Bank Soal TWKK CPNS 2026: Bela Negara
Halaman 3. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 21
Link Soal
Berdasarkan Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan setiap warga negara memiliki hak sekaligus kewajiban untuk berpartisipasi dalam upaya pertahanan dan keamanan negara, apa sebenarnya esensi atau tujuan pokok dari ketentuan tersebut?
A
Mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pengamanan nasional.
B
Mengukuhkan dominasi kekuatan militer.
C
Memastikan kestabilan kondisi politik di dalam negeri.
D
Meningkatkan kompetitivitas ekonomi negara.
E
Menciptakan lapangan kerja bagi penduduk.
NO. 22
Link Soal
Di tengah krisis pandemi global yang melanda, sebuah daerah terpencil mengalami kelangkaan pasokan oksigen medis yang sangat vital. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas kesehatan daerah tersebut, yang sebenarnya bertugas di bagian administrasi dan tidak memiliki wewenang langsung dalam logistik, secara proaktif menginisiasi kontak dengan berbagai pihak swasta dan masyarakat sipil. Dengan keberanian dan kegigihan, ia berhasil mengkoordinasikan pengiriman oksigen darurat, bahkan mempertaruhkan reputasi dan jabatannya karena melampaui deskripsi tugas resminya demi menyelamatkan banyak nyawa. Tindakan ASN ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
Dalam konteks nilai-nilai Bela Negara, implikasi terpenting dari tindakan ASN tersebut terhadap integritas dan peran ASN melampaui sekadar kepatuhan regulasi adalah...
A
Membuktikan bahwa kesadaran berbangsa dan bernegara pada ASN harus diwujudkan melalui pengorbanan personal yang ekstrem dalam situasi darurat, meskipun melanggar prosedur administratif yang ada.
B
Menunjukkan bahwa semangat rela berkorban demi bangsa dan negara harus menjadi dasar setiap tindakan ASN, yang pada gilirannya akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah secara keseluruhan.
C
Menggarisbawahi pentingnya memiliki kemampuan analisis dan inisiatif tinggi bagi ASN, agar dapat mengambil keputusan cepat dan tepat di luar kewenangan formal demi kepentingan masyarakat luas.
D
Mencerminkan bahwa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejatinya menuntut ASN untuk bertindak heroik dan kreatif, bahkan jika itu berarti mengabaikan hierarki demi efisiensi penanganan krisis.
E
Menekankan bahwa kemampuan awal Bela Negara bagi ASN bukan hanya fisik dan psikis, melainkan juga responsif, adaptif, dan berani mengambil tanggung jawab di luar batas formal demi kemanusiaan dan keutuhan bangsa.
NO. 23
Link Soal
Konsep Bela Negara telah berkembang seiring dinamika ancaman yang dihadapi bangsa. Jika dahulu lebih dominan pada aspek fisik dan militer, kini Bela Negara juga menuntut partisipasi aktif warga negara dalam menghadapi ancaman non-fisik seperti perang siber, disinformasi, radikalisme ideologi, dan krisis ekonomi global. Berdasarkan pemahaman tersebut, pernyataan manakah yang paling mencerminkan esensi kontribusi Bela Negara yang efektif dan relevan bagi seorang warga negara di era kontemporer?
A
Berpartisipasi dalam program wajib militer atau pelatihan dasar kemiliteran untuk menjaga kesiapsiagaan fisik pertahanan negara.
B
Aktif dalam komunitas sosial untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika guna mencegah polarisasi dan perpecahan bangsa.
C
Mengembangkan kompetensi digital dan literasi informasi untuk melawan narasi hoaks dan propaganda asing, serta berkontribusi pada inovasi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
D
Mematuhi hukum, membayar pajak, dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab dasar warga negara.
E
Menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat sebagai bentuk kontrol sosial demi perbaikan tata kelola negara.
NO. 24
Link Soal
Dalam menghadapi kompleksitas ancaman kontemporer seperti perang hibrida, serangan siber, dan penyebaran disinformasi yang masif, esensi Bela Negara tidak lagi terbatas pada aspek fisik militer. Menurut UUD NRI Tahun 1945, bagaimana seharusnya pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Indonesia merumuskan strategi Bela Negara yang paling komprehensif dan adaptif di era digital ini?
A
Memprioritaskan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan memperbesar jumlah personel militer untuk menjaga kedaulatan teritorial.
B
Menggalakkan program wajib militer bagi seluruh warga negara produktif sebagai bentuk persiapan fisik dan mental pertahanan negara.
C
Mengembangkan literasi digital dan kesadaran siber di kalangan masyarakat, sambil memperkuat kolaborasi lintas sektor (pemerintah, swasta, akademisi) dalam membangun ketahanan siber nasional dan narasi kebangsaan.
D
Memperketat pengawasan terhadap konten media sosial dan informasi yang berpotensi memecah belah bangsa melalui regulasi ketat.
E
Menekankan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan secara intensif di semua jenjang pendidikan untuk memperkuat ideologi bangsa dari ancaman asing.
NO. 25
Link Soal
Pada tahun 1950-an, Desa Pancaran mengalami tekanan hebat dari kelompok-kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari negara kesatuan. Para penduduk, mulai dari petani hingga perangkat desa, bahu-membahu membentuk barisan pertahanan rakyat, menggunakan alat seadanya untuk menjaga keamanan desa, melindungi jalur logistik, dan menyebarkan semangat persatuan di tengah ancaman disintegrasi. Semangat bela negara saat itu terwujud dalam bentuk perlawanan fisik, pengorbanan langsung, dan gotong royong yang erat dalam mempertahankan wilayah.
Generasi penerus Desa Pancaran, kini di era 2020-an, tidak lagi dihadapkan pada ancaman separatis bersenjata secara langsung. Namun, mereka menghadapi tantangan yang tak kalah serius: penyebaran ideologi radikal melalui media sosial, eksploitasi sumber daya alam secara ilegal oleh pihak asing, serta masifnya informasi palsu yang berpotensi memecah belah bangsa. Komunitas di Desa Pancaran meresponsnya dengan aktif dalam literasi digital, mengorganisir patroli siber untuk melawan hoaks, mengkampanyekan pelestarian lingkungan, serta memperkuat ekonomi lokal melalui UMKM berbasis kearifan lokal. Bela negara di era ini terwujud dalam bentuk kesadaran digital, kepedulian lingkungan, serta penguatan identitas nasional melalui jalur non-militer.
Berdasarkan narasi di atas, perbandingan paling tepat mengenai pergeseran penerapan Bela Negara dari masa lalu ke masa kini di Desa Pancaran adalah...
A
Bela Negara bergeser dari penekanan pada pertahanan fisik dan teritorial menjadi fokus pada pertahanan non-fisik seperti ideologi, lingkungan, dan ekonomi, menuntut adaptasi strategi yang lebih kompleks.
B
Partisipasi masyarakat dalam Bela Negara di masa kini bersifat lebih individualistik dan kurang terorganisir, berbeda dengan semangat kolektif di masa lalu.
C
Ancaman terhadap Bela Negara di masa lalu lebih konkret dan mudah diidentifikasi, sedangkan di masa kini ancamannya bersifat abstrak dan tidak memerlukan partisipasi langsung.
D
Penerapan Bela Negara di masa lalu hanya melibatkan aparatur negara, sementara di masa kini telah meluas hingga ke seluruh lapisan masyarakat.
E
Relevansi Bela Negara di masa kini semakin menurun karena tantangan yang dihadapi tidak lagi terkait langsung dengan kedaulatan negara.
NO. 26
Link Soal
Arus budaya asing berpotensi menggerus kekayaan budaya lokal Indonesia. Untuk menangkal dampak negatif ini, tindakan yang paling efektif adalah ....
A
Mengaktifkan dan mempromosikan budaya lokal dalam berbagai acara dan momen
B
Mencegah sepenuhnya masuknya pengaruh kebudayaan dari negara lain
C
Mendirikan lebih banyak pusat pelatihan seni dan budaya di berbagai wilayah
D
Mengadaptasi budaya lokal agar selaras dengan budaya dari luar
E
Memperkuat budaya nasional sebagai landasan untuk mengembangkan budaya daerah
NO. 27
Link Soal
Desa Makmur, sebuah wilayah perbatasan yang strategis, sedang dihadapkan pada ancaman multidimensional yang menguji ketahanan nasional. Kampanye disinformasi masif yang bersumber dari luar negeri, menyebarkan narasi provokatif dan hoaks melalui media sosial, bertujuan merongrong persatuan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Bersamaan dengan itu, praktik ekonomi ilegal berupa penyelundupan barang dan dumping produk dari negara tetangga telah melemahkan sektor pertanian lokal, memicu kesulitan ekonomi dan keresahan sosial.
Di tengah situasi ini, Ibu Siti (guru), dr. Budi (kepala puskesmas), dan Pak Rahman (aparat sipil negara di kantor desa) berkoordinasi untuk mengimplementasikan Bela Negara sesuai peran profesionalnya.
Berdasarkan skenario tersebut, bentuk implementasi Bela Negara yang paling komprehensif, strategis, dan berkontribusi signifikan terhadap penguatan Ketahanan Nasional dalam menghadapi ancaman gabungan ini adalah...
A
Ibu Siti menginisiasi program pendidikan kewarganegaraan berbasis literasi digital untuk menangkal hoaks dan radikalisme, dr. Budi menggalakkan gerakan ketahanan pangan lokal serta edukasi gizi masyarakat, dan Pak Rahman mengkoordinasikan penguatan ekonomi kreatif desa dan pengawasan barang ilegal di perbatasan secara partisipatif.
B
Ibu Siti membentuk kelompok diskusi untuk mengkaji kembali nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, dr. Budi memimpin upaya penanganan masalah kesehatan mental akibat tekanan ekonomi, dan Pak Rahman mengajukan permohonan bantuan dana darurat kepada pemerintah pusat untuk stimulus ekonomi.
C
Ibu Siti menyelenggarakan lomba cerdas cermat tentang sejarah perjuangan bangsa, dr. Budi memberikan penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi dan kebersihan lingkungan, dan Pak Rahman fokus pada peningkatan kualitas pelayanan administrasi publik desa agar masyarakat merasa terlayani dengan baik.
D
Ibu Siti memimpin aksi damai penolakan terhadap narasi disinformasi dan produk asing di media sosial, dr. Budi mendirikan posko pengobatan gratis untuk warga terdampak, dan Pak Rahman bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menindak penyebar hoaks dan penyelundup.
E
Ibu Siti mengembangkan kurikulum lokal yang menekankan identitas budaya dan kearifan lokal, dr. Budi melatih kader kesehatan desa untuk respons cepat bencana non-alam, dan Pak Rahman membangun sistem informasi desa untuk mempercepat penyebaran informasi positif dan akurat.
NO. 28
Link Soal
Penerapan konstitusionalisme di Indonesia tercermin dari peran pemerintah dalam mengatur urusan keagamaan, sesuai dengan Pasal 29 ayat 2 UUD NRI Tahun 1945. Dalam implementasinya, pasal ini menjamin warga negara untuk ...
A
Berhak mengatur dan menentukan ajaran agama lain sesuai pandangan pribadinya.
B
Memiliki hak untuk menciptakan agama baru sesuai dengan keyakinan individu.
C
Melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan agama dan kepercayaannya masing-masing.
D
Diperbolehkan mendiskriminasi agama atau kepercayaan lain yang dianggap tidak sejalan.
E
Bebas membangun fasilitas ibadah di lokasi mana pun tanpa memerlukan izin resmi.
NO. 29
Link Soal
Seiring dengan semakin meningkatnya ancaman siber, tindakan konkret apa yang dapat dilakukan oleh setiap warga negara sebagai bentuk bela negara untuk menghadapi serangan digital?
A
Menghindari segala bentuk pemanfaatan teknologi secara menyeluruh.
B
Cukup dengan melaporkan setiap insiden serangan siber kepada pihak berwenang.
C
Menggalakkan peningkatan kesadaran akan pentingnya keamanan digital serta menjaga kerahasiaan data pribadi.
D
Hanya mengandalkan pihak militer untuk menangani semua aspek ancaman siber.
E
Menginisiasi pembentukan regulasi atau undang-undang baru yang khusus mengatur ancaman siber.
NO. 30
Link Soal
Ancaman terhadap kedaulatan negara tidak hanya bersifat militer tetapi juga non-militer. Berikut ini yang termasuk contoh ancaman non-militer berdimensi ekonomi adalah...
A
Agresi dan invasi militer asing
B
Penyelundupan senjata api ilegal
C
Masuknya barang-barang impor yang mematikan UMKM lokal
D
Penyebaran ideologi radikal
E
Pelanggaran wilayah perbatasan laut