Pembahasan Soal TWKK - Nasionalisme 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 1249. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 121
Link Soal
Salah satu tonggak sejarah persatuan Indonesia adalah Kongres Pemuda II pada tahun 1928. Keputusan paling monumental yang dihasilkan dari kongres tersebut adalah...
A
Diikrarkannya Sumpah Pemuda
B
Pembentukan organisasi Budi Utomo
C
Penetapan lagu kebangsaan Indonesia Raya
D
Perumusan naskah Proklamasi
E
Penyusunan dasar negara Pancasila
NO. 122
Link Soal
Faktor paling fundamental yang menjadi penguat rasa nasionalisme di Indonesia, mengingat keberagaman yang ada, adalah ....
A
Adanya persamaan bahasa daerah di seluruh kepulauan.
B
Kesamaan budaya dan tradisi yang seragam antar wilayah.
C
Pengalaman panjang sejarah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
D
Kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah di setiap daerah.
E
Sistem pemerintahan yang sangat sentralistik dan otoriter.
NO. 123
Link Soal
Pemimpin politik Indonesia mengadakan kolaborasi dengan Jepang pada masa penjajahan Jepang, karena Jepang ...
A
Merupakan pemimpin Asia
B
Mengetahui kelemahan pemimpin Indonesia
C
Ingin balas budi pada pemimpin Indonesia
D
Menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia
E
Memegang kelemahan Indonesia
NO. 124
Link Soal
Prinsip Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua, merupakan fondasi penting bagi nasionalisme Indonesia. Prinsip ini mengajarkan bahwa...
A
Perbedaan suku, agama, dan budaya harus dihilangkan untuk mencapai kesatuan.
B
Kesatuan dapat tercapai meskipun ada perbedaan, asalkan perbedaan tersebut tidak dipertentangkan.
C
Mayoritas harus mendominasi minoritas demi menjaga stabilitas nasional.
D
Masing-masing kelompok harus mengembangkan identitasnya secara terpisah tanpa interaksi.
E
Penggunaan satu bahasa daerah sebagai bahasa nasional adalah kunci persatuan.
NO. 125
Link Soal
Tokoh-tokoh yang mewakili negara-negara Asia Tenggara dalam penandatanganan Deklarasi Bangkok memiliki jabatan sebagai...
A
Menteri Luar Negeri
B
Wakil Kepala Negara
C
Kepala Negara atau Presiden
D
Menteri Urusan Dalam Negeri
E
Menteri Perekonomian dan Keuangan
NO. 126
Link Soal
Pemanggilan tiga tokoh nasional (Soekarno, Hatta, Radjiman) ke Dalat, Vietnam pada 9 Agustus 1945 oleh Jenderal Terauchi bertujuan untuk meresmikan PPKI. Dari kacamata strategi perjuangan, bagaimana para tokoh bangsa menyikapi pembentukan badan buatan Jepang ini?
A
Menolaknya mentah-mentah karena dianggap sebagai jebakan sekutu.
B
Menerimanya sebagai satu-satunya cara legal untuk mendapatkan kemerdekaan tanpa pertumpahan darah.
C
Memanfaatkannya sebagai wadah legalitas untuk mempersiapkan kelengkapan negara meskipun tujuan Jepang adalah memberi 'hadiah'.
D
Menggunakannya untuk menyusun kekuatan militer guna menyerang balik tentara Jepang.
E
Membubarkannya segera setelah kembali ke Indonesia untuk menghindari cap boneka Jepang.
NO. 127
Link Soal
Beberapa tokoh nasional terlibat aktif dalam kepanitiaan kecil BPUPKI. Siapakah tokoh di bawah ini yang tidak termasuk dalam daftar anggota Panitia Sembilan?
A
Soepomo
B
Wahid Hasjim
C
Mohammad Yamin
D
Abdul Kahar Muzakir
E
Achmad Soebardjo
NO. 128
Link Soal
Momentum pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda terjadi setelah diselesaikannya sebuah diplomasi besar yang dikenal sebagai Konferensi Meja Bundar (KMB). Konferensi tersebut diselenggarakan di...
A
Amsterdam
B
Den Haag
C
Brussels
D
Jakarta
E
New York
NO. 129
Link Soal
Pakta Warsawa (Warsaw Pact) adalah aliansi pertahanan militer negara-negara Blok Timur sebagai respon terhadap NATO. Negara manakah di bawah ini yang merupakan anggota asli dari Pakta Warsawa?
A
Amerika Serikat, Kanada, Inggris
B
Perancis, Jerman Barat, Italia
C
Uni Soviet, Jerman Timur, Polandia
D
Indonesia, Mesir, Yugoslavia
E
Cina, Korea Utara, Vietnam
NO. 130
Link Soal
Pada masa Demokrasi Terpimpin, Presiden Soekarno memperkenalkan konsep Manipol USDEK sebagai Garis-garis Besar Haluan Negara. Apa kepanjangan dari akronim USDEK tersebut?
A
UUD 45, Sosialisme, Demokrasi, Ekonomi, Kepribadian Indonesia
B
UUD 45, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi, Kepribadian Indonesia
C
UUD 45, Sosialisme Terpimpin, Demokrasi, Ekonomi, Kepribadian Indonesia
D
UUD 45, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, Kepribadian Indonesia
E
UUD 45, Sosialisme, Demokrasi, Ekonomi Terpimpin, Kepribadian Indonesia