bela negara di eranya berarti menjaga kedaulatan data, menyebarkan informasi yang benar, serta menciptakan produk-produk unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.
Berdasarkan narasi di atas, pergeseran esensi pelaksanaan bela negara dari masa Kakek Sudiro ke masa Dita paling tepat digambarkan sebagai...
A
Dari pertahanan berbasis kekuatan militer dan pengorbanan fisik langsung menuju penguatan integritas bangsa melalui literasi digital, inovasi ekonomi, dan penangkalan ancaman non-militer.
B
Dari pertahanan wilayah terbatas menjadi pengamanan seluruh ranah siber dan informasi.
C
Dari keterlibatan kolektif masyarakat menjadi aksi individual yang terisolasi dalam menjaga negara.
D
Dari pertahanan negara yang bersifat reaktif terhadap agresi menjadi preventif terhadap potensi ancaman.
E
Dari pengorbanan nyawa yang langsung di medan perang menjadi pengorbanan waktu dan pikiran untuk kemajuan teknologi.
NO. 162
Link Soal
Dalam pelaksanaan kampanye akbar oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden, baik dari petahana maupun penantang, penting untuk mengedepankan nilai-nilai Pancasila dengan cara ....
A
Memelihara ketertiban dan stabilitas demi kesatuan bangsa
B
Menghargai sensitivitas lawan politik ketika berpidato
C
Mengamankan cita-cita bersama untuk Indonesia yang berjaya
D
Menghindari benturan kepentingan dengan kompetitor politik
E
Menerima setiap masukan atau kritik dari pihak lawan
NO. 163
Link Soal
Di sebuah negeri fiktif bernama 'Nusantara Jaya', pasukan penjajah 'Imperium Hitam' berhasil menguasai sebagian besar wilayah dan ibu kota. Pemimpin tertinggi negeri, seorang jenderal bernama Wijoyo, dihadapkan pada pilihan sulit: menyerah dan menerima perjanjian damai yang merugikan kedaulatan, atau melanjutkan perlawanan. Meskipun kesehatannya memburuk drastis akibat penyakit yang menggerogoti tubuhnya, Jenderal Wijoyo menolak menyerah. Dengan dipandu oleh para prajurit setianya, ia memutuskan untuk memimpin pasukan kecilnya bergerilya melintasi hutan belantara dan pegunungan terjal. Jenderal Wijoyo terus membakar semangat rakyat dan pasukannya untuk mempertahankan kemerdekaan, menolak setiap bentuk kompromi yang akan merendahkan martabat bangsanya. Semangat juang dan pengorbanannya menjadi inspirasi utama bagi seluruh rakyat Nusantara Jaya hingga akhirnya Imperium Hitam berhasil dipukul mundur. Perjuangan Jenderal Wijoyo ini sangat identik dengan nilai bela negara yang ditunjukkan oleh seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia, yaitu...
A
Jenderal Sudirman
B
Mohammad Hatta
C
Soekarno
D
Pangeran Diponegoro
E
Cut Nyak Dien
NO. 164
Link Soal
Untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, pemerintah dan militer menerapkan strategi yang melibatkan partisipasi aktif rakyat untuk mengepung basis musuh. Operasi ini dikenal dengan nama...
A
Operasi Gerakan Banteng Nasional
B
Operasi 17 Agustus
C
Operasi Pagar Betis
D
Operasi Baratayudha
E
Operasi Saptamarga
NO. 165
Link Soal
Di era digitalisasi dan ancaman non-militer yang semakin kompleks seperti serangan siber, penyebaran hoaks, dan pandemi, pemahaman dan implementasi Bela Negara bagi warga negara Indonesia harus mengalami reorientasi dari sekadar konsep pertahanan fisik menjadi upaya komprehensif. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat merepresentasikan esensi Bela Negara yang adaptif dan partisipatif bagi warga negara dalam menghadapi tantangan kontemporer tersebut?
A
Mengutamakan peningkatan jumlah personel militer dan alokasi anggaran pertahanan sebagai respons utama terhadap semua bentuk ancaman.
B
Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pertahanan negara kepada TNI dan Polri, sementara warga negara cukup mematuhi hukum dan membayar pajak.
C
Berperan aktif dalam menjaga ruang siber dari disinformasi, mengembangkan inovasi teknologi untuk kemandirian bangsa, serta berkontribusi pada penanganan krisis kesehatan dan lingkungan, sesuai dengan profesi dan kapasitas masing-masing.
D
Menggalakkan program wajib militer bagi seluruh warga negara tanpa kecuali untuk memastikan kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi invasi.
E
Memprioritaskan kerja sama internasional dan aliansi militer dengan negara-negara maju untuk menjamin keamanan nasional dari ancaman eksternal.
NO. 166
Link Soal
Di tengah arus globalisasi yang membawa masuknya berbagai budaya dan ideologi asing, bagaimana masyarakat dapat secara efektif menjaga kelestarian budaya nasional sebagai bagian dari Bela Negara?
A
Menolak semua bentuk pengaruh eksternal dan menutup diri dari dunia luar.
B
Melakukan penyaringan terhadap pengaruh asing dan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai budaya nasional.
C
Mengadopsi seluruh budaya asing tanpa kecuali untuk memperkaya keragaman budaya.
D
Mengabaikan warisan budaya nasional demi mengejar modernitas dan kemajuan.
E
Menghindari segala bentuk interaksi dan hubungan dengan negara-negara asing.
NO. 167
Link Soal
Pandemi global COVID-19 telah menunjukkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara tidak hanya bersifat militer, tetapi juga non-militer yang dapat mengganggu stabilitas sosial, ekonomi, dan kesehatan publik secara masif. Dalam konteks ini, partisipasi masyarakat dalam bela negara menjadi sangat krusial. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan esensi dan implementasi bela negara oleh warga negara di era ancaman non-militer kompleks seperti pandemi?
A
Mengikuti pelatihan dasar militer untuk siap siaga menghadapi setiap kemungkinan darurat nasional.
B
Mengembangkan inovasi teknologi kesehatan dan mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi untuk menjaga keberlangsungan hidup bangsa.
C
Aktif menyebarkan informasi di media sosial mengenai bahaya pandemi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan diri.
D
Menuntut pemerintah untuk menyediakan fasilitas kesehatan gratis dan vaksinasi massal tanpa terkecuali bagi seluruh warga negara.
E
Melakukan demonstrasi damai menolak kebijakan pembatasan sosial yang dianggap menghambat kebebasan individu dan aktivitas ekonomi.
NO. 168
Link Soal
Seorang Direktur Jenderal di Kementerian Pertahanan, yang bertanggung jawab atas pengadaan sistem persenjataan strategis, diketahui telah menerima suap dari konsorsium asing. Suap tersebut memengaruhi keputusannya untuk menyetujui pengadaan sistem yang kurang kompatibel dengan kebutuhan pertahanan nasional dan memiliki biaya operasional jangka panjang yang jauh lebih tinggi dibandingkan alternatif lain yang ditawarkan oleh perusahaan domestik. Ketika kasus ini mulai terkuak oleh media, Dirjen tersebut justru mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan media massa dan menyebarkan narasi bahwa informasi tersebut adalah upaya pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan stabilitas nasional. Tindakan Dirjen tersebut menyebabkan kerugian finansial negara yang besar, melemahkan potensi pertahanan, dan menciptakan polarisasi di masyarakat.
Berdasarkan narasi tersebut, analisis paling komprehensif mengenai pelanggaran nilai-nilai Bela Negara oleh Dirjen tersebut beserta implikasi etika dan sanksi yang seharusnya dikenakan adalah:
A
Dirjen tersebut telah melanggar nilai rela berkorban demi bangsa dan negara serta kesetiaan pada Pancasila (khususnya sila Persatuan Indonesia dan Kerakyatan). Tindakannya merusak kedaulatan dan integritas bangsa, sehingga ia harus dijatuhi sanksi pidana penjara maksimal, denda, ganti rugi kerugian negara, pencabutan hak politik, serta pemberhentian tidak dengan hormat sebagai ASN.
B
Pelanggaran utama adalah ketidakjujuran dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat publik. Sanksi yang paling tepat adalah pemecatan dari jabatan struktural dan penempatan di posisi fungsional non-strategis, disertai dengan kewajiban mengembalikan seluruh dana suap yang diterima.
C
Dirjen melanggar nilai cinta tanah air karena tidak mengutamakan produk dalam negeri dan menyebabkan kerugian finansial. Sanksi administratif berupa penurunan pangkat dan mutasi ke daerah terpencil adalah yang paling sesuai untuk memberikan efek jera.
D
Tindakan menyebarkan disinformasi menunjukkan ketidaksesuaian dengan etika ASN dalam berkomunikasi publik. Sanksi yang seharusnya adalah teguran tertulis dan pelatihan khusus mengenai komunikasi publik serta integritas pejabat negara.
E
Dirjen telah melanggar nilai kesadaran berbangsa dan bernegara dengan menciptakan polarisasi masyarakat melalui pernyataannya. Sanksi yang paling tepat adalah skorsing sementara sambil menunggu hasil penyelidikan komite etik kementerian dan wajib meminta maaf secara publik.
NO. 169
Link Soal
Ancaman non-tradisional atau nirmiliter menjadi tantangan serius bagi pertahanan negara saat ini. Manakah di antara berikut ini yang TIDAK termasuk dalam upaya bela negara menghadapi ancaman nirmiliter?
A
Penguatan ideologi Pancasila di kalangan mahasiswa
B
Operasi militer perang untuk menjaga perbatasan
C
Pemberantasan peredaran narkoba oleh aparat kepolisian
D
Penggunaan produk dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi
E
Diplomasi budaya untuk meredam klaim budaya asing
NO. 170
Link Soal
Pendidikan Bela Negara (PBN) di sekolah-sekolah merupakan inisiatif strategis untuk memupuk kesadaran nasional di kalangan generasi muda. Apa dampak jangka panjang yang diharapkan dari penerapan PBN ini?
A
Menghasilkan generasi yang lebih skeptis dan kritis terhadap kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
B
Meningkatkan minat generasi muda untuk terlibat dalam dunia politik praktis.
C
Menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan kesadaran akan pentingnya menjaga kedaulatan negara.
D
Mengurangi partisipasi generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial di masyarakat.
E
Mendorong siswa untuk mencari pengalaman kerja di luar negeri setelah lulus.