Pembahasan Soal TWKK - Nasionalisme 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 774. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 131
Link Soal
Manakah di antara peristiwa berikut yang merupakan catatan sejarah penting di Indonesia pada tahun 1999?
A
Terpisahnya Timor Timur dari kedaulatan Indonesia melalui referendum
B
Proses kembalinya Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa
C
Tragedi tewasnya mahasiswa Trisakti akibat kerusuhan massa
D
Integrasi wilayah Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi
E
Transisi pemerintahan dari sistem Demokrasi Parlementer ke Orde Baru
NO. 132
Link Soal
Pemanggilan tiga tokoh nasional (Soekarno, Hatta, Radjiman) ke Dalat, Vietnam pada 9 Agustus 1945 oleh Jenderal Terauchi bertujuan untuk meresmikan PPKI. Dari kacamata strategi perjuangan, bagaimana para tokoh bangsa menyikapi pembentukan badan buatan Jepang ini?
A
Menolaknya mentah-mentah karena dianggap sebagai jebakan sekutu.
B
Menerimanya sebagai satu-satunya cara legal untuk mendapatkan kemerdekaan tanpa pertumpahan darah.
C
Memanfaatkannya sebagai wadah legalitas untuk mempersiapkan kelengkapan negara meskipun tujuan Jepang adalah memberi 'hadiah'.
D
Menggunakannya untuk menyusun kekuatan militer guna menyerang balik tentara Jepang.
E
Membubarkannya segera setelah kembali ke Indonesia untuk menghindari cap boneka Jepang.
NO. 133
Link Soal
Dalam aksi 'pengamanan' Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok agar terhindar dari pengaruh Jepang, kelompok pemuda tersebut bergerak di bawah pimpinan...
A
Sutan Sjahrir
B
Sukarni
C
Cudanco Subeno
D
Yusuf Kunto
E
Sayuti Melik
NO. 134
Link Soal
BPUPKI yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 dipimpin oleh seorang tokoh senior pergerakan nasional, yaitu...
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Moh. Hatta
C
Mr. Muhammad Yamin
D
Dr. Radjiman Wedyodiningrat
E
Sutan Syahrir
NO. 135
Link Soal
Petugas yang dipercaya untuk mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya setelah pembacaan proklamasi adalah...
A
Sukarni dan Sayuti Melik
B
Latief Hendraningrat dan Suhud
C
Trimurti dan Wikana
D
A.H. Nasution dan T.B. Simatupang
E
Supriyadi dan Muradi
NO. 136
Link Soal
Pidato bersejarah dari Ir. Soekarno yang mencetuskan istilah 'Pancasila' sebagai usulan dasar negara dilakukan pada tanggal...
A
28 Mei 1945
B
29 Mei 1945
C
30 Mei 1945
D
31 Mei 1945
E
1 Juni 1945
NO. 137
Link Soal
Prinsip "Gotong Royong" merupakan bentuk nyata nasionalisme sehari-hari. Prinsip ini menekankan bahwa ...
A
setiap orang harus hidup mandiri tanpa bantuan orang lain
B
semua pekerjaan harus diselesaikan oleh pemerintah
C
masyarakat bekerja sama dan saling membantu dalam berbagai kegiatan
D
pekerjaan hanya dilakukan oleh kelompok tertentu saja
E
gotong royong hanya diterapkan di daerah pedesaan
NO. 138
Link Soal
Ancaman disintegrasi bangsa di masa lalu dapat diklasifikasikan berdasarkan motifnya. Pemberontakan yang secara spesifik didasari oleh keinginan untuk mengubah ideologi negara Pancasila adalah...
A
Pemberontakan APRA
B
Pemberontakan DI/TII
C
Pemberontakan Andi Aziz
D
Pemberontakan RMS
E
Pemberontakan PRRI/Permesta
NO. 139
Link Soal
Ketika Agresi Militer Belanda II terjadi, Kabinet Hatta menginstruksikan pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) melalui surat mandat yang ditujukan ke dua lokasi strategis, yaitu...
A
Yogyakarta dan Sumatera
B
Bukit Tinggi dan Yogyakarta
C
New Delhi dan Bukit Tinggi
D
New Delhi dan Madura
E
Sumatera dan Irian
NO. 140
Link Soal
Di tengah arus globalisasi yang kuat, muncul berbagai isu terkait identitas nasional, mulai dari penetrasi budaya asing hingga tantangan ideologi transnasional. Bagaimana sikap nasionalisme Pancasila yang ideal seharusnya diimplementasikan untuk menjaga integritas bangsa dan kedaulatan budaya, tanpa mengorbankan semangat adaptasi dan kemajuan?
A
Menguatkan filter terhadap segala bentuk budaya asing yang masuk serta membatasi interaksi dengan dunia luar agar identitas asli tidak terkontaminasi.
B
Mendorong internalisasi nilai-nilai luhur Pancasila sebagai filter dan landasan adaptasi budaya asing, sambil secara aktif mempromosikan kekayaan budaya lokal di kancah global.
C
Memberikan kebebasan penuh pada masyarakat untuk memilih dan mengadopsi budaya apa pun, dengan keyakinan bahwa identitas nasional akan tetap kuat secara alamiah.
D
Memprioritaskan penguatan ekonomi dan teknologi, dengan asumsi bahwa kekuatan materi akan secara otomatis memperkuat identitas dan kedaulatan bangsa.
E
Menyeragamkan seluruh bentuk kebudayaan lokal menjadi satu kebudayaan nasional tunggal agar tidak terjadi perpecahan dan lebih mudah menghadapi tantangan global.